Sabtu, 06 Juli 2019

Jadi Begini Rasanya Ikut Juguran Blogger

Pertama kali dengar kata "Juguran" yang terlintas di kepala adalah "Jeguran", kata dalam bahasa Jawa yang berarti njegur = menyebur = masuk ke dalam air = main air. Apakah Juguran Blogger ke Banyumas tahun 2019 ini berarti main-main di air bareng temen-temen blogger di Banyumas dan Purwokerto?


Yang jelas aku bawa pulang baju basah dan bisa foto-foto basahhhh.

Salah satu hal yang membuat aku pengen ikut Juguran Blogger 2019 adalah acara jalan-jalan di Banyumas dan Purwokerto. Jujur aja, wisata Banyumas yang aku tahu ya cuma Baturraden. Emang Banyumas dan Purwokerto punya apa lagi?

Ternyata Banyumas ini seru untuk dikulik-kulik, dijelajah, dieksplorasi. Banyumas punya banyak hal seru, mulai dari kuliner-kuliner yang enak (yang legendaris sampe yang kekinian), hotel bagus dengan pemandangan luar biasa, masyarakat yang super kreatif, dan hal-hal seru yang mengocok adrenalin. 


Naik kereta api ke Purwokerto


Stasiun Purwokerto jadi pintu masukku untuk menjelajah Purwokerto dan Banyumas. Aku berangkat dari Jogja dengan naik Kereta Api Joglosemarkerto. Perjalanan Jogja - Purwokerto selama 4 jam mulus.

Kecuali bagian mesti ngerjain tulisan yang sudah mendekati masa deadline di kereta. Restorasinya Joglosemarkerto ini kurang nyaman buat aku. Tempat duduknya nggak pake senderan dan sangat terbatas. Belum lagi sinyal yang hilang timbul saat perjalanan, dan goyangan-goyangan manja yang bikin sakit kepala.

Tapi pemandangan di luar jendela kereta selalu jadi hiburan yang menyenangkan, dan ketika turun dari kereta, melongok keluar jendela jadi kenangan yang selalu ingin diulang.


Sampai di Stasiun Purwokerto, aku dijemput oleh Blogger Banyumas, tuan rumah acara Juguran Blogger. Sudah ada beberapa teman blogger juga dari kota lain yang udah duluan datang. Kami diantar oleh temen-temen dari nebeng.id.

Nebeng seharian bareng Nebeng.id


Nebeng.id ini semacam transportasi berbasis online lokal Purwokerto. Uniknya, yang menjalankan nebeng.id ini adalah mahasiswa di Purwokerto yang sedang berusaha cari penghasilan tambahan. Kalau penasaran bisa cek instagram mereka di @nebeng.id dan pastikan kalau kamu di Purwokerto pake jasa mereka.

Kami makan siang di Rita Mall. Jangan tanya kenapa namanya Rita ya. Kami udah bahas tentang asal mula penamaan Rita di mal gedhe-nya Purwokerto, tapi tetep nggak dapet jawabannya. Mendingan nanyain makan siangku enak apa nggak.

Nyobain olahan kangkung yang nggak biasa di Kangkung Bakar


Kami makan siang di Kangkung Bakar. Yap, resto ini punya menu utama kangkung, yang masaknya dibakar. Penampilan kangkungnya sih mirip kangkung tumis, tapi taste-nya beda. Ada sensasi bakarannya gitu. Kangkungnya juga masih kriuk-kriuk, nggak lembek. Suka.


Selain kangkung, ada juga menu lain seperti bebek madura, cumi, gurami merah, belut fillet, dan ayam yang disajikan komplit dengan nasinya. Pilihan minumannya juga banyak. Nggak rugi deh makan di Kangkung Bakar.

Rekomendasi tempat staycation di Purwokerto: Hotel Grand Karlita


Hari pertama Juguran Blogger, kami menginap di Grand Karlita. Mengapa ambil nama Karlita, kami juga nggak dapat jawaban pasti. Yang jelas Grand Karlita ini gedhe banget hotelnya. Lobi hotelnya aja bisa buat salto berkali-kali saking luasnya.

Foto bareng di President Suite Hotel Grand Karlita


Aku dapat kamar di lantai 8. Beruntung deh aku, karena begitu masuk kamar, aku langsung disambut dengan view Gunung Slamet dan Kota Purwokerto. Staycation di Grand Karlita Purwokerto bisa jadi pilihan seru nih. Tentang Hotel Grand Karlita lebih baik aku bahas di post terpisah ya, biar detail dan memuaskan.

Makan ala Jepang sepuasnya di Gyudaq Purwokerto


Malamnya kami diantar Nebeng.id ke salah satu restoran all you can eat di Purwokerto, Gyudaq. Resto ini punya atmosfer Jepang, mulai dari desain bangunan, mural, sampai ke aneka pilihan menu makanan. Karena all you can eat, kami bebas ambil apa aja.

Suasana di Gyudaq Resto Purwokerto

Muka-muka puas makan all you can eat

Ada banyak banget pilihan makanan; daging, olahan daging, sayur, mi, minuman. Kami bebas ber-eksplorasi dengan aneka macam saus dan puas-puasin panggang daging sendiri, atau masukin ke dalam kuah shabu-shabu. Kesimpulan makan di Gyudaq malam itu, super kenyang.

Masuk ke lorong bekas limbah dan menghias payung di Kalibagor


Di hari kedua kami diajak main ke Desa Kalibagor. Pas masuk ke area desa, kami disambut dengan mural warna-warni. Muralnya lebih seperti lukisan yang indah. Sepertinya warga Kalibagor ini suka melukis dan menggambar.

Foto before & after bareng Bang Juju @travlingwithjuan dan kak Terry @negerikitasendiri

Kami diajak menghias payung. Kami diberi payung kertas warna-warni tanpa motif dan cat air. Kami dipersilakan untuk menghias payung. Hiasannya jelas suka-suka. Ini adalah bagian paling favorit di Kalibagor.


Desa Kalibagor sendiri sedang giat mempercantik diri menjadi desa wisata. Di Kalibagor ada Lorong Blonthong, lorong bekas aliran limbah disulap jadi tempat wisata. Bagaimana bentuknya, aku ada videonya, tinggal dijahit. I'll let you know if the video is ready.

Melewati medan jalan yang meliuk-liuk bareng Nasmoco


Kami lanjut perjalanan ke utara. Perjalanannya naik ke arah perbukitan. Tahu sendiri kan, jalanan pegunungan di Indonesia itu meliuk-liuk, banyak tikungan, dan tentu saja naik turun. Thank God, jalan-jalannya mulus kayak pantat bayi.

Sepanjang jalan pemandangan sawah, gunung, dan pepohonan menemani. Perjalanan kami asik dan nyaman. Hari itu kami diantar pakai mobil-mobilnya Nasmoco. Medan apa pun nggak berasa dan tetap nyaman. Buktinya banyak dari kami yang molor sepanjang perjalanan.

Resto Ikan Dewa dan cerita tentang hidangan para raja


Kami makan siang di Resto Ikan Dewa. Sesuai namanya, resto ini jualan ikan dewa, ikan langka yang kalau dimakan bikin hoki. Konon ikan ini jadi santapan para raja saking istimewanya, dan cenderung jarang ada.


Meski jarang ada, ikan dewa ini bisa dibudidayakan lho. Kalau mau belajar cara budidaya ikan dewa yang tinggi kandungan albumin ini, Resto Ikan Dewa buka pelatihan pembudidayaan ikan dewa. Untuk lebih lengkapnya cek instagram mereka di @restoikandewa.


Resto Ikan Dewa juga punya lokasi istimewa. Kalau jalan ke belakang, mereka menyediakan gazebo untuk selfie. Pemandangan di belakang gazebo ini nih yang langka, hamparan sawah lengkap dengan petani yang sedang bekerja. Ya, buat orang kota macam aku pemandangan seger begini langka banget. Istimewa deh.

Kedai kopi di antara kebun kates


Kami geser ke desa sebelah, Desa Langonsari. Awalnya sempat heran, kenapa kami dibawa masuk ke kebun kates (pepaya). Ternyata di balik pohon-pohon kates yang rimbun ada tempat ngopi. Tagline-nya "Seduh kopimu, sudahi sedihmu".


Tempat ngopi yang disebut Lo.lana Coffea ini seru banget. Adem, tenang, syahdu. Apalagi pas kemaren ke sana semua suguhan makanan desa dari ubi-ubian keluar. Ada pecel juga buat yang laper. Masih ditambah lagi dengan mendoan hangat yang baru diangkat dari penggorengan.

Di Lo.lana Coffea selain tempat ngopi, ada kebun kopi dan pengolahan kopi. Dari mulai pembibitan, menanam kopi, panen, jemur, dan mengolah kopi semuanya mereka lakukan sendiri. Keren kan.

Ikut menanam pohon kopi

Kalau datang ke Lo.lana Coffea kamu bisa belajar kopi dengan detail di sini. Kami aja diajak menanam pohon kopi. Siapa tahu 2 tahun lagi bisa kembali ke sana dan kopinya sudah bisa dipanen.

Yang istimewa, aku diajak lihat metode seduh pakai pasir pantai yang disebut turkish. Rasa kopinya sendiri enak di lidah aku. Meskipun aku biasa minum kopi pahit, tapi pas nyobain kopi seduh turkish yang pake gula, tetep lidahnya nggak protes. Terima kasih Lo.lana Coffea.

Camping asik di Baturraden


Malam itu kami menginap di Baturraden Adventure Park. Kali ini kami menginap di tenda. Beneran tenda. Tenda untuk camping seperti jaman sekolah dulu. Acaranya lengkap dengan bakar api unggun malam-malam.

Camping di tenda biru
Acara camping ini bikin aku nostalgia ke masa-masa sekolah deh. Malem-malem mengelilingi api unggun sambil makan sambil ngomongin tentang segala hal. Kemarin juga gitu, selesai makan kami ngomongin apa aja yang bisa diomongin, dari jenis makanan favorit, kenyamanan, juga hosting sendiri atau nebeng bareng Qwords.

Ini nih yang bikin basah

Akibat main di Baturraden Adventure Park ini, aku jadi basah. Pulang pun mesti bawa baju basah deh. Cerita camping di Baturraden Adventure Park dan main basah-basahan akan aku tulis di post terpisah aja. Panjang ceritanya.

Mencicip kuliner legendaris khas Banyumas


Juguran Blogger 2019 ditutup dengan makan kuliner legendaris Banyumas, Raja Soto Lama Purwokerto. Berbeda dengan soto pada umumnya, soto sokaraja ini terdiri dari ketupat, touge, pilihan daging/ayam/campur, dan aneka rempah-rempah yang menyatu padu jadi makanan yang super enak. Lebih enak lagi kalau makannya pakai sambel kacang.


Nggak cuma sotonya aja yang enak, tempat makannya juga nyaman dan kekinian. Ada banyak mural per-soto-an di dindingnya yang bisa dimanfaatkan untuk narsis. Xixixi. Raja Soto Lama Purwokerto ini juga selalu rame. Emang beneran seenak itu.

Ternyata, rasanya ikutan Juguran Blogger itu asik banget dan nagih. Wawasanku tentang Banyumas juga bertambah. Aku baru tahu lho ada kedai kopi di desa, di balik kebun pepaya. Aku baru tahu ada ikan dewa yang bawa hoki. Lewat Juguran Blogger aku juga bisa merasakan nikmatnya camping di alam terbuka tapi tetap bisa pipis di kamar mandi.


Terima kasih ya Blogger Banyumas yang sudah mengajak aku gabung di Juguran Blogger 2019. Terima kasih untuk teman-teman blogger dari seluruh Indonesia yang seru-seruan bareng di Juguran Blogger 2019.

Terima kasih tak terhingga untuk kamu yang rela baca tulisanku tentang Juguran Blogger 2019 di Banyumas. Sampai bertemu lagi di post selanjutnya.

Dinilint.

24 komentar:

  1. Seru nggak pake habis ini tripnya. Pesona wisata alam plus kuliner yang bikin segera pengen ikut ngincipin. Keren nih pariwisatanya Banyumas. Jempol banyaaakkk ^^

    BalasHapus
  2. Setu tak ada habisnya kalo ikut komunitas ya. menyenangkan....

    BalasHapus
  3. Wah seru banget acaranya, sampai gak bisa move on nih dari juguran blogger 2019.Semoga tahun depan bisa ikut lagi 🤣🤣🤣

    BalasHapus
  4. Baru pertama kali ikut Juguran Blogger, asli nagih! Tau gitu dari tahun-tahun kemarin ikut kalau sebegini serunya, haha.

    Banyak momen seru bertemu teman baru. Trus orang-orangnya kompak. Diajak ngomong serius ngantuk rame-rame, maunya maiiinnn terus :D

    BalasHapus
  5. Fokus ku ke Campig sama gagal fokus ke Kangkung Bakar, itu gmn rasa dan penyajiannya..

    Penasaran.....

    BalasHapus
  6. Gileee rame yg ikut muka2 aku kenal juga hehehe. Aih tahun depan coba ikutan ah keliatannya seruu

    BalasHapus
  7. Saya suka sama tagline kopinya "Seduh kopimu, sudahi sedihmu" dan penasaran dengan ikan dewa nya, beneran jd hoki ga mba abis makan ikannya? Ihihi

    BalasHapus
  8. Iihhh kok asik dan keren banget sih Juguran Blogger, ah nyesel kemarin gak ikut daftar (tp daftar jg belum tentu kepilih sih ya) hahaha
    Diniiii kamu beruntung bgt.

    Kayaknya aku harus ke Purwokerto deh ini. Cakep2 bgt tempatnya.

    BalasHapus
  9. Sebagai seorang copywriter, aku respect banget sama yang bikin tagline LoJana Coffee. Rimanya dapet banget!!!
    Hahaha, banyak misteri asal usul nama di Purwokerto ya. Tapi view di kolam renang Grand Karlita sama Resto Ikan Dewa itu juara pisaaannn. Pas ke sana tahun 2014 awal, Rita Mall masih dalam tahap pembangunan. Jadi penasaran kayak apa wujudnya sekarang.

    Aku jarang banget ke restorasi sih. Mager banget bolak-balik jalan hehe. Kalo terpaksa harus kerja di jalan, mending pake tray yang ada di kursi.

    BalasHapus
  10. Makasih Blogger Banyumas, gara2 acara ini bisa ketemu Dini Lint yg biasa aku baca blognya. Orangnya sama kayak di blognya kok. Baik dan ramah. Tidak kaleng2

    BalasHapus
  11. Saya langsung ngiler baca tentang kangkung bakar. Asli, saya baru kali ini denger menu seperti ini. Btw, jadi juguran artinya apa?

    BalasHapus
  12. Wah asyik ya. Abis ini agendain langsung ke Purwokerto deh..

    BalasHapus
  13. Tau gk sih kak Dini, awal nya aku baca : Juragan. Aduh jauh banget Juguran ke Juragan. Hahaha

    Lo.lana Coffea deh kayanya bakal jadi incaran aku. Secara aku punya misi menikmati kopi diseluruh kedai kopi. Hahaha
    Aduh gk kebanyak kalo pas ke Resto Ikan Dewa pas padinya uda hijau, pasti cantik banget.

    BalasHapus
  14. Waah ini nginap di hotelnya tempat Mbak Pungky kerja ya. Masih buta sih dengan tempat wisata Banyumas dan Purwokerto. Taunya cuma Batu Raden doang dan pernah ke sana sekali. BAca - baca ini jadi lebih tau tempat wisata dan kulinernya.

    BalasHapus
  15. Waw, selamat ya mb Dini bisa halan2 bareng blogger ke Banyumas dan Purwokerto 😘😘😘 Menginap di Hotel Grand Karlita menyenangkan banget. Ada kolam renangnya yg keren 😍 Btw kangkung bakar lebih enak kah dari pada kangkung tumis?

    BalasHapus
  16. Asiiik jalan-jalan ke Banyumas nih mbak. Keren juga nih anak-anak muda Banyumas bikin nebeng.id, mudah-mudahan bisa berkembang ya usahanya. Btw, pulangnya bawa oleh-oleh ga mbak? Oleh-oleh asli sana apa aja ya?

    BalasHapus
  17. wahhh aku jadi penasaran sama kangkung bakarnya, kayaknya enak nihh :D

    BalasHapus
  18. Selama ini, juga saya taunya Baturraden. Punya keluarga di dekat sana, kalau ditanya tentang wisata Purwokerti selalu jawabnya Baturaden. Ternyata banyak tempat wisata yang menarik di Purwokerto, ya

    BalasHapus
  19. Seru banget acaranya
    Ternyata Purwokerto banyak punya destinasi wisata menarik ya
    Selama ini saya tahunya Baturaden doang
    Kayaknya kapan-kapan harus diagendakan ke Purwokerto deh

    BalasHapus
  20. Ada ada beberapa sodara di Purwokerto tapi belum pernah nginap di sana. Palingcuma lewat mampir trus lanjut ke Solo or Jogja.. hihi.. Kayaknya mesti diluangin banyak waktu di Purwokerto nih. Aku juga taunya Baturraden aja, ternyata banyak yang bisa dieksplor ya mBa Din di sana. Dan aku ini lagi ngebayangin ngopi di sana, trus maem mendoan juga.. hehe

    BalasHapus
  21. Waduuuh mba Dinii,pasti hepi banget bisa ikutan acara iniiii
    seruuu ngga pake obat yaaakk
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  22. Menyenangkan sekali yaa ngumpul dengan blogger menikmati alam Purwokerto yang cantik..Grand Karlita nyaman, view-nya cantik dan sarapannya enak-enak termasuk Milo dan Cappucino nya hihihi

    BalasHapus
  23. Batu Raden ini sejak dulu terkenal banget. Apalagi bagi anak-anak yang suka mainan monopoli. Haha. Sampai-sampai saya pengen juga ke sana buat kemping.

    Btw, ikan dewa itu lebih mirip ikan emas, mujair apa lele yaMbak?

    BalasHapus
  24. Asli bikin sakit hati baca artikel ini.. Aku ndak lolos soalnyaa heueheuu :(
    Makanya sedih belum bisa explore Purwokerto heuu

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)