Navigation Menu

featured Slider

Featured Post


Waroeng Kopi Alam. WarKop Peranakan di Semarang

Di Semarang ada warung kopi yang berkonsep peranakan. Waroeng Kopi Alam atau lebih familiar disebut Warkop Alam. Warkop Alam adalah tempat nongkrong yang mengusung konsep kultur peranakan. 


Kultur peranakan sendiri merupakan kultur hasil perpaduan budaya cina keturunan, yang sudah bercampur dengan budaya melayu, dan tentu saja budaya Semarang. Perpaduan budaya ini dikemas dalam interior, suasana, maupun rasa baik di makanan maupun di minumannya.


Pecinan

Untuk menghayati konsepnya yang bertema pecinan, peranakan, dan Semarang, awalnya Warkop Alam berlokasi di Gang Baru, tempat Pasar Malam Semawis berada. Pasar Malam Semawis adalah pasar yang selalu ramai dengan aneka jajanan dan orang ketika malam akhir pekan datang. Sayangnya selama pandemi Pasar Malam Semawis ditiadakan.

Warkop Alam sendiri sejak awal tahun 2021 pindah dari area pecinan mendekati pusat kota Semarang. Alasannya karena pihak Warkop Alam tidak bisa memperpanjang kontrak sewa ruko di kawasan pecinan. 


Dekat dengan pusat kota

Sekarang Warkop Alam lokasi ada di daerah Singosari Semarang. Kalau dari taman paling terkenal se-Semarang, Simpang Lima, cuma butuh 10 menit perjalanan naik kendaraan bermotor untuk sampai di Waroeng Kopi Alam.


Lokasi baru Warkop Alam lebih luas, dan menurutku lebih nyaman karena di tempat baru tersedia AC dan udaranya lebih bersih. Di tempat lama tidak ada AC dan luas ruangnya lebih sempit. Mbak Ulin cerita, kalau mau pasang AC di ruko yang dulu, berarti Warkop Alam harus menutup pintu depan. Kalau pintu depan ditutup, alhasil Warkop Alam sulit dikenali dari jalanan. 

Selain area indoor yang ber-AC, ada juga area outdoor yang menurutku juga nyaman. Ada lukisan mural tentang suasana warkop dan pecinan. Ada juga tanaman yang memberi rasa adem di mata, juga di udara sekitar.

Mural nongkrong dan kopi klepon


Kopi di warung kopi

Sesuai dengan namanya Waroeng Kopi Alam, kalau kamu ada kesempatan nongkrong di sini, sebaiknya cobalah kopinya. Menu andalan mereka adalah kopi O.



Kalau aku terlanjur jatuh cinta dengan kopi klepon; kopi yang diracik bersama santan dan gula jawa ini cocok untuk aku yang nggak doyan minum susu sapi dan sangat doyan klepon. Asyiknya ketika memesan kopi klepon, kamu akan mendapat sebutir klepon yang enak.

Saat aku pertama kali berkenalan dengan kopi klepon aku mendapat klepon yang hangat, yang gula jawanya muncrat di mulut saat kleponnya digigit. Kali kedua aku pesan kopi klepon adalah saat hari masih pagi. 

FYI, Warkop Alam ini sudah buka dari jam 7 pagi. Jadi yang punya kebiasaan ngopi pagi-pagi bisa nih main ke Warkop Alam.


Klepon dan kopi

Pesan kopi klepon pagi-pagi ternyata adalah sebuah kesalahan. Kleponnya masih dingin. Mungkin ini efek si klepon yang baru keluar dari kulkas dan lupa belum dikukus lagi. Akibatnya gula jawanya masih beku di dalam, dan makan klepon dingin kurang menyenangkan buatku. Ya gimana, kenikmatan makan klepon kan di sensasi muncrat di dalam-nya itu kan.

Pengalaman dengan kopi klepon dan klepon setelahnya menyenangkan. Klepon yang disajikan hangat dan gula jawanya bisa muncrat di mulut.

Kopi kleponnya sendiri bisa dipesan hangat maupun dingin. Favorit aku jelas yang dingin. Menurutku kopinya enak, jadi rasanya nyampur antara rasa kopi yang pahit, rasa gurih santan, dan rasa manis gula jawa.


Nasi Hainan

Selain kopi, Waroeng Kopi Alam juga menyediakan aneka hidangan, baik makan berat maupun makan ringan, dengan ciri khas peranakan. Serunya lagi tiap menu di Warkop Alam punya ceritanya masing-masing. Cara penyajiannya juga unik.

Nasi Hainan di Warkop Alam

Nasi Hainan adalah menu chinese yang biasa disediakan di meja makan keluarga cina keturunan. Nasi Hainan yang disajikan di Warkop Alam disajikan mengikuti simbol yin & yang. Ada bagian berwarna putih, dan ada bagian berwarna hitam. Di bagian putih ada titik bagian hitam dan begitu pula sebaliknya.


Rondo royal

Tiap ngobrol sama mbak Ulin, otaknya Warkop Alam sekaligus tukang cerita, beliau selalu cerita soal rondo royal. Menu yang berasal dari singkong tape ini jadi favorit pelanggan Warkop Alam.


Plater manis dan cemilan asin

Biar nggak rugi, aku pesen platter manis yang isinya rondo royal, pisang goreng, dan singkong goreng. Kalo di gambar ada di bagian kanan bawah. 

Rondo royalnya emang enak dan aku rasa cuma ada di Warkop Alam. Mbak Ulin emang sengaja milih suplier tapi yang beneran enak. Kalo dibandingin harga tape goreng di tukang gorengan emang terbilang mahal, tapi rasanya emang nggak bohong.

Pisang goreng dan singkong gorengnya juga enak banget. Di tengah itu juga ada cocolan coklatnya yang juga enak.

 

Duo Tone, sketsa, mural

Selain menu makanannya yang mengusung tema peranakan, interior Waroeng Kopi Alam juga menarik. Temboknya punya dua warna (duo tone) yang ternyata merupakan ciri khas warung kopi peranakan dari masa ke masa. 

Kursi ala rumah nenek dan lemari vintage


Di satu bagian tembok ada sketsa Semarangan yang kebanyakan merupakan sketsa bangunan khas di Semarang. Ternyata sketsa-sketsa itu nggak hanya bagian dari home decor, tapi juga barang jualan. Monggo lho kalo ada yang mau bawa pulang.

Sketsa Semarangan yang bisa dibawa pulang


Di bagian outdoor Warkop Alam ada hiasan mural khas warung kopi dan pecinan / china town. Warkop Alam juga menanam beberapa tanaman untuk kesegaran mata dan kesegaran udara di area outdoor.

Salah satu mural di area outdoor

Kalau kamu sedang main ke Semarang, silakan coba nongkrong dan nyicip di Waroeng Kopi Alam. Kalo ketemu mbak Ulin, sila dicolek untuk bercerita tentang menu khas peranakan di Warkop Alam.

Inget untuk bikin kenang-kenangan di bawah tulisan Kopi Alam

Terima kasih Warkop Alam untuk ceritanya. Terima kasih kamu yang sudah menemani aku berbagi cerita. Semoga di lain kesempatan kita jumpa.

Dinilint


Sewa Mobil Saat Pandemi

Saat ini diam di rumah saja adalah cara paling ideal untuk mengatasi pandemi. Kenyataannya, nggak selamanya diam di rumah saja jadi solusi. Kadang kita perlu pergi ke luar rumah dan bermobilisasi.

Sayangnya, di masa pandemi seperti ini bepergian menggunakan kendaraan umum jadi sesuatu yang dihindari. Sewa mobil sepertinya bisa jadi solusi. Tapi apakah ada perusahaan sewa mobil yang terpercaya dan peduli, yang layak jadi pilihan untuk jadi pilihan solusi transportasi di masa pandemi begini?



Ada dong! I let you know.

Sembuh dari Covid-19

Hari ini adalah hari ke-17 ku setelah aku melakukan tes antigen mandiri dan mendapati hasil positif Covid-19. Di post kali ini aku akan menceritakan pengalamanku sebagai pasien covid yang melakukan isolasi mandiri di rumah, dan sembuh dari Covid-19.



We Do Well Together

Siapa sangka kondisi di pertengahan tahun 2021 kembali lagi seperti kondisi di masa awal pandemi. It even getting worst. At least ini yang aku alami saat ini.

Saat aku menulis artikel ini aku sudah 6 hari positif covid. Akhirnya kena jugaaaa. Ahahahaha.

Sisi baiknya, aku nggak mengalami ini sendirian. Banyak teman dan kerabat yang ternyata juga mengalami hal yang sama. Ada banyak hal baik di saat tidak baik ini. Ada keluarga yang menaruh perhatian dan rasa sayang, ada teman yang bisa diajak ngobrol apa aja, ada kebebasan untuk memilih konten apa untuk menghibur diri, dan ada Prudential dan SuperM dengan campaign We Do Well Together.



It really made my day
!!

Resep Membuat Kastangel Enak dan Mudah

Kastangel, kue dengan rasa keju yang selalu muncul saat lebaran pasti jadi favorit banyak orang. Kamu juga kan?


Sayang kalo udah lewat masa lebaran begini agak susah cari kastangel. Berhubung aku udah kangen makan kastengel, jadilah coba-coba bikin kastengel sendiri di rumah. Bahannya gampang ditemukan. Selain bisa cari di toko kue deket rumah, bisa juga dapet di Toko Wahab.

Toko Wahab ini jualan berbagai macam pilihan keju, termasuk keju sebagai bahan untuk kastangel. Selain keju, kamu bisa juga bisa menemukan berbagai bahan lainnya seperti coklat ditambah dengan tepung dan berbagai bahan topping.

Yap, kastengel dengan toping coklat seru juga lho.

Ereveld Candi Semarang

Main ke kuburan nggak pernah masuk dalam bucketlist, tapi beberapa kali melewati satu kompleks kuburan super rapi, adem di daerah perbukitan Kota Semarang membangkitkan rasa penasaran. 

Setelah beberapa kali berencana, akhirnya aku berhasil mengunjungi satu kompleks kuburan yang dikelola Belanda di Semarang, Ereveld Candi.