Minggu, 22 Juli 2018

Menginap Semalam di Wae Rebo

Bisa merasakan tinggal semalam di salah satu desa dengan akses yang lumayan sulit adalah lifetime experience buat aku. Seharian aku berinteraksi dengan warga, dari mulai anak-anak, kakak-kakak, sampai bapak-bapak. Hahaha,, agak maksa nih biar belakangnya terdengar senada dengan akhiran -ak,, aku juga berinteraksi dengan mbak-mbak dan ibuk-ibuk kok. Satu hal yang bikin aku belajar banyak dari warga Wae Rebo adalah sikap mereka yang sangat terbuka, sederhana, dan mampu bekerja sama. Keren kannnnn.



Kegiatan pertama begitu memasuki Desa Wae Rebo adalah masuk ke rumah kepala adat. Di rumah kepala adat ini semua pendatang wajib

Jumat, 13 Juli 2018

Jalan-Jalan ke Wae Rebo Naik Motor

Akhirnya keinginan untuk berkunjung ke Wae Rebo tercapai. Dimulai dengan masa persiapan memilih opsi mana yang paling asik untuk menuju Wae Rebo - naik motor setir sendiri, cari temen jalan tapi naik motor, ikutan open trip, ngomporin grup biar bisa sewa mobil -, sampai akhirnya berangkat ke Wae Rebo secara mandiri - nggak pake agen tur atau pun open trip dan tanpa guide -, berhasil melewati hutan dan menemukan Desa Wae Rebo, diterima melalui upacara adat di Wae Rebo, dan kembali dengan selamat ke Labuan Bajo. :)


Desa Wae Rebo dari kejauhan

Jumat, 06 Juli 2018

Pengalaman Menginap di Hotel Sendok Lombok

Hotel Sendok terletak di Pantai Senggigi, Lombok. Lokasi Hotel Sendok sangat strategis, aku cukup naik Damri dari Bandara Lombok Praya, membayar uang Rp. 40,000 dan ngomong dengan Pak Sopir kalau aku akan turun di Hotel Sendok. Damri pun berhenti tepat di depan hotel. Untuk hotel super strategis ini aku membayar kurang dari Rp. 100,000. Lalu bagaimana pengalamanku menginap di Hotel Sendok?



Secara keseluruhan pengalaman menginap di Hotel Sendok sangat menyenangkan. Aku mendapat informasi tentang Hotel Sendok dari