Jumat, 02 Februari 2018

Indonesia. Aku cinta.

Pernah nggak kamu bertanya 'Kenapa kamu terlahir sebagai Indonesia'? Aku pernah.

Berfoto bersama presiden dan wakil presiden pertama RI, Sukarno Hatta di Bandara Sukarno-Hatta

Saat aku cuma punya TV & koran sebagai media untuk mendengar cerita dan berita, rasa-rasanya mendengar

cerita tentang Indonesia itu kok kurang gimana gitu. Rasanya aku tinggal di negara berkembang yg kalah dari negara maju, cerita politiknya penuh dengan konflik, dan sistem sekolahnya nyebelin banget. Pengalaman dan persepsiku ini didukung juga oleh cerita-cerita dari pakde, bude, dan eyang yang sudah pernah traveling dan tinggal di negara maju macam Amerika. Mereka bercerita tentang negara maju yang serba mudah, yang rakyatnya pintar semua tapi nggak ribet, yang sekolahnya bikin kakak sepupuku yang saat sekolah di Indonesia di-judge gurunya goblok tapi berhasil dapat nilai bagus ketika sekolah di Amerika karena ikut bapaknya kerja di sana. Tinggal di Indonesia yang negara berkembang rasa-rasanya nyebelin banget dibanding cerita kehidupan di negara maju seperti Amerika.

Ketika aku beranjak dewasa, ketika internet sudah mulai ditemukan, aku mulai berkenalan dengan lebih banyak cerita. Lewat internet aku mulai mengenal mesin pencari google, blog, dan travel blogger. Aku mulai mengenal cerita yang berbeda, sudut pandang yang berbeda, dan rasa penasaran yang luar biasa. Aku penasaran seperti apa rasanya punya sistem transportasi yang nyaman, aku penasaran seperti apa rasanya punya kurikulum sekolah yang mendukung setiap potensi murid, aku penasaran seperti apa rasanya kalau semua penduduknya sejahtera. Karena penasaran, semakin banyak cerita aku telusuri untuk memenuhi rasa penasaran, tapi semakin banyak informasi, semakin penasaran jadinya. Semacam lingkaran setan yang nggak ada habisnya.

Akibat penasaran aku pilih ikut-ikutan para travel blogger ini untuk travelling, terutama menjelajah negara di luar Indonesia. Negara luar yang pertama aku datangi adalah Singapura. Singapura adalah pilihan paling sempurna saat itu karena letaknya dekat, ada tiket promo, ada travelmate senasib (*baca: sama penasarannya), dan Singapura sudah jadi negara maju.

Aku pikir kalo sudah nyobain pergi ke luar negeri, aku bakalan bete pulang lagi ke Indonesia. Tapi ternyata pulang dari Singapura bukannya tambah bete dengan Indonesia, tapi malah jadi tambah sayang dengan Indonesia. Aku semacam disadarkan bahwa Indonesia itu super kaya. Singapura itu cuma seluas Jakarta kurang lebihnya, tapi Indonesia berkali-kali lebih luas dari Jakarta. Singapura emang punya kota modern dengan sistem transportasi yang oke punya, tapi Indonesia punya banyak gunung, pantai, lembah, bukit yang siap untuk dijelajah, Indonesia punya banyak suku yang mengaku saudara setanah air, Indonesia punya banyak budaya yang unik dan menarik. Gila.

Makin bertambah umur, makin bertambah pula kegiatan travelling untuk menjelajahi berbagai tempat di muka bumi, khususnya Indonesia. Dari leyeh-leyeh di pantai nge-hits, blusukan ke tempat-tempat nggak jelas, sampe naik ke gunung pengennya dijalani semua. Gilanya tempat-tempat keren di Indonesia nggak ada habisnya. Belum lagi kalau bertemu banyak orang-orang baru sesama Bangsa Indonesia, tapi dengan budaya dan bahasa daerah yang berbeda-beda. Rasanya jiwa ini tambah kaya tiap kali travelling. Tiap periode selalu aja ada cerita dari teman-teman tentang tempat ini dan tempat itu dari seluruh sudut Indonesia. Kalau punya dana dan waktu pasti aku sempatkan untuk melipir menikmati alam-alam dan kota-kota Indonesia. Kalau sudah piknik aku tulis ceritaku di blog dan unggah ke sosial media.

Aktivitas menulis cerita travelling di blog mau nggak mau membuatku mengenal dunia blogger yang penuh dengan cerita. Aku mulai mengenal teman-teman sesama blogger, ikut berbagai macam acara seru, dan mulai disadarkan tentang peran blogger yang nggak kalah penting dengan peran media mainstream macam TV dan koran yang jadi jendelaku di masa lalu. Jamannya sudah berubah.

Belakangan aku disadarkan bahwa pemerintah Republik Indonesiaku tercinta ini mulai menyadari pentingnya blogger. Beberapa acara seru yang diselenggarakan dari pihak pemerintah untuk blogger pun aku ikuti.

Salah satu acara seru yang aku ikuti adalah kegiatan Flash Blogging yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemitraan Komunikasi RI. Wawasanku bertambah disini. Aku mendapat ilmu tentang menulis kreatif oleh jurnalis senior, Bp. Anto Prabowo. Pak Anto cerita tentang menulis dari jaman ke jaman. Di masa lalu penulis itu dilakukan oleh pahlawan. Orang-orang menulis untuk membuka wawasan, berbagi gagasan, dan dengan cerdas melawan penjajahan. Jaman berganti. Kini menulis tidak hanya tentang kegiatan perlawanan tetapi juga hiburan. Pak Anto ini mengisi sesi Tips Menulis Kreatif tapi malah nggak ngasih tips apa-apa. "Nggak ada tips menulis kreatif, karena tips itu mirip-mirip bumbu instan. Menulis itu proses dan kamu tahu kalo kamu sudah menulis secara kreatif ketika tulisanmu membuat kesan pada pembacamu." ucap Pak Anto. Menurut Pak Anto, sebagai blogger yang berperan sebagai penulis sekaligus editor, yang menilai tulisanku ya pembaca.


Aku juga berkesempatan mendapat cerita inspiratif dari tim komunikasi presiden, Bp. Andoko Darta, yang bercerita tentang sudut istana, tentang kegiatan Bapak Presiden Jokowi yang luar biasa, tentang orang-orang di sekeliling bapak presiden yang mendukung pekerjaan presiden yang akhirnya berdampak pada seluruh Rakyat Indonesia, tentang percepatan pembangunan di seluruh Indonesia khususnya infastruktur dan listrik. Sesi ini adalah sesi paling menarik karena aku diajak untuk melihat video inspiratif tentang pembangunan Indonesia. Semua video yang dibawa Pak Andoko Darta membuatku merinding. Beliau kembali mengingatkan, Indonesia adalah negara yang besar, sudah 72 tahun merdeka, tetapi mengapa masih menjadi negara berkembang? Ah aku jadi kembali ke masa kecil, ketika mengajukan pertanyaan tentang mengapa Indonesia hanya negara berkembang. Aku jadi ingat pengalaman saat menikmati museum nasional di Seoul, Korea Selatan dan menyadari bahwa tahun kemerdekaan Korea dan Indonesia sama, tahun 1945, namun Korea Selatan saat ini sudah menjadi negara maju. Pak Andoko kembali mengingatkan bahwa pemerintahan Pak Jokowi sedang giat-giatnya membangun Indonesia untuk mengejar ketertinggalan kita. Pembangunan di sana-sini, harga BBM sama di semua daerah, jalan tol di seluruh pelosok Indonesia. Duh, aku merinding lho ini nulisnya.

Omong-omong tentang Indonesia, aku masih punya impian untuk keliling Indonesia. Berkunjung dan menjelajah negeri kesayanganku ini. Apalagi Indonesia sedang giat-giatnya membangun. Aku ingin jadi saksi pembangunan Indonesia dan menceritakan kisah Indonesia yang aku cinta ini. Amin.

Dinilint

NB: Terima kasih kepada pemerintahan Bapak Jokowi dan Kominfo yang sudah menyelenggarakan acara Menuju Indonesia Maju.

11 komentar:

  1. Alhamdulillah bermanfaat sekali ya hari ini Mba :-D
    Selamat ya dapet Payung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa. Xixixixi,, iya nih, baru dapet payung aja seneng, gimana dapet sepeda yaaa

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  3. Semoga cita2 utk keliling Indonesia tercapai yach Mbak. Amin

    Ohy, Mbak kalau boleh saran, ganti dong gaya huruf tulisannya, mata saya agak pusing membaca dengan " Model " tulisan seperti itu.

    Maaf loh Mbak sekedar saran. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiiinnnn,,,
      Makasih lho KANG NATA masukannya. Aku udah ganti nih font-nya, masih bikin sakit mata kah?

      Hapus
  4. acaranya keren ya, dan setuju banyak tempat di Indonesia yang menarik dikunjungi

    BalasHapus
  5. Uwo, flash blogging dan tulisannya sepanjang ini.

    Selamat berpayung ria di teriknya mentari Semarang ya.
    Salam bahagia dari Lombok ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah,, idenya bermunculan ditambah kejar-kejaran dengan waktu, kok ternyata bisa banyak ya tulisannya. Tapi tulisan yang di atas udah aku edit dikit malemnya biar lebih enak alurnya. Xixixixi.
      Aku payungan dulu ah ;P

      Hapus
  6. Sejelek-jeleknya Indonesia, masih banyak yang bisa disyukuri terlahir di Indonesia dan asli orang Indonesia. Banyak yang bisa dnikimtai di Indonesia yang tidak ditemukan di tempat lain. Malah saking seringnya saya jalan-jalan ke negara lain, saya makin cinta bersyukur jadi orang Indonesia.

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)