Jumat, 25 Juli 2014

Putus Asa di Singapura

Singapura selalu menyimpan cerita, kali ini cerita tentang betapa putus asa nya aku dan Nia untuk keluar dari Singapura, mulai dari cari taksi yang tak kunjung berhenti, cari bus, nyaris kehilangan waktu sehingga bisa ditinggal bus, dan kemungkinan untuk menginap di Singapura lagi dengan budget nyaris tidak ada.


Kamis, 24 Juli 2014

Gratisan di Singapura!

Kabar gembira! Singapura bisa dinikmati dengan gratisan :D

O yeah!

Singapura nggak semuanya mahal. Nggak semua tempat menarik di Singapura membutuhkan administrasi (*baca: beli tiket) untuk masuk dan menikmati atraksinya. Ini beberapa tempat yang gratisan dan cakep. Kalo ada tambahan kasih tau yaaa,,,

1. Berfoto di mana saja!
    Singapura ini kota yang rapi & bersih.

Selasa, 15 Juli 2014

Bertahan Hidup di Singapura yang Mahal

Singapura? Kenapa? Karena kebanyakan orang Indonesia memulai perjalanan ke luar negeri pertama kali nya kesini. Singapura dekat dengan Indonesia dan sangat 'beda' dengan Indonesia, apalagi banyak tiket promo super murah untuk kesini. Meski tiket pesawat untuk pergi ke Singapura sangat murah, sayangnya biaya hidup di Singapura makin hari makin mencekik. Hiks.

Singapura oh Singapura

Pertama kali ke Singapura, aku nekat bawa uang hanya 100 dolar singapura. Sebenernya karena

Minggu, 13 Juli 2014

Penantian 2jam Demi Makan di Kupang

Sore itu kami kembali lagi ke Kupang dengan selamat. Berhubung Kak Geni nggak ada di Kupang, jadilah kami harus mandiri semalam di Kupang, artinya nggak ada yang jemput di bandara, nggak ada yang bawain motor buat kami jalan-jalan. Tapi Kak Geni tetep antisipasi atas keadaan kami tanpa dia di Kupang ini. Kami sudah dibekali nomor telpon taksi langganannya dan kunci kos Kak Ulfa yang juga lagi pulang kampung.


Tidak ada angkutan umum semacam bus apalagi kereta dari bandara Kupang ke kota. Kami bisa pakai taksi dari bandara atau telpon taksi langganan. Taksi-taksi di Kupang menggunakan mobil avanza, xenia dan berplat nomor hitam sehingga agak susah dibedakan dengan mobil pribadi. Untuk mengantar kami dari bandara ke kota, kami harus membayar 80,000 rupiah. Jumlahnya sama dengan taksi bandara.

Jumat, 11 Juli 2014

Terima Kasih Air Asia,, Aku Bisa Pulang :)

Pagi itu aku bangun dengan perasaan bahagia. Setelah 10 hari di jalanan, luntang-lantung dengan  tas punggung kesayangan, pindah tidur dari satu ruangan ke ruangan yang berlainan, dan bertemu dengan berbagai macam teman-teman yang sangat menyenangkan, akhirnya hari ini saatnya untuk pulang. Yipie.


Seperti hari-hari kemarin, aku melakukan pengecekan pada semua dokumen yang kusimpan di satu pouch khusus. Paspor aman, duit, masih ada, ATM komplit, oret-oretan dan pulpen ada, tiket masih terlipat rapi. Semua dokumen masih lengkap dan tidak ada yang terlewat. Aman. Aku melihat ke arloji tangan. Saat itu jam tujuh pagi waktu setempat. Di kotak kecil di sebelah kanan terpampang tulisan 2 yang mengartikan bahwa saat itu tanggal 2. Kembali kubuka pouch khusus tadi. Kali ini aku mengambil tiket dan membacanya dengan seksama. Penerbangan Svarnabhumi - Singapore pukul 20.55 tanggal 2 Juni 2014. Yeay. Hari ini memang saatnya pulang.

Tapi,, kenapa ada perasaan nggak enak ya. Aku kembali cek

One un[Perfect] Afternoon in Bangkok

Sore itu adalah sore paling bete sepanjang perjalanan aku #crosscountry. Setelah mendapat banyak momen gila dengan dek crit di Singapura, dapat teman baru yang super asik di Penang, ini saatnya aku untuk jalan sendirian di Bangkok. Rencanya sih nggak sendirian. Ada teman yang bersedia menampung aku di Bangkok. Paling nggak seharusnya sore itu aku ada teman bicara. Tapi mendadak dia ada urusan di luar Bangkok sehingga kami nggak bisa bertemu dan aku nggak jadi nginep di tempat dia. Yah,, sudahlah.


Dari awal berangkat aku udah siap dengan semua konsekuensi di perjalanan yang mungkin terjadi, termasuk jalan sendirian dan bener-bener jadi solo traveller.