Jumat, 30 November 2018

5 Cerita Travelling Favorit Dinilint | Day 10

Siapa sih yang nggak suka dengan namanya cerita. Bahkan cara paling gampang untuk mempelajari ilmu baru adalah dengan bercerita. Mungkin ini jadi salah satu alasan mengapa akhir-akhir ini profesi blogger semakin naik daun. Eh iya nggak sih?


Ngomongin tentang cerita, aku mau bercerita tentang cerita-cerita favoritku. Berhubung banyak banget, jadi kali ini aku mempersempit bahasan menjadi cerita travelling. Buat aku cerita ini bisa menggunakan media apa saja, seperti film, buku, juga video di medsos. Kali ini aku nggak bahas blog favorit ya, kemarin aku barusan membahas blogger favoritku di post blog.

Cerita travelling favoritku sih nggak melulu soal orang yang melakukan perjalanan kemudian menceritakan kembali cerita perjalanannya sesuai runtutan waktu. Cerita perjalanan favoritku adalah cerita perjalanan yang melibatkan hati, yang mampu menggugah sanubari. Cieh,, berima banget sih kalimatnya.



Dari pada berpanjang-panjang, ini nih 5 cerita travelling favorit Dinilint:

1. Sisterhood of Travelling Pants (buku dan film)


Sisterhood of Travelling Pants bercerita tentang perjalanan celana jeans bersama empat sahabat. Saat musim panas empat sahabat ini punya kesibukan sendiri-sendiri yang membuat mereka berpisah. Si celana ini lah yang menjadi saksi perjalanan para sahabat ini. Si celana dikirimkan bergantian dari satu sahabat ke sahabat yang lain. Saat celana menemani perjalanan mereka, cerita seru selalu terjadi.

Mengikuti perjalanan si celana bersama empat sahabat ini sungguh seru dan bikin aku pengen main ke Yunani, Meksiko, dan perumahan modern di Amerika. Perjalanan persahabatan Carmen, Tibby, Lena, dan Bridget juga seru untuk diikuti.

Aku menikmati Sisterhood of Travelling Pants ini baik dalam bentuk buku maupun film. Keduanya seru dan membuat aroma liburan menguar di udara.

2. Titik Nol, Selimut Debu, Garis Batas karya Agustinus Wibowo (buku)


Aku selalu tersihir dengan ceritanya Agustinus Wibowo di tiap buku-bukunya. Buku-buku Agustinus Wibowo bukan macam buku-buku perjalanan pada umumnya yang membahas tempat-tempat seru untuk didatangi lengkap dengan budgeting dan rekomendasi itinerary.

Cerita perjalanan dalam Titik Nol, Selimut Debu, dan Garis Batas justru cerita tentang kehidupan apa adanya. Aku suka cara Agustinus Wibowo menceritakan kehidupan di negara-negeara berakhiran -Tan yang jarang dibahas orang. 

Bagian paling ngena di buku ini adalah di bagian Agustinus main ke dua negara yang terpisah oleh nasib, sungai, dan perang. Di satu sisi sungai, negaranya kaya, rakyatnya hidup sejahtera. Di sisi sungai satunya, negaranya miskin, bahkan untuk makan saja mereka harus mengumpulkan sisa-sisa makanan yang kemudian dimakan bersama-sama sekeluarga. Meskipun susah, tapi mereka sangat ramah terhadap orang asing.

3. Nas Daily (video Facebook)


Pertama kali tertarik dengan video-videonya Nas Daily di Facebook ya karena kepo dengan perjalanannya keliling dunia. Kok bisa? Selalu aja aa pertanyaan macem ini kalo lihat orang bisa travelling keliling dunia. Well,, keliling dunia ini salah satu impianku dari kecil.

Ternyata video-videonya Nas nggak cuma soal travelling pada umumnya, datang ke tempat baru, makan makanan baru, main ke tempat baru. Aku malah suka tersentuh kalo Nas bikin video tentang orang-orang yang dia temu i sepanjang perjalanan.

Nas adalah seorang Israel yang muslim. Dia sempet bete dengan sekelilingnya. Tahu kan Israel dan sekitarny ini semacam zona perang. Padahal rakyat yang tinggal di sana juga nggak pengen perang lho. Makanya Nas bikin viedo berdurasi 1 menit setiap harinya untuk menyalurkan uneg-unegnya pada dunia.

4. Chasing Liberty (film)


Film ini udah lama banget sih. Ceritanya tentang anak perempuan presiden AS yang pengen ngerasain hidup layaknya remaja normal pada umumnya seperti dating di tempat umum tanpa di temenin ajudan di tiap sudut.

Ketika si Liberty ikut perjalanan bapaknya ke Eropa, dia pun membuat bapaknya berjanji kalo dia pengen pergi ke parade terbesar di Berlin kalo nggak salah tanpa ditemeni ajudan, mm boleh deh kalo satu aja.Ternyata bapaknya melanggar janji, karena Liberty menemukan ada banyak polis berpakaian preman di pesta club. Liberty pun memutuskan untuk memberontak.

Perjalanan Liberty menuju Berlin dari Italia ala gadis pemberontak yang melarikan diri ini jadi inti cerita film Chasing Liberty. Seru banget kalo buat aku. Ada banyak tempat menarik yang di-expose sepanjang perjalanan rebel-nya Liberty.

5. Seri Naked Traveler karya Trinity (buku)


Seperti yang sudah aku tulis kemarin, aku menikmati setiap cerita mbak Trinity. Cerita-ceritanya sungguh menginspirasi dan real. Pengalaman travellingnya menginspirasi aku untuk melakukan travellingku sendiri.

Meskipun sudah ada filmnya, tapi aku tetep lebih suka buku-bukunya mbak Trinity. Kalo kangen tapi bukuya mbak Trinity belum terbit, aku baca-baca blog-nya. Nah kalo cerita-cerita travellingnya mbak T dicetak di buku, tetep aja aku beli. Sesuka itu aku sama karya-karyanya mbak T.

Cerita favoritku random banget kan? Mulai dari buku, film, video Facebook. Begitulah, karena aku juga orangnya random. Haha. Kalo kamu punya cerita travelling favorit apa?

- Dinilint -

Blogpost ini diikutsertakan dalam Blogger Perempuan Network 30 Days Blog Challenge 2018
Day 1 | Day 2 | Day 3 | Day 4 | Day 5 | Day 6 | Day 7 | Day 8 | Day 9

4 komentar:

  1. Nas Daily dan Naked Traveler! Yuhuuuu hehehe. Saya suka menonton video2 si Nas, juga tentu saja buku-buku Trinity itu buku wajib baca-ulang :D

    BalasHapus
  2. Sisterhood of Travelling Pants dan Chasing Liberty juga favorit banget buatkuu. Emang suka film-film yang berkisah tentang perjalanan gitu sih aku. Mbak Trinity sih panutan banget deh, salah satu kalimat di buku mbak Trinity sukses memicuku untuk banyak piknik selama di masa kuliah dulu. Karena katanya mumpung masih kuliah, banyak waktu luang, banyakin jalan-jalan. Impian backpackeran-pun terwujud pertama kali pas maba, meski hanya ke kota tetangga! haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeay,, ada yang tahu juga. Sekarang pun aku suka kangen dengan tipe film drama bebas mikir gini, tapi malah bikin berimajinasi untuk jalan-jalan.
      Emang mbak T tu keren banget, so inspiring

      Hapus

Thank you for reading and leaving comment :)