Sabtu, 15 Maret 2014

Hal Kurang Menyenangkan di Flores :(

"Bagaimana Flores, nak?".
"Menyenangkan. Semua orang ramah dan suka menolong. Saya harap terus begitu sampai saya pulang dari Flores ya"
:)

Pesan yang selalu ibu berikan ketika aku hendak berangkat ngetrip adalah 'waspada'! Tiap dengar kata itu aku selalu teringat dengan para scamer dan penipu di jalanan yang suka memanfaatkan turis dengan berbohong demi kepentingan dirinya sendiri saat itu. Sayangnya, aku selalu pasang sikap waspada paling tinggi saat jalan-jalan di negara sendiri, Indonesia :(. 

Tapi ketika tiba di Flores, aku merasa hal yag berbeda. 

Senin, 10 Maret 2014

Delay-nya Air Asia

QZ 8242 menuju Phuket sudah memanggil penumpang untuk naik ke pesawat sejak jam 17.05. Nampaknya maskapai paling baik 5X berturut-turut ini tetap pada kebiasaannya yang on time di penerbangan kali ini.

Mendekati jam 17.20 semua penumpang sudah duduk manis di dalam pesawat. Para pramugari sudah memperagakan instruksi keselamatan. Pesawat sudah mulai berjalan menuju lapangan lepas landas. Semua tampak sempurna ketika sang kapten memberikan pengumuman bahwa ada salah satu onderdil pesawat yang rusak fatal sehingga pesawat harus kembali ke tempat parkir untuk perbaikan. Kami, penumpang harus sabar menunggu.

Pesawat pun putar balik dan nggak jadi lepas landas. Di parkiran, kru teknisi sudah menunggu dan langsung menuju bagian depan pesawat untuk memperbaiki entah bagian apa yang rusak pada pesawat. Mending dibetulin deh daripada resiko satu murnya copot di udara. 

Sayangnya, bagian menunggu ini nggak selalu menyenangkan. Meskipun AC dan ruangan dalam pesawat yang cukup nyaman, tapi lapar dan haus membuat kami kelonjotan. Apalagi kami tidak diperkenankan membawa minuman ke atas pesawat. [*aku berhasil menyelundupkan satu kotak kopi instan dalam pouch. Lumayanlah biar nggak haus nunggu. Hihihi].

Nyaris satu jam kami menunggu tanpa kabar, akhirnya kapten ambil keputusan supaya kami ganti pesawat saja. Rupanya maskapai merah ini punya pesawat cadangan di Soetta. Proses pemindahan penumpang pun dilaksanakan tanpa ribet.

Kira-kira 2jam kurang 10 menit dari jadwal penerbangan seharusnya kami lepas landas meninggalkan Jakarta. Hoh, padahal aku udah siap2 mau klaim asuransi apabila delay lebih dari 2jam.

That's why I know why Air Asia get the best airlines for five times. Good job!

Minggu, 09 Maret 2014

Ketika Paspor Hilang di Phuket

Aku, Misi, Kuncrit baru sampai di Bandara Phuket dekat tengah malam. Kami langsung menuju imigrasi dan mendapatkan satu cap lagi di paspor. Misi dan Kuncrit yang pertama kali datang ke Phuket langsung heboh mengambil tiap flyer dan brosur pariwisata sampai penjahit [*entah mengapa banyak turis yang suka bikin baju di Thailand], dan SIM card operator lokal gratis [*pulsanya isi sendiri ya].

Keluar dari bandara, kami celingak-celinguk cari taksi terpercaya. Banyak orang yang menawarkan taksi, tapi kami khawatir kalo yang begituan taksi gelap macam di negeri sendiri. Kami akhirnya menemukan satu agen di sebelah kanan yang menawarkan rute menuju Phuket Town. Kami bayar 600 THB.

Taksi yang menuliskan namanya airport limousine di badan mobil mercedez mulusnya itu membawa kami melewati jalanan mulus Phuket menuju kota. [*sebaiknya kamu menuliskan alamat hotel lengkap, nomor telpon, dan kalau bisa peta untuk menuju hotel/hostel/guest house/ dll]. Kami pun selamat sampai di guest house.

Nah, pada saat kami harus check in, barulah Misi sadar kalau paspornya telah hilang entah kemana. *JANG JANG*. Nah, dokumen setara nyawa di negara orang hilang,, mesti gimanaaaaaa?