Sabtu, 27 Juli 2019

Pekerjaan: riset - travelling - nulis - riset - travelling - nulis

Be carefull with what you wish for.

Hati-hati dengan keinginanmu, karena bisa jadi semua keinginan akan berubah jadi kenyataan. Hal ini kejadian sama aku.


Entah sejak kapan, aku punya keinginan untuk selalu travelling, dan berharap dapat uang dari travelling. Sounds so good, isn't it?

Melakukan Perjalanan!


Ada banyak tips untuk travelling yang dibagi di dunia

Cari tahu gimana caranya dapat uang dari travelling itu susah, tapi ada banyak artikel yang memberi tahu caranya gimana biar bisa travelling. Jadi, aku mewujudkan impian pertama: melakukan perjalanan.

Berhubung budget travelling aku terbatas, aku jarang pakai jasa tour & travel untuk jalan-jalan, melainkan melakukan perjalanan mandiri. Aku pun riset sana-sini, mulai dari tanya pada teman yang sudah pergi ke tujuan yang ingin aku datangi, bergabung dalam komunitas traveller, sampai berkenalan dengan orang yang sudah travelling ke sana dan tanya tentang destinasi impian. 

Cara riset yang lain adalah dengan mengetik kata kunci di mesin pencari di internet. Tentu saja aku pakai mesin pencari kesayangan, Google. Dari hasil mengetik kata kunci di kolom pencariannya Google, aku jadi terpapar dengan blog dan penulisnya, blogger.

Blog dan blogger


Travelling bareng para travel blogger

Akibat terpapar banyak blog dan blogger yang aku temui melalui internet, aku pun ikut-ikutan membuat blog. Blog ini jadi semacam album foto + diary digital buat aku. Selain untuk posting foto, aku juga bisa nulis tentang pengalaman jalan-jalanku di blog.

Aku berusaha konsisten menulis setiap catatan perjalananku di blog. Kalau perjalanannya berkesan banget, aku bisa tulis cerita panjang, bahkan sampai detail. Nah, kalau aku lagi males dan rentang waktu antara travelling dan nulisnya kelamaan, aku minimal posting fotonya aja deh. 
Post yang lebih banyak berisi foto-foto daripada tulisan begini biasanya aku kasih label: Photostory. Meski lebih banyak foto, tapi aku tetep nulis cerita di balik setiap foto juga.
Melalui blog, aku jadi bisa mengingat masa-masa menyenangkan saat travelling. Bahkan, aku menulis ulang beberapa catatan perjalananku  untuk salah satu media online anak muda, dan aku dapat uang dari sana. 

Ritme kerja di media online ini sangat dinamis. Tiap hari aku dituntut untuk menulis satu tulisan baru. Berarti, tiap hari aku harus berkutat dengan layar laptop, nggak cuma untuk nulis, tapi juga riset.

Pekerjaan: riset - travelling - nulis - riset - travelling - nulis ini, seru banget. Aku sih happy menjalani tiap prosesnya. Sayangnya, ada bagian dari tubuhku yang kadang protes dengan proses happy ini.

Mataku


Terlalu sering di depan layar, mataku protes

Kalau aku terlalu lama melihat layar laptop, mataku akan protes dengan mengeluarkan gejala seperti mata berasa sepet, pandangan mataku jadi nggak bening dan bawaannya pengen menutup mata.

Mata pegel, rasanya pengen merem aja karena mata rasanya pegel dan capek. Namun di satu sisi, mata harus tetap on karena deadline di depan mata.

Kalau dipaksain lagi, mata bahkan sampe perih. Kalau udah begini rasanya pengen ngeluarin air mata sebanyak-banyaknya untuk bilas mata karena udah berasa nggak nyaman banget. Duh.

Ternyata mata sepet, pegel, dan perih ini adalah gejala mata kering. Kebanyakan terpapar sinar dari laptop dan smartphone bikin mata jarang berkedip, sehingga mata jadi kering.

Kalau mata kering ini dibiarin aja, mata aku bisa berada di kondisi mata yang lebih parah. Komplikasi mata kering bisa mengakibatkan

  • meningkatkan risiko terjadi infeksi mata akibat kekurangan pasokan air mata, 
  • kerusakan permukaan mata akibat kondisi mata kering yang dibiarkan tanpa pengobatan sehingga memicu konjungtivitis (infeksi pada conjungtiva)
  • kerusakan permukaan kornea, 
  • luka terbuka pada kornea, 
  • serta gangguan penglihatan. 

Kalau udah begini, impian untuk travelling dan dapat uang dari travelling bisa bubar jalan. Duh, jangan sampai deh.

Nah kalau mata udah berasa sepet, pegel, dan perih, aku pasti istirahatin mata aku dengan menutup laptop, jauh-jauh dari layar smarphone, lihat tanaman hijau, langit dan cowok cakep -well, this one really works!-, dan nggak lupa buat tetesin Insto Dry Eyes.

Mengapa Insto Dry Eyes?


Insto Dry Eyes, andalanku untuk mengatasi mata kering

Ketika mata mengalami gejala seperti mata sepet, pegel, dan perih, ini berarti mata ada di keadaan mata kering. Mata kering sendiri artinya, mata kekurangan air mata. Di kasusku, kekurangan air pada mata ini akibat terpapar sinar laptop dan smartphone terus menerus yang mengakibatkan mata jarang berkedip. Mata kering deh, efeknya mata gampang lelah.

Insto Dry Eyes sendiri digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata, mengatasi gejala kekeringan pada mata, meringankan iritasi mata yang disebabkan produksi air mata.

Jadi, kalau mataku udah mulai lelah, aku selalu teteskan Insto Dry Eyes untuk mengatasi gejala mata kering. Selain itu, aku juga usahakan untuk mengistirahatkan mata.

Kalau mata kembali bugar, aku bisa lanjut nulis cerita perjalananku lagi di blog. Kalau mata sehat, aku bisa melihat dunia dengan kedua mata kesayanganku ini saat travelling.

Btw, sepertinya saat ini beberapa impianku tentang travelling dan dapat uang dari travelling terwujud perlahan-lahan. The baby steps is exist, and I wish to learn more so the baby is growing and can walk far.

Terima kasih sudah baca ceritaku hari ini.

Dinilint

24 komentar:

  1. Ya mbak, sama. Aku juga langganan Insto. Selalu siap sedia di pouch yg sering akubawa ke mana-mana. Botolnya kecil imut-imut jadi ga banyak makan tempat. Aku cuma tau insto doang ga tau merk lain haha. Ya mungkin ada tapi dari kecil kalo soal mata ya taunya insto aja hehe Anyway, itu laptopnya aku naksir haha tipis banged.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Xixixi. Kebutuhan tuh mbak, punya laptop kecil, tipis, & enteng.

      Hapus
  2. Selama di kantor juga menghadapt ke laptop, tambah pulang ke kos nulis blog. Kudu bisa mengatur diri biar nggak berlebihan menghadap ke komputer ahhahaha

    BalasHapus
  3. Jadi inget seorang teman yg suka pindah2 kedai kopi shop, sambil kerja liatin barista cakep biar matanya g liat layar mulu ๐Ÿ˜‚.

    Kayaknya di kantor perlu nyediain insto buat kalau tiba2 mata kerinhlg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di kantor perlu nyediain barista cakep dong. Bikin seger dan mata terawat :D

      Hapus
  4. Betul banget jika terlalu kering juga mata kita bisa terganggu kesehatannya. Aku juga kalau gak pakai kacamata minus dan sering di depan komputer dan gadget selalu kutetes insto dry eyes ini, mata jadi segar kembali :)

    BalasHapus
  5. Iish sama deh mbk, klo kelamaan manthengin laptop trus mata nih serasa kering, pegal2 juga.untung ada insto dry

    BalasHapus
  6. Asyik banget ya say. Dari keinginan untuk sering traveling berlanjut menemukan hobi baru yaitu ngeblog.

    BalasHapus
  7. Mata memang kudu disayang-sayang ya, ketika dia udah protes tandanya sudah harus dicari solusinya. Untuk mata lelah dan sepet plus kering gini paling enak memang disejukkan dengan Insto Dry Eyes ya.

    BalasHapus
  8. Benerr nih sering ya ngomong nyeletuk apa tetiba jadi nyata bahkan baru dibatin aja lo wis jadi nyata. Congrats ya lintang apa yg dicita2kan.udah tercapai๐Ÿ˜๐Ÿ˜

    BalasHapus
  9. Iya sering kejadian kek gitu memang, nyeletuk sesuatu dan kejadian. Makanya harus selalu ngomong yg baik2

    BalasHapus
  10. Iyaa, aku sering banget membatin pengen ini eh Alhamdulillah tercapai ya doa yang baik, seru banget pekerjaanmu Din, bisa melanglang buana dan tetap dapat duit, yaa.

    BalasHapus
  11. Benar juga, pekerjaan yang di luar ruang atau yang di dalam ruang tapi melototin laptop terus, sama-sama rentan matanya perih ya, untung ada insto hehehe

    BalasHapus
  12. Menyenangkan sekali ya mba pekerjaannya.,, dan seneng juga ketika ada gejala mata kering ada insto yang bisa diandalkan. Aku juga selalu sedia insto

    BalasHapus
  13. Keren Lin.. Aku pun pengen banget bisa traveling kemana-mana. Hehe.
    Sukses ya dengan pekerjaanmu yang menyenangkan, hobi yang dibayar ��

    BalasHapus
  14. Bersyukur ya Din..bisa jalani hobi dan mengisi pundi2. Semoga sukses selalu Dini.. aku suka baca cerita2 pengalamanmu..

    BalasHapus
  15. Jadi kalo pas lagi jalan-jalan nggak boleh lupa bawa insto ya. Apalagi kemasannya kecil kan jadi gampang dibawa kemana-mana. Biar jauh jauh sama mata kering..

    BalasHapus
  16. Aku dulu juga pengen bisa dapat uang dari travelling mbak. Jaman2 nonton jejak petualang, national geographic, dan jaman2 baca the naked travel. Kayaknya seru :D :D

    BalasHapus
  17. Jadi teringat trip ke Labuhan Bajo bersama Insto Buddy ^^

    Mudah-mudahan Dini juga punya rezeki yang sama ya. Seperti insto, setia menemani traveler, semoga doa baik bersama juga membersamai semua tripnya Dini.

    Happy trip, then ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin Bunsal. Terima kasih doa baiknya :D

      Hapus
  18. Senang ya Lintang bisa mewujudkan impian menjadi nyata. Tapi harus selalu jaga kesehatan, terutama dengan kesehatan mata karena pengennya begitu traveling langsung jadi artikel ya

    BalasHapus
  19. Mantep banget gegara insto kelar semuanya ya Lintang
    semangat terus mewujudkan mimpi kita. Kamu berbakat dan keren.
    Itu acara pas di Juguran ya. Seruuu!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Nyi. Kamu jg kereeeen.
      Iya, yang foto rame-rame itu pas acara Juguran Blogger di Banyumas.

      Hapus
  20. Iya... kalau lagi capek banget, padahal masih harus melek ngejar deadline, pakai insto boleh juga. Tapi kalau dalam kasus normal sih, saya memilih tidur setiap kali mata terasa capek.

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)