Jumat, 30 Maret 2018

Camping di Hotel

Camping itu kalo diterjemahin secara bebas artinya nenda, kalo mau dijabarkan lebih detail lagi mungkin bisa jadi pindah tidur di tenda atau menginap di dalam tenda. Tapi kalo menginap berarti ritual macam mandi, boker, pipis, makan juga mengikuti dan,,,, mengingat fasilitas tenda yang minimalis kemungkinan printilan-printilan macam itu juga harus menyesuaikan dengan fasilitas. Mmmm,,, untuk orang kota yang sudah terbiasa dengan kemewahan rasa nyaman agak berat juga ya. Mungkin salah satu jawabannya ya dengan camping di hotel.


Fotonya mas Teguh

Jumat, 23 Maret 2018

Telomoyo: Jeep Ride, Sunrise, dan Off Road

Naik gunung itu identik dengan capek yang berteman dengan betis berkonde. Belum lagi kalo pake acara ngejar sunrise di puncak,, udah badan berlimpah dengan asam laktat ditambah nggak tidur semalaman dan ngos-ngosan sekaligus deg-degan kareana ada kemungkinan nggak ketemu matahari pertama hari ini. Tapi ya,, naik gunung itu ngangenin. Andai saja naik gunung itu tinggal duduk manis sambil (*nanyi mode:on) kanan kiri,, kulihat saja,, banyak pohon cemara,, a,, a,, trus tahu-tahu nyampe puncak, kan enak banget kan ya. Kalo aku cerita ke temenku yang anak gunung, mereka si cuma bales ketawa aja,, yang aku artikan secara harafiah, 'Ini seninya naik gunung. Kalo naik gunung macam naik bus antar kota semua orang bakalan naik gunung dan gunung nggak lagi asik.' Mmmm. Eh tapi lain cerita lho  kalo naik gunungnya naik Gunung Telomoyo (1894 mdpl) di Salatiga. Ini beneran aku tinggal duduk manis, lihat kanan-kiri [yang bukan pohon cemara tapi jurang], terus ketemu sunrise deh. Ya meskipun jalanan gunung nggak semulus pantat bayi dan harus pake kendaraan off road dengan mesin 4 x 4 tapi tetep uhuyy.


Photo by Rivai Hidayat

Senin, 19 Maret 2018

Jakarta: Pameran ge.lintang, Workshop SEO, Content Creator 101, dan Java Jazz 2018

Hai Jakarta,
Terima kasih ya sudah ramah denganku kali ini. Terima kasih sudah jadi tempat belajar untuk aku dengan ge.lintang, clothing line ku yang berdesain simple, modern, dan beda yang menggunakan material kain tradisional Indonesia favorit aku. Terima kasih juga dengan tanggal yang kebetulan pas untuk aku ikutan workshop SEO bareng Blogger Perempuan Network. Dan kebetulan lain yang membuat aku bisa ikut Workshop Content Creator 101 bareng om Arbein Rambey, mas Lucky Pransiska dan kak Gandhi Fernando berbonus nonton Java Jazz Festival 2018 seharian. O yeay.

Indah dilihat, sedih untuk dijalani.

Ada yang bilang kebetulan itu nggak ada, everything happen for a reason. Tapi rasanya perjalanan ke Jakarta kali ini penuh dengan kebetulan-kebetulan yang menyenangkan. Semuanya berawal dari nekat

Sabtu, 10 Maret 2018

Jalan-Jalan Keliling Indonesia Melalui Film

Salah satu impian terbesarku adalah jalan-jalan keliling Indonesia. Harapanku nggak cuma jalan-jalan di kota-kota besarnya aja, tetapi juga mengunjungi daerah-daerah baru dan bertemu dengan orang-orang lokal yang tinggal di tiap daerah sambil berkenalan dengan budaya setempat. Salah satu budaya yang ingin aku nikmati adalah bahasa. Indonesia dan 1158 bahasa daerahnya (wikipedia) menjadi salah satu daya tarik untukku jalan-jalan keliling Indonesia. Meskipun belum benar-benar membawa raga dan telinga untuk mendengar tiap bahasa daerah di Indonesia secara langsung, thank God di tahun 2018 ini aku bisa jalan-jalan keliling Indonesia melalui film Indonesia berbahasa daerah. Aku akan bercerita tentang pengalamanku dengan film Marlina, Si Pembunuh Dalam Empat Babak dan Sumba, pengalamanku dengan film Yowis Ben dan Jawa, serta pengalamanku dengan film Sekala Niskala (The Seen And Unseen) dan Bali.



Aku suka sekali dengan film. Di dalam film ada rangkaian cerita yang diceritakan secara visual. Saat menonton film aku seperti masuk ke dalam dunia si tokoh dan menikmati latar belakang waktu dan tempat dari cerita tokoh tersebut. Kadang aku menggunakan film untuk jalan-jalan secara imajinatif atau sebagai referensi jalan-jalan, misal aku ingin mengendarai kuda di Sumba karena ada adegan di Pendekar Tongkat Emas dengan kuda dan latar belakang bukit telletubies yang indah atau aku ingin goler-goler di padang pasir Bromo setelah nonton Pasir Berbisik. Aneh ya,,, Hehehe.