Senin, 25 Maret 2019

Travelling ke Bromo Secara Mandiri, Tanpa Ikutan Open Trip

Tiap tahun ribuan orang dari seluruh dunia datang ke Bromo. Agenda mereka hampir sama, melihat sunrise di Bromo. Emang Bromo dan kawasan Tengger Semeru ini sangat istimewa. Dia punya magnet kuat yang membuat ribuan orang rela menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari untuk sekedar datang ke Bromo dan menikmati pesonanya.


Aku pun tertarik magnet Bromo. Bulan Maret ini aku memutuskan untuk kembali ke Bromo. Kali ini aku cuma travelling berdua. Bermodal pengalaman travelling ke Bromo sebelumnya, kami pergi ke Bromo bermodalkan tiket kereta ke Probolinggo. Kami memutuskan untuk travelling mandiri, tanpa ikutan open trip dan sejenisnya. Alasannya sederhana, kami ingin bebas dan nggak terikat. Tapi yaa,,, tentu saja ada tantangannya kan.



Selasa, 19 Maret 2019

My Thought. The Logic Part Of Me VS The Lazy Part Of Me

Ekspektasi: 
Update blog 2 x dalam seminggu. Bikin konten yang fresh, informatif, dan berkualitas.

Realita: 
  • Bulan Desember berhasil nulis sehari sekali karena ikut tantangan 30 hari 30 post blog. 
  • Bulan Januari berhasil memenuhi janji ke diri sendiri untuk membuat post blog sebanyak 8x, yang artinya aku berhasil update blog 2x dalam seminggu. 
  • Bulan Februari, ternyata produktivitas berkurang. Target update blog hanya terpenuhi sebanyak 7x, berkurang 1 dari target.
  • Bulan Maret, malah baru ada 1 update blog, itu pun karena sudah janji dengan pihak ke-3, jadi harus dikerjain.


Konsisten. Kata ini gampang banget diucapkan, ditulis, tapi pada kenyataannya susah banget untuk dipraktekkan. Padahal konsisten adalah salah satu kunci untuk berhasil pada setiap jenis pekerjaan yang dilakukan.

Selalu saja ada banyak alasan untuk excuse dari konsisten ini. Aku sendiri bisa excuse kenapa di bulan Februari produktivitasku menurun dengan alasan saat itu sedang backpacking ke daerah susah sinyal, jadi males nulis. Padahal kalo niat sih, aku kan bisa nulis sebelum backpacking. Toh, rencana backpacking ini sudah aku ketahui seminggu sebelum keberangkatan.

Bulan ini, aku bisa saja excuse hanya menulis sangat sedikit, dengan alasan fokus ke pekerjaan yang lain dan kesulitan membangkitkan mood menulis. Kalau soal ide sih, aku masih punya banyak hal yang menunggu untuk ditulis. Tapi ya males kok dipelihara sih. Apalagi nyalahin mood.

Well, aku emang sering banget mengkambinghitamkan si mood ini. Padahal kalo dianalisa, mood ini ada dalam diri aku kan. Tinggal aku nya mau membuat mood menulis ini bangkit atau nggak. Duh, nulis ini tuh berasa lagi ngata-ngatain diri sendiri. I said yes, but on the other said, the rebel parts of me nggak terima.

Jadi, untuk mengatasi rasa males yang menjalar hingga tengah bulan Maret ini, aku pilih nulisin kemalesanku dalam sebuah update blog di www.dinilint.com. Gapapa lah ya, nulis curhatan di blog. Sekali-sekali. Toh, inilah merdekanya punya blog. Aku bisa nulis apa pun yang aku mau. Toh, kalau kamu nggak minat baca, kamu juga nggak bakal buka laman ini kan.

Tapi, kamu mau baca? Makasih banget. Makasih kamu rela meluangkan waktu beberapa menit untuk mampir, untuk membaca, atau pun cuma scroll atas bawah aja. Terima kasih.

Masih males nggak Lin? Mmmmm,,, the logic part of me said, "Nggak boleh males! Orang kalo males, nggak kerja, nggak dapet duit, nggak bisa travelling.", but the other part of me still, "Kok nggak mood ya. Travelling lagi yuk. Biar refresh."

-Dinlint-

Sabtu, 09 Maret 2019

Travelling Sebagai Investasi, atau, Investasi Untuk Travelling ?

Kamu pilih statement yang mana?



Travelling bisa juga disebut investasi. Selain investasi pengalaman dan kenangan yang tentunya akan sangat berharga di masa depan, travelling juga bisa mendatangkan uang lho. Setidaknya ini terjadi di aku. Beberapa cerita dan pengalaman travelling-ku di masa lalu, aku tulis ulang di masa sekarang, dan menghasilkan uang karena berubah menjadi konten.

Investasi untuk travelling juga penting sih. Investasi untuk traveller itu ibarat menabung untuk tujuan travelling yang lebih jauh dan lebih lama. Nilai uang yang disimpan hari ini, kalau diinvestasikan, kemungkinan bisa bertambah di hari depan. Hasilnya, kegiatan travelling tetap berjalan tanpa harus nabung kelamaan.

Jadi statement mana yang bener nih?