Navigation Menu

featured Slider

Featured Post

Get myself pampered

Sudah setahun aku nggak main ke salon. Pandemi sedikit banyak memengaruhi keputusanku untuk menghabiskan berjam-jam di dalam ruang tertutup, salah satunya di salon.

Setahun nggak bersentuhan dengan gunting salon, rambut udah mulai gondrong. Bagian paling menyiksa adalah saat keramas, rambut terasa berat. Beban hidup udah berat, kenapa rambut ikut bikin beban.



Jadi aku putuskan untuk kembali lagi ke salon, kangen-kangenan dengan gunting salon, dan duduk anteng di depan kaca salon sementara ibu salon dan mbak salon memanjakan rambut aku.

Tahu Serasi Bandungan Oom Shin

Kalau Jakarta punya Puncak, Bandung punya Lembang, dan Solo punya Tawangmangu, maka Semarang punya Bandungan. Kalau Puncak punya mamang-mamang vila dan jagung bakar, Lembang punya peuyeum, dan Tawangmangu punya sate landak, maka Bandungan punya tahu bandungan.



Tahu bandungan yang paling enak dan cuma ada di Bandungan lebih dikenal sebagai Tahu Serasi Bandungan. Sayangnya nama Tahu Serasi juga dipakai di beberapa pabrik tahu lainnya dan dijual di sepanjang jalan Bandungan.  Kalau mau tahu bandungan yang authentic dan rasanya pasti enak, coba Tahu Oom Shin Bandungan.

What to do in 2021?


Biasanya pertanyaan seperti ini akan aku jawab dengan "Travelling ke sini...." 

For you to know, aku suka beli tiket promo di tahun sebelumnya dan berangkat di tahun berikutnya. Jadi udah ketahuan di awal tahun kalau tahun itu aku akan berangkat ke mana. Biasanya sih ke negara baru, karena aku loyal customer of tiket promo Air Asia.

Tahun ini jelas beda dong. 

Halo 2021

Halo 2021! Apa kabar?



Kabar aku baik. Ya nggak baik baik banget sebenernya. Tapi menyadari kalau aku sudah berhasil survive selama 27 hari pertama di 2021 bisa dibilang hal baik kan. Semoga di ratusan hari ke depan aku, dan kamu, juga akan baik-baik saja dan survive.

Love and Hate Relationship

Hubunganku dengan pantai adalah sebuah love and hate relationship

Aku selalu love untuk jumpa lagi dengan pantai, matahari, dan air asin. Bercumbu dengan ombak, goler-goler di pasir, berjemur di bawah matahari, pakai bikini dan mandi air garam. How I love beach

Cerita after the beach yang biasanya berisi tentang kulit perih terbakar matahari, gosong sebadan-badan yang bikin ibu komentar, "Kowe anak e sopo nduk? Kok ireng banget?" "Kamu anak siapa? Kok hitam sekali.", segunung pakaian lembab berbau amis karena belum kering tapi udah harus masuk ke dalam tas, dan kadang pulang dalam keadaan kedinginan karena belum tuntas mengeringkan badan selepas bermain air di pantai adalah rangkaian hate-ku dengan pantai.


Tapi seperti cerita love and hate relationship lainnya, hubungan ini terus berjalan. Kata teman, hubungan ini soal kompromi, karena nggak ada yang namanya match made in heaven, nggak ada pasangan yang benar-benar cocok sempurna.

Disclaimer: post kali ini beneran bukan soal curhat.

Warung Sawah Lemah Ijo

Sekitar satu jam dari Semarang ada rumah makan dengan view sawah. Kalau biasanya rumah makan yang 'mewah' alias mepet sawah harga makanannya cenderung mahal karena mereka sengaja jual view mahal untuk orang kota yang haus lihat pemandangan alam, warung mewah ini harga menunya murah meriah.



Selain murah, makanannya enak sampai aku rela balik lagi.