Jumat, 01 Desember 2017

Menjadi Traveller Cerdik

Kalo dengar kata cerdik, aku selalu ingat dengan cerita "Si Kancil". Aku terkesan dengan cerita kancil mengelabui buaya buas dengan cerdik. Si kancil yang adalah hewan buruan buaya, justru mendapat bantuan dari buaya untuk menyebrang sungai dengan selamat. Si kancil mampu mengatasi berbagai tantangan dengan cerdik dan bisa berkeliling hutan sehingga bertemu berbagai hewan. Mau dong seperti kancil yang cerdik dan bisa berkeliling, tapi kalo aku nggak cuma hutan aja yang ingin dikelilingi, gunung, laut, kota juga mau.

Duduk di tepi Danau Segara Anak, Rinjani

Ngomongin tentang gunung, gambar di atas diambil ketika aku menjelajah Gunung Rinjani, Lombok. Untuk berhasil menaklukan Rinjani, aku harus berjalan kaki melewati padang rumput, mendaki jalan berbatu besar, jalan setapak, dan jalan pasir selama kurang lebih 4 hari 3 malam. Untuk bisa menjadi traveller yang berhasil menikmati Rinjani, aku harus punya stamina ekstra dan fisik yang sehat. Udara gunung yang dingin dan angin kencang juga menjadi tantangan tersendiri.


Nagano saat musim dingin

Tentang udara dingin, aku juga pernah menjadi traveller saat musim dingin. Meski saat itu aku jalan-jalan di kota yang lengkap dengan fasilitas penunjang seperti trotoar dan tata kota yang rapi, tapi udara satu digit saat musim dingin di Kota Tokyo cukup menantang dan menuntut aku untuk selalu bugar dan tetap sehat. Apalagi aku selalu pulang larut yang membuat aku ketinggalan bus terakhir dan nggak rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk membayar taksi sehingga untuk mencapai tempat menginap aku harus jalan kaki sejauh kurang lebih 2 km, tengah malam saat udara sedang dingin-dinginnya.

Berenang di Danau Kakaban, Kepualau Derawan

Tidak hanya udara dingin sih yang menuntut aku untuk tetap sehat, terutama saat travelling. Udara panas khas kepulauan juga harus ditaklukan dengan badan yang sehat dan fisik yang bugar. Apalagi kalau perginya ke pulau yang akses-nya lumayan jauh dari tempat aku tinggal, Semarang. Perjalanan menggunakan pesawat dengan transit hingga 2 kali yang dilanjutkan dengan perjalanan darat selama kurang lebih 2 jam dan disambung dengan speed boat sekitar setengah jam menuju Kepulauan Derawan cukup menguras stamina. Kurang lebih seharian waktu perjalanan lumayan menguras tenaga. Belum lagi aktivitas fisik untuk menikmati masa liburan di pulau. Hal favoritku dari perjalanan ke kepulauan adalah dengan berenang sambil snorkeling. Kalau sudah selesai biasanya perut akan terasa sangat lapar, yang menandakan bahwa banyak energi yang terkuras.

Ada yang bilang, "Mumpung masih muda, seneng-senengin jalan-jalan. Ntar kalo udah tua nggak bisa lho." Pernyataan ini membuat aku bertanya-tanya sih. Emang kenapa dengan umur? Apakah ketika kita menua stamina kita juga berkurang? Tapi ketika aku jalan-jalan nggak jarang lho aku bertemu dengan traveller lain yang umurnya jauh lebih tua dari aku. Di Korea aku bertemu seorang nenek lincah berumur 60 tahunan akhir sedang solo traveller. Di Jogja aku bertemu bapak-bapak berjiwa muda berusia 50 tahunan yang masih sigap jalan kaki kesana-kemari. Di Vietnam aku semobil dengan pasangan sepuh yang sedang jalan-jalan liburan. Ibuku yang sudah paruh baya pun berhasil mendaki bukit Budha di Hongkong di tengah angin kencang yang dingin dan pulang dengan berjuta cerita dan bahagia. Jadi menjadi tua bukan masalah kan.

Berdasarkan pengalamanku berinteraksi dengan traveller-traveller yang sudah tidak bisa disebut muda itu, aku jadi berkesimpulan kalau aku ingin seperti mereka kuncinya adalah aku harus tetap sehat. Yap, sehat adalah kata kunci aku bisa tetep jalan-jalan dan menjadi traveller meskipun usia terus bertambah.



Tapi,, gimana caranya untuk tetap sehat?
Ternyata ada rumus supaya kita tetap sehat. Cerdik. Yap sama seperti si kancil yang cerdik aku juga harus cerdik supaya tetap sehat.

C.E.R.D.I.K

Cek kesehatan rutin.
Untuk sebagian orang datang ke pusat pelayanan kesehatan di kala sehat semacam hal yang nggak perlu. Sebagian orang yang lain takut periksa kesehatan karena takut kalau badannya tiba-tiba bermasalah. Kalau aku? Jujur aja kalau pemeriksaannya sudah berhubungan dengan jarum ada rasa takut sih, takut sakit ketusuk jarum. Tapi aku menyadari ketakutanku nggak bener. Jadi kemarin aku memberanikan diriku untuk ditusuk jarum demi mengetahui gula darah dan kadar kolesterol. Ternyata nggak sesakit yang dibayangkan lho, bahkan nggak sakit! Tujuan cek kesehatan rutin ini untuk mengetahui apa yang terjadi di tubuh kita sedini mungkin. Semakin dini masalahnya ditemukan, semakin mudah mengatasinya. Kalau aku? Hasil tesku normal semua dong, termasuk pemeriksaan nadi, tekanan darah, hingga indeks masa tubuh atau IMT semua normal. Yeay.

Enyahkan asap rokok.
Well aku bukan perokok. Orang-orang terdekatku yang tinggal bersama dengan aku juga bukan perokok. Sayangnya ketika berada di tempat umum aku masih menemui beberapa orang yang merokok dan membuang asap rokoknya untuk aku hirup. Ini aku ngisep asap rokok buangan aja aku nggak nyaman dan merasa sesak, jadi aku nggak ada rasa penasaran untuk menghirup sendiri.

Rutin olah raga.
Ini nih yang agak susah di aku. Meskipun tampaknya tiap hari aku udah stretching ternyata masih sangat kurang lho. Terbukti pas aku coba ikut tes kebugaran dengan metode rockpod, aku hanya berada di level cukup bugar. Seharusnya aku bisa ada di level bugar. Kalau cukup bugar begini aku dapat saran untuk olah raga lari, atau berenang, atau aerobik rutin 3 kali seminggu.
Tentang tes kebugaran metode rockpod sendiri caranya adalah dengan berlari sekitar1,6 km. Nadi sebelum dan sesudah lari dihitung dan ada rumus sendiri yang dihitung berdasarkan umur dan hasil real di lapangan.

Diet gizi seimbang.
Sebenernya salah kaprah kalo orang bilang "Kamu lagi diet ya? Kok makannya sayur doang." Ketika aku sekolah dulu (aku sekolah di ilmu keperawatan) diet itu maksudnya asupan makanan. Jadi diet nggak berarti kamu boleh makan ini dan nggak boleh makan itu, tapi lebih ke makanan apa yang kamu pilih untuk masuk ke tubuh kamu. Kalo aku mengumpamakan, ketika sakit dan diminta minum obat, kita pasti pilih-pilih dan mau tahu obat apa yang masuk ke tubuh kita dan efeknya. Sama halnya dengan makan dong. Makanan itu kan masuk ke tubuh dan selalu ada dampaknya, baik yang  jangka pendek (semacam jajan bakso di jalan eh ternyata sambel baksonya kecut sehingga tubuhnya jadi mencret) maupun yang jangka panjang (kebanyakan makan bakso dengan kolesterolnya yang tinggi menghasilkan penyakit jantung koroner dan teman-temannya).
Kalau menurut Kemenkes seharusnya kita diet seimbang, maksudnya perbanyak konsumsi sayur dan buah dan kurangi kolesterol-kolesterol itu.

Istirahat cukup.
Tahu nggak kalo orang yang tidurnya kurang dari 5 jam/malam berisiko kena serangan jantung 3 kali lipat? Idealnya tidur itu 7 jam sehari. Kalo aku langsung berasa sih, kalo tidur cukup dan berkualitas ketika bangun pasti rasanya seger dan siap jalan-jalan. :D

Kelola stress
Stress emang bikin gila. Beberapa bulan terakhir aku dibikin stress dengan urusan tesis yang rasanya nggak selesai-selesai. Sedikit banyak hal ini membuat hidupku kurang berkualitas dan badan rasanya nggak fit dan cenderung loyo. Meskipun tesis ini menyiksa dan membuat stress, tapi harus aku kenali dan pahami. Bahkan ketika butuh bantuan teman untuk curhat, aku ceritakan semuanya. Efeknya plong dan lebih enakan di badan. Aku juga berusaha menyeimbangkan dengan piknik dan jalan-jalan. Eh,, ini seimbang nggak ya piknikku sama usaha ngerjain tesisnya. Hahaha.



Panjang ya. Kalau dirangkum bisa jadi 3 poin nih:
  1. Cek kesehatan rutin
  2. Perbanyak makan buah dan sayur
  3. Rajin olah raga
Jadi cerdik nggak bisa sesekali atau dua kali, harus rutin dan jadi kebiasaan yang kemudian jadi gaya hidup. Kalo tetep cerdik, aku yakin aku bisa tetep sehat dan tetep jalan-jalan dengan prima. Kamu juga yaa,, kan sehat itu salah satu investasi berharga untuk hidup kita. Buat aku dengan tetep sehat sama dengan bersyukur atas anugrah hidup yang sudah diberikan Sang Empunya Hidup.

Pesan untuk tetap sehat ini disampaikan oleh DKK Semarang dalam rangka GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).
Salam Germas,
Sehat! Bugar! Produktif!

-Dini L.A.-

16 komentar:

  1. Wah.. warbiasah... Pernah ke rinjani juga ternyata. Apalah aku cuma di jateng doank. 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi aku belum nyampe puncaknya Ungaran kok,, belum katam :p

      Hapus
  2. Cah traveler germas yang cerdik ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyes,, kudu germas yang cerdik biar tetep eksis jalan-jalan. Huehuehue

      Hapus
  3. Kadangkala malah semalem sebelum traveling nggak bisa tidur soalnya udah nggak sabar wkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwkwk,, kaya jaman sekolah terus besoknya mau piknik,, malemnya nggak tidur. Hahahaha

      Hapus
  4. Mbake yang rutin olahraga aja cuma "cukup bugar", apalagi aku yang jarang olahraga ya? Huhu..

    Duh, ini tulisan bermanfaat banget. Makasih reminder-nya ya Mba.. sehat-sehat selalu supaya bisa jalan-jalan terus.. 😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum rutin juga kok mbak ARINTA. Makasih ya udah baca dan thank God kalo tulisan ini berguna. Yuk kita tetep sehat, bugar, dan produktif ;)

      Hapus
  5. Kak, semangat ya tesisnya! Muuuach
    wkwkwkw

    BalasHapus
  6. Aku jalan kaki tiap pagi juga ternyata cuma cukup aja hasilnya. Kurang maksimal, mesti lari tapi takut cedera. Pernah ngalami jadi trauma

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena kita gerak badannya kurang sesuai porsinya,, terlalu sedikit,, kalo jalan semacam kurang jauh atau kurang lama gitu kali ya bu WATI

      Hapus
  7. Dari semua materi yg paling aku hapal adalah 3 poin germas dan kepanjangan CERDIK :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa,,, buat aku ini yang paling ngena karena modal untuk tetep sehat ;)

      Hapus
  8. Oh cerdik itu ada kepanjangannya ya hehehe baru tau

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi mbak WURI,, cerdik ini bagian dari germas,, tapi untuk tahun ini yang jadi fokus dari germas baru di 3 poin: cek kesehatan rutin, perbanyak makan sayur & buah, aktivitas fisik
      ;)

      Hapus

Thank you for reading and leaving comment :)