Senin, 17 Februari 2014

Kelimutu - Momen Sarapan Priceless

Malam itu kami nggak bisa tidur. Sepertinya banyak alasan dibalik insomnia yang tiba-tiba ini. Bisa jadi ini akibat perpaduan efek dari kopi Flores yang super nampol, cuaca yang seger-seger dingin, ruangan yang kelewat luas, buku bacaan baru, dan rencana besok pagi-pagi buta untuk mengunjungi Three Color Lake, Danau Kelimutu. Yippie,,,,,, Kelimutuuuuuuuuuuuu *salto


 Jam 4 pagi kami dijanjikan untuk dibangunkan oleh bapa penjaga penginapan. Yah,, mirip morning call kalo di hotel beneran. Dua orang tukang ojek beserta motornya sudah bersedia untuk mengantar kami besok ke Kelimutu. Perjalanan pulang pergi dihargai 100k rupiah. Baiklah. Saatnya kami tidur. 

Selasa, 04 Februari 2014

Antara Kupang, Ende, dan Moni

Buat kami saat itu, transit sehari di Kupang sudah lebih dari cukup. Ternyata,, cuaca berkata lain. Kami dipaksa berdiam lebih lama di Kupang.


Seharusnya pagi itu menjadi kali kesekian untuk aku bangun ekstra pagi demi mengejar pesawat jam 6 pagi. Tapi mataku baru terbuka sekitar jam 7 pagi. Rasanya aku malas sekali membuka kain bali yang menjadi selimutku. Handphone ku membunyikan lagu cadas,, meraung-raung minta dipencet, menandakan ini sudah saatnya untuk bangun. Mau tak mau aku harus bergerak seperti bumi yang berputar terus menerus selama 24 jam seharian.