Rabu, 30 Januari 2019

Hokben, Japanese Fast Food Resto Asli Indonesia

Siapa sih yang nggak kenal Hokben
Fast food yang menyajikan makanan ala Jepang ini dulunya bernama Hoka Hoka Bento. Kalo lihat gambar dua anak cowok cewek yang sedang tersenyum berwarna kuning pasti inget dong dengan makanan Jepang favorit yang disajikan secara cepat tapi enak dan hangat.


Hokben seakan menjadi comfort food bagi sebagian besar orang. Kalo ditanya, pasti hampir semua orang suka kan makanan Hokben. Buktinya, resto Hokben menjamur di mana-mana dan selalu ramai. Saat ini ada sekitar 150 gerai Hokben di Jawa dan Bali lho.

Yang paling aku inget, kalo lagi ke stasiun dan bingung mau makan apa, selalu ada pilihan makan Hokben. Gerai Hokben ini suka nongol di stasiun-stasiun favorit dan menu makan di Hokben yang jelas rasanya dan praktis makannya selalu bisa jadi jawaban kegundahan "Makan apa?" kalo lagi travelling kan.

Senin, 28 Januari 2019

Pantai Pasir Putih Pacitan

Akhir tahun kemarin aku habiskan dengan liburan ke Pacitan.

Kenapa ke Pacitan? Karena Pacitan itu identik dengan pantai pasir putih dan kurang populer. Jadi harapannya bakalan menemukan semacam private beach dan bebas main-main di pantai.


Pacitan sendiri punya banyak banget pantai. Masing-masing pantai ini bahkan punya berbagai macam ciri khas, mulai dari pantai yang deket banget sama jalan raya, pantai dengan pemandangan batu karang yang bolong macam di Sumba, pantai dengan air muncrat dari celah batu, pantai dengan air terjun yang langsung jatuh ke laut, bahkan ada pantai yang disebut-sebut sebagai Raja Ampat KW.


Sebenernya untuk puas main ke satu per satu pantai di Pacitan ini, waktu 3 hari 2 malam kurang banget. Kaya pengalaman aku kemarin yang cuma nginep 2 malam di Pantai Teleng Ria.

Rabu, 23 Januari 2019

Nabung Reksa Dana Yuk, Terus Liburan Yang Jauh

Beberapa bulan belakangan, timeline di berbagai platform media sosial seolah-olah ngingetin aku untuk, 
"Hey nabung dong, investasi buat masa depan." 


Dalam waktu yang bersamaan aku juga dapat kesempatan untuk kumpul, copy darat, dan ngomongin soal keuangan, nabung, dan investasi.

Mmmm,,, apakah ini sentilan dari Alam Semesta untuk aku buat segera nabung, investasi, dan mulai menata masa depan.

Duh, bahasanya, menata masa depan. Macam besok udah mau berbagi hidup bareng orang terkasih aja.

Nabung, Liburan, Nabung Lagi, Liburan Lagi


Sebenernya nabung bukan hal baru buat aku, bahkan nabung ini udah jadi gaya hidup untuk seorang Dinilint. Inget nggak cerita aku di
Kamu Jalan-Jalan Mulu, Punya Tabungan Nggak?
Aku dari dulu udah nabung. Tapi ya peruntukannya untuk travelling. 

Minggu, 13 Januari 2019

Travelling ke Melaka. A Photostory From An Amateur.

Melaka, ada apa di sana?

Buat aku Melaka adalah kota yang sudah lama pengen didatangi, tapi lama juga belum kesampaian.


Jaraknya hanya sekitar 3 jam dari Kuala Lumpur, Malaysia. Nggak jauh sebenernya, tapi juga nggak dekat. Kalo cuma punya beberapa jam transit di KL, jalan-jalan ke Melaka bukan sesuatu yang mudah. Jadi pas kemarin punya kesempatan transit di KL, aku sengaja kasih waktu sehari supaya bisa jalan-jalan di Melaka.

Selasa, 08 Januari 2019

Cerita di Balik Oleh-Oleh Khas Dieng: Carica

Kamu pernah ke Dieng? Atau sedang berencana untuk travelling ke Dieng? Kalo denger kata Dieng pasti ada kata Carica. Carica ini oleh-oleh khas Dataran Tinggi Dieng. 


Carica sendiri sebenarnya buah yang masih satu keluarga dengan pepaya atau kates dalam bahasa jawa. Carica punya warna kulit hijau cenderung kuning dan warna buah oranye yang pucat. Bentuknya lebih kecil kalo dibandingkan pepaya dan rasanya nggak se-strong pepaya. 


Carica yang bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh dari Dieng adalah carica dalam bentuk manisan. Rasanya segar, cenderung manis dan khas buah carica. Yang udah nyobain pasti ngerti deh. 

Tapi, gimana ceritanya kok bisa ada Carica dari Dieng? Apa iya cuma bisa dapetin Carica kalo travelling ke Dieng?

Kamis, 03 Januari 2019

Museum Gula De Tjolomadoe Solo dan Cerita Manis Gula

Tiap datang ke Solo, aku dan adek-adek selalu menyempatkan diri untuk mampir ke Shi Jack, lapak susu segar yang cuma ada di seantero Solo. Cabangnya di Solo banyak banget, tapi entah kenapa Shi Jack kok nggak buka cabang di kota lain. 

Kalo orang-orang pada umumnya datang ke Shi Jack untuk minum susu segar dengan banyak pilihan rasa -susu murni, coklat, strawberry, bahkan matcha-, kalo aku selalu pesan es coklat tanpa susu. Aku nggak doyan susu kecuali udah berubah bentuk jadi es krim dan gelato. Hehe.

Sama seperti kemarin, begitu transit di Solo harapannya ya mampir ke Shi Jack. Sayangnya saat kami datang masih sekitar jam 4 sore. Shi Jack baru buka sekitar jam 6 sore. 


Punya jeda waktu begini baiknya dipake buat jalan-jalan nih. Tapi jalan-jalan ke mana untuk menghabiskan waktu 2 jam di sore hari?

Ternyata sekarang di Solo ada museum bernama De Tjolomadoe. Museum ini dulunya adalah pabrik gula yang, tentu saja, memproduksi gula. Pasti museum-nya bercerita tentang masalah per-gula-an dong. Sounds so sweet.