Navigation Menu

featured Slider

Featured Post

Cerita Sial Saat Travelling

Apa hal sial yang menimpamu saat travelling? Untukku, kehilangan kamera saat perjalanan. Hari ini empat tahun lalu aku kehilangan kamera yang akibatnya masih terasa sampai hari ini. Selain kehilangan foto-foto perjalanan saat di Gyeongju, aku juga rugi karena kamera kesayangan yang hilang nggak diproduksi lagi.

cerita sial travelling

Buat temanku, kisah sialnya terjadi saat kehilangan dompet dan paspor di perjalanan. Budget perjalanan membengkak karena harus keluar uang lebih utnuk beli tiket kereta demi mengurus visa dan paspor di Jepang. Belum lagi biaya pembuatan surat-surat berharga yang hilang ketika kembali pulang.

Temanku yang lain sial karena kena alergi serbuk sari saat travelling di Eropa tepat saat bunga-bunga sedang bermekaran. Mau tak mau dia harus berobat ke RS dan membayar tagihan biaya perawatan yang kurs-nya berlipat-lipat dibanding biaya perawatan di Indonesia.

Tapi untuk kedua temanku ini, kesialan mereka cukup ketika peristiwa dompet hilang dan sakit akibat alergi kambuh. Setelah pulang, mereka tersenyum cerah dan merasa bahagia, malah si teman yang hilang dompetnya ini merasa untung. Ceritanya sial, tapi kok untung? 

Staycation di Dieng: Omah Dieng

Kalau butuh penginapan aesthetic di Dieng, coba deh menginap di Omah Dieng. Teras, ruang tamu, dan dapurnya juara. Omah Dieng kasih experience tentang megahnya Dieng dari dalam rumah. 

staycation dieng

Lho kok bisa?

Saloka Theme Park

Akhirnya aku nyobain juga main ke Saloka, taman hiburan terbesar se-Jawa Tengah. Berhubung lagi ada promo diskon 20 % untuk pemegang KTP Semarang Oktober kemarin, aku dan adik-adik main ke Saloka.

saloka theme park

Ternyata seru juga main ke Saloka Theme Park. Ada banyak wahana menarik yang bisa dicoba, baik untuk orang dewasa juga anak-anak. Wahana ekstrim di Saloka jadi favoritku karena sungguh menghibur.

Travelling di Masa Pandemi. Bijak Tidak?

Sudah hampir setahun sejak pandemi mulai mewabah di Indonesia, dan dunia. Waktu yang cukup lama untuk kita, manusia, punya kebiasaan baru untuk beradaptasi dengan dunia yang berubah sangat cepat akibat pandemi.

Pola makan lebih sehat, rajin cuci tangan, pakai masker ke mana-mana, minum jamu dan suplemen, tidak berjabat tangan dan lebih banyak diam di rumah jadi kebiasaan-kebiasaan baru yang sudah lekat dalam kehidupan sehari-hari.

Tapi dasarnya manusia, diam di rumah dan melakukan segala jenis kegiatan di dalam rumah sepertinya bukan hal yang mudah. 
travelling di masa pandemi

 

Apalagi bagian travelling dari rumah, hmmmm. Masalahnya pandemi belum berhenti, apakah bijak memaksakan diri untuk pergi ke luar rumah, berinteraksi dengan banyak orang, dan travelling?

Staycation Bantul, Jogja: Upala Java Huise

Meski judulnya staycation, sebenernya acara menginap di Upala Java Huise Jogja ini dalam rangka kulakan atau disebut bekerja. Demi mencari tempat menginap di area Kasongan, Bantul dengan harga bersahabat dan punya review bagus, aku mendapati Upala Java Huise sebagai tempat menginap yang direkomendasikan.

review upala java huise

Menginap di Upala Java Huise ternyata nggak soal dapat tempat tidur nyaman semalam, kami dapat banyak bouns. Selain lokasi, budget, dan punya tempat parkir luas, Upala Java Huise juga punya vibes yang menyenangkan, kamar bersih, udara adem, dan pas bangun paginya bisa nongkrong di pinggir sungai bersih.

Impian Main ke Disneyland (Lagi)

Saat kecil aku janjian dengan adik-adikku untuk pergi ke Disneyland bareng. Kami janji untuk nabung Rp. 500 sehari. Kami mencatat tiap uang yang kami tabung ke kalender dinding di ruang makan. Uangnya kami simpan dalam celengan ayam.

disneyland dinilint


Tabungan Rp.500 sehari emang cukup ya untuk pergi main ke Disneyland