Senin, 19 Maret 2018

Jakarta: Pameran ge.lintang, Workshop SEO, Content Creator 101, dan Java Jazz 2018

Hai Jakarta,
Terima kasih ya sudah ramah denganku kali ini. Terima kasih sudah jadi tempat belajar untuk aku dengan ge.lintang, clothing line ku yang berdesain simple, modern, dan beda yang menggunakan material kain tradisional Indonesia favorit aku. Terima kasih juga dengan tanggal yang kebetulan pas untuk aku ikutan workshop SEO bareng Blogger Perempuan Network. Dan kebetulan lain yang membuat aku bisa ikut Workshop Content Creator 101 bareng om Arbein Rambey, mas Lucky Pransiska dan kak Gandhi Fernando berbonus nonton Java Jazz Festival 2018 seharian. O yeay.

Indah dilihat, sedih untuk dijalani.

Ada yang bilang kebetulan itu nggak ada, everything happen for a reason. Tapi rasanya perjalanan ke Jakarta kali ini penuh dengan kebetulan-kebetulan yang menyenangkan. Semuanya berawal dari nekat
untuk coba pameran offline untuk ge.lintang, clothing line milik aku dan adik-adikku yang berkonsep mempunyai desain simple tapi beda, gaya tapi nggak ribet, modern tapi etnik. ge.lintang selalu pakai material kain tradisional semacam batik, lurik, dan tenun. Tentang apa dan bagaimana pengalamanku dengan pameran offline ge.lintang sudah aku catat di blog ge.lintang.

St. Tawang - St. Gambir

Aku dan adikku berangkat ke Jakarta naik kereta api dari Stasiun Tawang dan turun di Stasiun Gambir dengan bawaan dua koper besar. Ini adalah pengalaman kali pertama aku bawa-bawa koper besar, dua pula, pake kereta. Aku sempat ragu apakah boleh koper besar begini dibawa-bawa pake kereta, mengingat peraturan bawa barang menggunakan jasa kereta api Indonesia kan ada pembaharuan. Ternyata nggak masalah. Kami geret sendiri koper-koper besar itu tanpa porter, naikin sendiri ke kereta api, dan menyelipkan koper besar di ujung gerbong. Kami sengaja memilih tempat duduk di ujung, selain ada ruang untuk menaruh barang tapi juga karena harganya lebih murah karena dekat kamar mandi kereta yang kadang mengeluarkan aroma khas kamar mandi. Banyak juga yang membawa koper super besar dan ternyata koper besar muat untuk diletakkan di area atas kereta, dengan jasa porter tentunya.

Setelah perjalanan nyaman bersama Kereta Api Indonesia, kami tiba di Gambir dan sekali lagi memutuskan untuk tidak menyewa jasa porter. Kami survive. Perjalanan dari gerbong kereta ke ruang kedatangan sama sekali tidak menyulitkan kami yang perempuan ini membawa koper super besar. Kami juga bisa memesan taksi online (Gocar) dari lobi Stasiun Gambir. Buat kami yang dari Semarang ini adalah kemudahan. Seandainya kami tiba di Stasiun Tawang atau Stasiun Poncol, kami harus jalan kaki keluar (dengan membawa koper besar) untuk dapat memesan taksi online.

Makan malam by Ikea

Kami menginap di area Kuningan, tepatnya di Jalan Tiong. Di jalan sempit di area pusat perkantoran Jakarta ini banyak sekali kamar-kamar yang disewakan dengan harga yang jauh lebih murah daripada di hotel. Kami menggunakan jasa Red Doorz untuk menemukan kamar menginap di Jakarta. Mengingat kami akan tinggal sekitar seminggu di prime area nya Jakarta jadi kami harus jeli melihat harga, fasilitas, dan lokasi. Terima kasih ya Red Doorz, kami dapat semua.

ge.lintang

Pengalaman membawa ge.lintang dari Semarang ke Jakarta ini sungguh sangat berkesan buat kami. Pengalaman membawa ge.lintang dari online menjadi offline meskipun hanya dalam waktu 4 hari di sebuah office market di kawasan SCBD Jakarta juga menjadi catatan tersendiri untuk kami. Cerita seru tentang Pop Up Market Pertama ge.lintang ada di blog satunya (kalo kamu penasaran, kamu bisa klik di tulisan biru itu).

Jaga booth ge.lintang tetep promosi pake baju ge.lintang :P

Pameran offline ge.lintang hanya berlangsung selama jam kantor. Otomatis di malam hari kami punya waktu senggang. Waktu-waktu senggang ini aku manfaatkan untuk bertemu dengan teman-teman (yang untungnya bisa ditemui mengingat jarak dan waktu di Jakarta yang begitu mepet), curhat-curhatan, bego-begoan, makan, nonton, dan seru-seruan. Ada satu malam ketika aku nekat mau nonton tengah malam dan keesokan harinya aku bangun kesiangan sehingga buka lapak di pameran ge.lintang yang seharusnya jam 9 pagi molor sampe jam 11 pagi. Hahaha.

Workshop

Selesai dengan pameran offline ge.lintang di hari Jum'at, kok pas banget di hari Sabtu Blogger Perempuan Network mengadakan workshop SEO. Kok bisa pas banget gini ya. Ya udah, apa salahnya si nambah ilmu dan nambah teman baru. Aku yang selama ini nulis cuma asal, jadi sedikit tahu tentang search engine optimization. Sebagai blogger, supaya tulisannya bisa dilacak melalui halaman google sebaiknya menulis dengan memikirkan kata kunci yang sesuai dengan tema tulisan di postingan blog. Aku bener-bener baru ngeh ada ilmu macam itu. Mbak Nunik Utami jelasin dengan rinci, langkah demi langkah, tapi juga sangat praktis sehingga mudah untuk langsung dipraktekkan untuk para blogger. Selain materi workshop yang sangat bermanfaat, tempat workshop di EV Hive Kuningan juga seru banget. Ternyata oh ternyata, kantornya BP Network itu ya di EV Hive Kuningan itu. EV Hive sendiri adalah coworking space, tempat kerja yang bisa disewa siapa saja yang butuh tempat untuk bekerja. Aku jadi ngimpi siapa tahu ge.lintang suatu saat punya kantor yang punya fasilitas ayunan, bean bag, mini golf dan hal-hal seru lainnya kaya EV Hive. Amin.

Foto bareng teman-teman dari BP Network

Sabtu sorenya aku ikutan Workshop Content Creator 101. Awalnya sempet males ngelihat harga empat ratus ribu rupiah untuk ikutan Content Creator 101: Visualize Yout Story. Tapi ternyata salah satu benefitnya adalah dapet daily pass Java Jazz 2018 yang harga normalnya delapan ratus ribu. Ayuklah berangkat! Nggak rugi juga ikutan Content Creator 101 yang diselenggarakan oleh Kompas ini. Aku belajar dari om Arbain Rambey bahwa sebagai jurnalis foto, beliau harus tahu foto apa yang bakalan didapat sebelum mem-foto. Apalagi dengerin om Arbain cerita tentang pengalaman-pengalaman beliau saat bertugas menjadi wartawan foto, bikin kaya jiwa. Ada juga cerita tentang di balik layar pembuatan konten sekelas Kompas.id oleh mas Lucky Pransiska. Seru banget dengerin ceritanya dan tim untuk putar otak supaya konten-konten di Kompas mengikuti perkembangan jaman tapi tetep ada jiwa Kompas yang merupakan media yang cukup punya nama dan terbilang senior. Aku juga kenalan dengan Youtuber bernama Gandhi Fernandez yang ternyata udah sering main film tapi aku nggak tahu orangnya. Cerita dia tentang produksi konten YouTube-nya, modal apa aja yang perlu dia keluarkan, dan konsistensi untuk tetap berkarya sesuai perkembangan jaman. Semua materi-materinya bikin kaya jiwa beneran dan sangat menginspirasi. Terima kasih Kompas.

Java Jazz Festival

Sabtu itu ditutup dengan nonton Java Jazz Festival. Seneng deh bisa seru-seruan lagi lompat dari satu panggung ke panggung lain dan menikmati musik jazz. Ya meskipun sekarang di Java Jazz Festival nggak semua artisnya bawain lagu Jazz. JJF 2018 ini buat aku rasanya lebih sedikit pilihannya. Aku bisa stay di satu panggung dan nggak gontok-gontokan milih dia antara 2, panggung mana yang harus ditonton di jam yang sama. Ya mungkin dibikin begitu biar yang nonton nggak bingung ya. Yang jelas di JJF 2018 ini ada dua hal yang membuat terkesan. Yang pertama adalah nemu Neighbour Complain di panggung outdoor kit-kat. Mereka adalah band asal Jepang yang terdiri dari 4 personil; vokal dan keyboard, bass, gitar, dan drum. Lagunya asik asik banget dan sukses bikin aku berdiri di depan panggung mereka dari mereka masih check sound sampe manggung dari awal sampe say goodbye. Ya meskipun pas nonton sambil disambi makan es krim potong. Yang kedua ada stand Indomie yang bisa dibeli dengan harga 10,000 udah mateng. Ini penting banget, karena di tahun-tahun terdahulu makanan yang diperjualbelikan di JJF ini mahal. Thank God for Indomie.

Yeay!

Kami pulang dari area JJF di Kemayoran jam 2 pagi. Jam 8 pagi kami sudah harus bersiap untuk ke bandara terus pulang deh ke Semarang. Kali ini pulang masih bawa dua koper besar tambah satu koper kecil. Barang bawaan kami nambah karena di hari pertama kami sempat ke Ikea dan beli rak baju. Berhubung barang bawaan yang super banyak, kami memutuskan untuk pake pesawat untuk pulang. Ternyata bagasi kami overload, tapi Thank God karena yang melayani di bagian check in masih manusia (di Singapur udah robot semua yang ngurusin) kami bisa minta diskon. Hehehehe.

Berhubung di hari Minggu jalanan Jakarta lengang dan menyenangkan, kami masih punya banyak waktu ketika sampe di terminal 1 Bandara Sukarno Hatta. Waktu senggang itu bisa aku pake untuk nyobain sky train. Uhuy.


Postingan ini adalah postingan jurnal untuk kepentingan pribadi (*baca: supaya Lintang inget tiap memori saat di Jakarta bulan Feb-Mar tahun 2018). Terima kasih ya sudah baca. ;)

-Dinilint-

8 komentar:

  1. Saya akhir Feb lalu juga baru balik dari Jakarta.
    Ada suka dukanya sih selama disana.
    Tiap kali ke Jakarta, suka stress sendiri sama macetnya. Hahahah.
    Tapi yang paling disuka kalo ke Jakarta ya apa aja ada semua.
    Asal duitnya cukup aja :D
    Btw, kayaknya seru ya acaranya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha,,, Jakarta oh Jakarta. Aku kemaren juga sempet terjebak di jalan pas hujan-hujan. Masa puter balik aja sampe setengah jam. Besoknya lebih milih jalan kaki daripada naek taksi. Wkwkwkwk. Duit cukup kalo waktunya habis di jalan juga sama aja mas :D

      Hapus
  2. Bisa pas ya mba waktunya :D beruntung hihihi jd pengen ke jakarta lg tp nunggu puasa :D

    BalasHapus
  3. Link instagramnya kok nggak bisa ya mbak, penasaran mau lihat koleksinya. Gini pesannya :

    The link you followed may be broken, or the page may have been removed.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekarang udah bener mbak. Kemarin emang sempet di utak-atik Ig nya ge.lintang,, jadinya link nya ngaco. Sekarang udah aku benerin. Thank you mbak Nanik

      Hapus
  4. Wow, pulang ke Samarang bawa belanjaan dari Jakarta ya, dari Ikea ada rak dll. Mantap ini mbak. Puas ya menikmati acara bareng BPN. Seru banget. Cantik deh mbak pakai rok panjang itu :)

    BalasHapus
  5. Iya mbak,, pulang ke Semarang bawa rak.
    Acara bareng BPN nya pas banget sama jadwal pameran, jadi sekalian aja.
    Yeay makasih ya mbak,, rok-nya ge.lintang nih ;)

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)