Senin, 13 Agustus 2018

Living On Board 4 Hari 3 Malam : Lombok - Labuan Bajo

Yeay. Akhirnya rencana untuk Living On Board (LOB) di Taman Nasional Komodo terlaksana. Aku memilih untuk berada lebih lama di laut, 4 hari dan 3 malam. Perjalanan LOB dimulai dari Labuan Lombok menuju Labuan Bajo. Aku ikut LOB ala backpacker menggunakan kapal kayu. Selama perjalanan kami sempat mampir ke Pulau Moyo, lihat lumba-lumba berenang, naik ke puncaknya Gili Laba, ketemu komodo di Pulau Komodo, berenang di Pink Beach, mencoba peruntungan bertemu manta di Manta Point, snorkeling di Pulau Kelor, dan berlabuh di Labuan Bajo.




Lombok


Aku dan teman-teman mau nggak mau harus nginap semalam di Lombok sebelum besoknya dijemput pagi-pagi oleh tour agent yang bertanggung jawab atas LOB kami. Thank God, kami dapat tempat menginap yang seru di Hotel Sendok, persis di depan gang menuju Pantai Senggigi, Lombok. Cerita pengalaman menginapnya ada di sebelah sini ya.

Di depan Hotel Sendok bersama barang bawaan dan teman seperjalanan

Sebenarnya rombongan kami sudah dijemput sekitar jam 10 pagi. Saat masuk ke dalam bus kecil yang akan membawa kami ke Labuan Lombok, bus sudah terisi sekitar setengahnya. Kami pikir kami adalah rombongan terakhir yang dijemput oleh pihak agen. Ternyata kami berhenti lagi di dekat pelabuhan Senggigi untuk menunggu satu orang yang baru akan tiba naik boat dari Bali. Sayangnya satu orang ini datangnya lama banget entah kenapa.


Akhirnya bus kami berangkat juga. Dari Senggigi kami berjalan ke arah timur. Kami sempat mampir di kantornya Kencana Tur untuk dapat penjelasan terkait dengan LOB yang akan kami laksanakan. Di kantor ini kami juga boleh memesan minuman tambahan yang nantinya akan disediakan di kapal. Kalau beli dadakan di kapal? Sayangnya nggak bisa, karena nggak ada yang jualan tahu bulat yang digoreng dadakan di tempat apalagi minuman macam bir, air mineral tambahan, atau soda.


Perjalanan naik bus kecil tak ber-AC kembali dilanjutkan. Tujuannya adalah Labuan Lombok, tempat kami akan memulai pelayaran menuju Labuan Bajo. Yippie. Sepanjang jalan nggak ada acara mampir makan. Kami dibagi dus berisi mi goreng lengkap dengan sedikit sayuran dan mi dadar sebagai makan siang kami di dalam bus. Bus cuma mampir sebentar untuk ambil air mineral botol dan beberapa kota bir hasil pesanan di warung langganan pinggir jalan. Bus juga sempat mampir di salah satu toko dimana kami bisa numpang pipis sebentar. Bonus untuk aku karena di seberang toko aku bisa beli es campur khas Lombok dengan potongan buah segar, rumput laut, dan air gula dengan harga Rp 5,000 saja.

Berlayar!


Hari sudah sore ketika kami sampai di Labuan Lombok. Hanya ada satu kapal kayu yang siap berlayar sore itu. Mungkin kapal-kapal yang lain sudah berangkat duluan, mungkin juga cuma kami yang berlayar. Let's see.

Sebenarnya di itenary ada rencana untuk mampir di Pulau Kenawa. Konon katanya sunset di Pulau Kenawa ini indah banget. Sayangnya kami kesorean untuk bisa mampir di Pulau Kenawa. Rasanya pengen nyalahin satu orang yang tadi lama banget nyampe Pelabuhan Senggigi yang mengakibatkan kami harus nungguin orang itu dan kami semua batal menginjakan kaki di Pulau Kenawa, tapi apa artinya ngomel kalo udah begini.

Malam itu kami boleh berenang di laut lepas. Lautan tenang, angin bagus, dan persediaan air bersih masih banyak. Eh tapi,, selama LOB ini kami nggak dibolehkan untuk mandi karena persediaan air bersih cuma digunakan untuk kepentingan pup dan pip (bab dan bak). Sebagian isi kapal pun nyebur ke dalam laut. Kami bisa menggunakan atap kapal sebagai tempat untuk lompat. Malam ini kami tidur di kapal di laut yang tenang. Mesin mati, jadi suara lautnya terdengar syahdu.


Paginya suasana lebih syahdu, langit gelap berubah jadi berwarna lebih cerah. Sayangnya aku nggak kebagian sunrise dengan pemandangan matahari bulat cerah. Pas aku bangun kapal sudah bergerak lagi dan rasanya matahari sudah di posisi yang lebih tinggi. Pemberhentian pertama kami hari ini adalah Pulau Moyo. Di Pulau Moyo kami bisa mandi air tawar karena kami akan mengunjungi air terjun di pulau, kemudian lanjut snorkeling di sekitar Pulau Moyo.

Pulau Moyo


Kapal kayu yang kami tumpangi nggak bisa merapat ke pulau, kami punya pilihan untuk berenang ke pulau atau naik kano kecil. Aku sih pilih naik kano aja, biar ngirit tenaga. Hahaha. Dari pinggir pantai kami harus jalan kaki sekitar 20 menitan ke air terjun. Pas di air terjun ternyata udah banyak orang. Kesimpulannya, yang berlayar hari itu nggak cuma kapal kami, tapi ada juga beberapa kapal lain. Untuk menikmati air terjun, kami harus basah-basahan sambil merangkak ke atas. Kesannya seperti serem, tapi semua orang manjat. Batu-batunya keset, nggak licin, jadi enak buat pegangan. Di puncak air terjun ada kolam yang agak dalam. Kami bisa main tarzan-tarzanan dengan berpegangan ke tali dan nyebur ke kolam. Kalo yang lebih berani pilih manjat pohon baru lompat.

jalan setapak menuju air terjun di Pulau Moyo

Mandi di air terjun di Pulau Moyo masuk dalam salah satu wishlist-ku. Salah satu pertimbangan untuk ikut LOB dari Lombok ke Labuan Bajo adalah ada jadwal untuk pergi ke air terjun di Pulau Moyo. Konon katanya dulu Lady Diana aja berlibur di Pulau Moyo dan mandi di air terjunnya. Di Pulau Moyo memang ada resor mewah yang konon katanya cukup indah. Penasaran deh,, gimana rasanya nginep disana. Tapi ternyata, air terjun yang ada di Pulau Moyo ini nggak cuma satu. Nah air terjun yang aku datangi saat LOB ini bukan air terjun tempat Lady Di mandi. Next time, aku mau jalan-jalan lagi ah ke Pulau Moyo demi memenuhi wishlist untuk mandi di  air terjun tempat Lady Di mandi. 



Snorkeling di sekitar Pulau Moyo juga cukup seru. Untuk yang belum tahu snorkeling, snorkeling itu cuma ngambang di permukaan aja terus tenang-tenang lihat terumbu karang dan ikan-ikan berenang di bawah sana. Kalo nggak bisa berenang sebaiknya pake baju pelampung, meskipun pasti kita bakalan ngambang juga di air laut. Oia, untuk snorkeling butuh alat snorkeling yaaaa, alias snorkel. Untuk kaki katak atau fin nggak harus. Bahkan di beberapa tempat yang dangkal penggunaan fin tidak disarankan karena takutnya malah merusak karang.

Meskipun snorkeling di Pulau Moyo menyenangkan, kami harus selesai lebih cepat. Eh entah lebih cepat atau kaminya yang berasa nggak puas-puas. Pokoknya saat itu kami harus kembali ke kapal untuk mengejar waktu. Jadwal dari Pulau Moyo adalah perjalan delapan belas jam di kapal untuk menuju ke Flores. Mmmmmm,,,

18 jam di laut


Jadi selama 18 jam di laut ngapain aja? Thank God, sepanjang perjalanan selalu ada pemandangan indah seperti pulau-pulau cakep, lumba-lumba berenang, dan teman-teman yang rada edan. Kami juga makan berkali-kali sampe kenyang. Laper, kemudian makan lagi.

Kill the time
Ngobrol bareng temen sekapal


Malam itu makan malam dihidangkan lebih awal. Emang kami rasanya udah laper duluan. Apa karena cuma berlayar dan nggak ngapa-ngapain jadi rasanya malah pengen ngunyah. Yang jelas setelah makan malam yang lebih awal, kami pun berasa ngantuk lebih awal. Akibatnya kami semua juga tidur lebih awal. Bisa se-kapal gitu mutusin untuk tidur lho. Semua penumpang tidur, tapi nggak dengan ABK. Nah, saat tidur itu aku berasa ombaknya lagi kenceng-kencengnya. Awalnya berasa  seperti bayi yang di-nina-bobo-kan laut, goyang kanan - goyang kiri. Lama kelamaan goyangannya semakin kencang. Aku sempat mengintip gimana keadaan teman-teman, mereka semua tetap diam di tempat dan pilih tetap di posisi tidur. Aku pun nggak berani ganti posisi karena takut mabok. Keinginan untuk pergi ke toilet pun aku urungkan dan pilih memaksa diri tetap tidur. Semoga besok pagi ada kabar baik.


- Dinilint -

12 komentar:

  1. Kyaaaa mupeng banget deh, aku punya keinginan kalo udah nyapih anak pengen honeymoon ala lob gitu, ditunggu kisah selanjutnya ka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wuih,, seru tu mbak honeymoon ala LOB, apalagi di area TN Komodo. Semoga terwujud!

      Hapus
  2. Wuaaaaa seru banget ini
    Impian sejak dulu pengen bisa LOB juga
    Nunggu bocah agak gedean dulu deh
    Btw ini ceritanya nanggun bener, khan aku jadi penasaran
    Kapan nih posting lanjutannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Xixixi. Bentar ya mbak,, yg nulis capek,, yg baca jg kasihan kalo kepanjangan tulisannya.
      Makasih banget ya mbak udah ikut dalam petualangan aku lewat baca post ku ini.
      Tulisannya pasti aku lanjutin kok. Bentar lagi tayaaang.

      Hapus
  3. seru banget din ceritanya >.<
    sunsetnya cantik, sayang belum berkesempatan ke sana nih.
    pengen cobain living on board kaya gitu dududu pasti seru bgt ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba coba coba,,,
      Kalo kamu pasti bakalan kesana kok Li! Seseruan juga di kapal, island hoping, & berendem di laut.

      Hapus
    2. amin Din, makasih doanya ya.
      biar aku segera nyusul dan ceritain di blog :)

      Hapus
  4. Wah baru aja aku balik dari Lombok-Sumbawa. Btw, kamu nggak sempat ke Air terjun mata Jitu kak? Wah sayang sekali. Aku ke sana kemarin dan benar-benar indah banget. Malah gak sempat ke air terjun yang kamu datangi itu. Itu di bagian mananya Pulau Moyo?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah,, beruntung banget kamu udah ke Mata Jitu.
      Kata temen yg pernah ke Sumbawa, air terjun Mata Jitu & air terjun Diwu Mba'i ini letaknya berdekatan.
      Tp kan aku ke Sumbawa nya cm mampir & terbatas waktu & jadwal tur,,, jadi yaaaa

      Hapus
  5. Kecee kakak.. jadi pingin kesana.. huhuhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih kece kalo lihat langsung kak ;)

      Hapus

Thank you for reading and leaving comment :)