Sabtu, 10 Februari 2018

Sakura

Sakura. Bunga cantik berwarna pink yang muncul setahun sekali sebagai peringatan bahwa musim semi akan segera tiba dan mengakhiri masa-masa dingin di musim yang lalu. Pertemuanku dengan bunga sakura cukup memberikan memori yang menyenangkan.

sakura di jalanan Seoul

Saat itu musim semi di Seoul dan di tiap sudut jalan
aku melihat pohon dengan bunga pink dengan semburat putih yang cantik. Sebenarnya agak ragu apakah benar itu bunga sakura yang ramai dibicarakan orang, pasalnya sakura yang aku kenal berasal dari Jepang, dan saat itu aku berada di Seoul, Korea Selatan. Ternyata oh ternyata, sakura juga tumbuh di Seoul, namun mereka menyebutnya cherry blossom. Bahkan ada festival untuk memperingati mekarnya cherry blossom di sepanjang sungai di daerah Yeoungdeungpo. Berjalan-jalan di malam hari di tepi sungai sambil menikmati mekarnya bunga sakura sungguh mempesona. Aku suka.

Selain bertemu sakura di Seoul di musim semi, aku juga sempat bertemu sakura tanpa sengaja di bulan Februari di jalanan Tokyo yang dingin tahun lalu. Saat itu bulan Februari dan cuaca di Tokyo masih super dingin untuk kulit orang tropis macam aku. Tanpa sengaja ketika jalan-jalan di daerah Odaiba kami melihat di sepanjang jalan pohon-pohon berbatang coklat itu berhiaskan bunga pink kecil-kecil. Aku ragu jika pohon itu adalah pohon sakura hingga temanku yang tinggal di Tokyo terkekek dan mengatakan bahwa si sakura salah musim dan sudah duluan muncul. Pasalnya sakura hanya akan mekar setahun sekali dalam jangka waktu 2 minggu saja. Jadi kesempatan si sakura untuk mekar dalam setahun cuma sekali saja, nanti musim semi dia tidak akan mekar lagi. Buat aku, ini adalah keberuntungan, aku datang ke Tokyo saat musim masih dingin tapi aku sudah bisa menikmati sakura. Berjalan-jalan di sepanjang jalanan Odaiba ditemani sakura sih luar biasa rasanya.

Kalau mengingat masa-masa piknik sambil ditemani sakura, kok pengen balik ke masa itu ya. Rasa-rasanya aku masih ingin melihat-lihat bunga sakura yang cantik itu, memotret sebanyak-banyaknya,, atau membawanya sekalian pulang ke rumah. :D

kemasan sakura collagen yang cantik

Tahun 2018 ini ternyata aku bisa bawa pulang sakura ke rumah lho, tapi sakura kali ini tidak berbentuk pohon atau bunga pink cantik yang sedang mekar. Sakura yang bisa aku bawa pulang ke rumah adalah Sakura Collagen, produk perawatan kulit dari Meiji. Ah, namanya mengingatkanku pada bunga sakura cantik di pinggiran sungai di Seoul dan di jalanan Odaiba. Aku jadi berharap dengan menggunakan Sakura Collagen aku juga tetap cantik secantik sakura yang sedang mekar.

Sakura pink cantik simbol masa-masa menyenangkan dikirim langsung ke rumah dalam box berwarna putih yang cantik. Sakura menjadi bunga yang istimewa karena kehadirannya dinanti setiap tahun. Di Jepang ada perayaan piknik di bawah pohon sakura bersama keluarga dan teman-teman tercinta. Datangnya sakura menandakan musim yang dingin sudah berlalu dan cuaca menjadi lebih hangat dan bersahabat.

Seperti namanya, Sakura Collagen berwarna pink, bertekstur lembut, dan packagingnya cantik. Krim skin care ini diletakkan dalam wadah putih cream yang manis. Bentuk Sakura Collagen sendiri berupa krim berwarna pink dengan wangi yang pas.

Tekstur Sakura Collagen yang lembut dan pink

Sakura Collagen sebenarnya adalah krim anti aging yang terdiri dari kolagen, ekstrak sakura, pro-vit B5, Vit E, dan Sodium Hyaluronat. Bahan-bahan ini dipercaya dapat menutrisi, melembabkan, dan membantu menyamarkan tanda-tanda penuaan pada kulit. Sakura Collagen ternyata adalah produk yang baru saja di-launching pada tahun 2017 oleh PT Meiji Indonesia. Aku sendiri baru kenalan dengan Sakura Collagen.

Sebagai produk perawatan kulit, penggunaan Sakura Collagen cukup dioleskan ke kulit tipis-tipis setiap hari. Aku sendiri menggunakan Sakura Collagen sebagai pelembab pada pagi hari dan sebagai krim malam di malam hari. Tekstur krimnya lembab, sehingga sangat cocok untuk menjaga kelembaban kulit, terutama untuk jenis kulit kering. Ketika dioleskan krim-nya langsung meresap ke kulit. After taste-nya enak dan tidak berat. Btw, kulitku termasuk kulit kombinasi yang di bagian dahi berminyak sedangkan di pipi normal, namun Sakura Collagen baik-baik saja di kulit kombinasiku.

Aku sudah mencoba memakai Sakura Collagen selama sebulan ini dan rasanya OK di kulit mukaku. Meskipun Sakura Collagen adalah krim perawatan kulit yang sangat praktis karena dapat digunakan untuk pagi dan malam hari, namun saat masa-masa menstruasi dan jerawat kadang datang tak diundang, aku merasa ragu untuk menggunakan Sakura Collagen di wajah berjerawatku. Rasa-rasanya krim Sakura Collagen bakalan menumpuk dan menutup pori-pori untuk bagian berjerawat sehingga jerawatku lama keringnya dan lama hilangnya.

Setelah sebulan pemakaian Sakura Collagen,
Tetep cantik macam bunga sakura :P

After all, aku senang bisa berkenalan dengan Sakura Collagen dan coba-coba bikin review tentang si sakura yang satu ini. Kalau selama ini suka bertanya-tanya, "bagaimana sih rasanya jadi reviewer yang dikirimin sample product, terutama produk kecantikan?" akhirnya aku menemukan jawabannya. Nggak gampang, terutama bagian selfie dan menunjukkan pada dunia bahwa wajahku bersama Sakura Collagen baik-baik saja. Hahahahah.

Dinilint

4 komentar:

  1. Wanginya kyk bunga sakura ngak mbak? heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mirip2 sih mbak,, kalo sakura aslinya itu wanginya juga tipis-tipis,, bukan wangi yang semerbak

      Hapus

Thank you for reading and leaving comment :)