Jumat, 30 November 2018

Koleksi Cerita Travelling Dinilint | Day 11

Sejujurnya aku bukan orang yang pintar mengoleksi barang. Aku malah pengennya jadi orang yang minimalis, punya barang sesedikit mungkin. Jadi untuk menjawab tema BPN 30 days blog challenge kali ini, aku pilih nulisin tentang koleksi cerita travellingku. 



Foto dengan pose ajaib saat travelling juga termasuk koleksi Dinilint

Travelling yang kadang aku sebut juga dengan piknik atau kalo temen-temenku bilang jalan-jalan, identik dengan kegiatan yang selalu menyenangkan. Iya sih travelling itu super duper fun alias menyenangkan. Kalo nggak menyenangkan kok banyak orang yang rela ngeluarin duit nggak sedikit dan menghabiskan waktu dan energi untuk travelling.


Tapi nggak semua cerita travelling yang menyenangkan itu berjalan mulus macam imajinasi netijen. Haha. Jadi di koleksi cerita travelling Dinilint kali ini aku mau membahas cerita-cerita konyol, ngenes, dan apalah itu saat travelling yang udah aku alami sendiri dan berhasil aku atasi. Ini nih ceritanya:


1. Last minute cancel

 

Solo travelling ke Lasem


Ceritanya aku janjian dengan seorang teman untuk travelling ke Lasem bareng-bareng. Lasem ini sudah bikin aku penasaran sejak lama. Tapi kota kecil ini sepertinya kurang ramah sama trveller. Maksudku, aku kesulitan mmendapatkan informasi tentang transportasi umum di dalam kota dan penginapan.

Hasil nanya-nanya sama temen yang udah main ke Lasem, aku dikenalin dengan salah satu tokoh Lasem. Segala rencana udah diatur dengan matang, termasuk di mana aku bisa nebeng nginep dan gimana caranya jalan-jalan di Lasem. Eh 8 jam sebelum keberangkatan satu-satunya temen perjalananku bilang dia nggak jadi ikut karena nggak mood.

Perasaanku saat itu antara sebel, lega, takut jadi satu. Sebel dong karena imajinasiku untuk jalan-jalan bareng temen hilang begitu saja. Lega karena aku jadi lebih leluasa kalo nebeng di rumah orang. Iya, aku nginep di rumah orang yang baru kenalan beberapa hari. Tapi aku pribadi lebih leluasa kalo nebengnya sendiran. Lebih nggak ngerepoti gitu. Takut, karena ya meskipun aku punya beberapa pengelaman solo travelling, tapi kalo mau solo travelling lagi tetep aja ada perasaan was-was.

Tapi piknik tetep jalan terus dong. Lasem ini kotanya seru dan sangat fotogenic. Di Lasem aku belajar tentang hidup bertoleransi di antara perbedaan. Cerita lengkapnya udah aku tulis di sini ya.

2. Naik ke salah satu gunung tertinggi di Indonesia

 

Naik Rinjani bareng sahabat

Ketika mengiyakan untuk ikutan naik Gunung Rinjani kayaknya aku nggak mikir baik-baik deh. Tahu-tahu udah beli tiket PP ke Bali aja. Dari Bali aku akan bertemu teman-teman dan lanjut jalan darat ke Lombok untuk kemudian mendaki Gunung Rinjani.

Sejarah naik gunungku waktu itu cuma ke Gunung Lawu aja. Itu pun kepayahan, karena berkali-kali berhenti dengan alasan ambil foto. Huehue. La gitu kok nggak kapok dan ikutan naik Gunung Rinjani.

Beberapa hari sebelum keberangkatan deg-degan banget. Tapi berhubung berangkatnya sama sahabat-sahabat yang aku tahu banget karakternya, aku tetep berangkat. Saat merasa khawatir tentang rencana naik Gunung Rinjani itu aku juga cerita kepada sahabat dan dengan santai mereka bilang, "Tenang aja, gunungnya nggak bakal pindah ke mana-mana kok. Kita jalan pelan aja."

Perjalanan naik Gunung Rinjani selama 4 hari 3 malam ini jadi salah satu perjalanan nggak terlupakan buat aku. Bukan hal yang mudah sih. Bayangin aja jalan kaki full 4 hari, mesti manjat-manjat batu, mesti nanjak sampe 7 kali lewat bukit penyesalan. Tapi tetep seru. Sempet ngerasain mandi di danau dan pup di kamar mandi terindah di dunia.

Cerita perjalananku naik Gunung Rinjani udah aku tulis di sini.

3. Merasa salah kostum di pulaunya James Bond

 

Momen langka bisa travelling bertiga

Beberapa tahun yang lalu aku berhasil piknik dengan dua adek ke Thailand, tepatnya ke Phiphi Island. Sejak pertama kali ke Phuket aku emang penasaran dengan Phiphi Island. Tapi aku nggak mau ke Phiphi Island cuma itungan jam doang, pengennya nginep.

Eh ternyata adek-adek rela nemeni kakak tersayangnya ini liburan di Phiphi Island. Kami naik ferry dari Phuket Town. Pas nyampe di pulau, rame banget. Phiphi Island ini tipikal pulau super kecil yang penuh sama turis. Orang lokalnya sendiri kalah.

Di Phiphi Island semua orang pake baju pantai (*baca pake bikini dan sempak doang). Oh iya,, kebanyakan yang nginep di Phiphi Island yang orang barat, kalo orang timur cenderung cuma ngambil one day tour aja. Jadi sepanjang hari jalanan dipenuhi dengan turis-turis yang pake bikini, dari pagi sampe pagi lagi. Kami yang udah pake hotpants dan tank top aja berasa salah kostum lho di pulau itu. Hehehe.

Itu tadi sebagian cerita travellingku. Beberapa yang berkesan sih ini. Sebenernya masih banyak, tapi kok udah pegel ya nulisnya. Wkwkwkwk. Kalo kamu mau tahu bisa cek aja di bagian Travel Destinations. Aku kelompokin berdasarkan lokasinya sih. Dan perlu kamu ketahui, cerita travellingku kayaknya lebih banyak cerita konyolnya. Hehehe.

- Dinilint -


Blogpost ini diikutsertakan dalam Blogger Perempuan Network 30 Days Blog Challenge 2018
Day 1 | Day 2 | Day 3 | Day 4 | Day 5 | Day 6 | Day 7 | Day 8 | Day 9 | Day 10

4 komentar:

  1. Meski konyol, aku suka gaya bahasamu Mbak... kubaca tuntas dan pengalaman yang kece badai. Like it :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah makasih. Bikin tambah semangat nulis lagi.

      Hapus
  2. Yg nomor satu tuh bisa ngebayangin banget wkkk
    Kesel pasti awalny
    Btw keren nih mb kenal beberapa hr langsung nginepp

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa. Kesel sih pas itu, kalo sekarang sih malah bisa jadi cerita ya.
      Iya mbak, kalo traveling sih gitu, semua opsi bisa terjadi.

      Hapus

Thank you for reading and leaving comment :)