Senin, 27 Januari 2020

Perjalanan Cinta dalam Lirik Ambyar, Didi Kempot jadi Brand Ambyarssador Shopee

Selamat datang 2020! Tanpa sadar, ternyata aku udah lama nggak nulis di www.dinilint.com. Akhir-akhir ini aku lebih suka berbagi dengan cara ngobrol langsung. Tentu saja obrolan soal travelling masih mendominasi. Tapi selain travelling aku juga suka ngobrol random tentang apa saja, seperti ngomongin Didi Kempot. Iya, Didi Kempot yang lagunya suka bikin ambyar, nggak sengaja dengerin tapi tahu-tahu hapal liriknya.


Didi Kempot dan kata ambyar emang lagi mendominasi banget belakangan. Lagu-lagu campursari berbahasa jawa nan galau ini kembali digilai masyarakat kebanyakan. Nggak cuma penggemar lamanya Didi Kempot yang tergila-gila, tapi juga generasi milenial. Tak heran pria yang ini dijuluki sebagai The Godfather of Broken Heart ini nyatanya disukai oleh banyak kalangan. Bahkan sudah lama go international. Tahun 1996 ia pernah pergi ke Belanda dan Suriname untuk menampilkan suara merdu dengan alunan campursarinya yang apik.

Kalo didengerin dengan seksama, lirik lagu-lagunya Didi Kempot ini emang menarik. Berhubung aku lagi iseng, aku pengen nulis beberapa cuplikan lagu galau Didi Kempot, lengkap dengan arti dan juga inspirasi Didi Kempot untuk membuat lagu. Ternyata ada yang dari kisah nyata, lho!

Jumat, 27 Desember 2019

Travel Hack: 7 Barang Wajib yang Bikin Camping di Pantai Jadi Makin Asik

Siapa yang suka camping? Kalau aku suka banget. Buat aku camping itu cara lain untuk mendekat sama alam, merasakan waktu jalan melambat, just do nothing but leyeh-leyeh di tenda. 


Camping sendiri nggak identik dengan camping di gunung lho. Bisa juga lho camping di pantai. Camping di pantai tentunya sangat berbeda dengan di gunung, terutama suasananya. Perlengkapannya? Ada bedanya juga. Kalo aku sendiri punya rekomendasi untuk  menyiapkan 7 benda wajib yang harus dibawa saat camping di pantai.  Apa aja? 

Yuk simak.

Senin, 16 Desember 2019

Tahun-Tahun Bahagia Bersama Air Asia

Saat aku kecil,
saat naik pesawat terbang masih di batas imajinasi,
perasaan bahagiaku meluap-luap ketika ibu membawakan miniatur pesawat terbang.
Beliau juga bercerita tentang pengalamannya terbang ke negeri seberang, menyesap wine pertamanya yang ternyata nggak cocok di lidahnya, dan betapa inginnya dia membawa anak-anaknya ikut dalam penerbangan bersamanya.

Bertahun-tahun kemudian, anaknya nggak sebatas mendengar cerita tentang asiknya berpindah dari satu tempat ke tempat lain naik pesawat terbang. Anaknya mampu terbang sendiri, menjelajah dunia di seberang sana, dan bertemu lebih banyak orang, rupa, dan peristiwa.


Terima kasih untuk Air Asia yang sudah mewujudkan mimpiku, dan mimpi ibuku, untuk terbang.

Jumat, 13 Desember 2019

Staycation Temanggung: Menginap di Omah Yudi

Kalau boleh aku kasih saran, jangan menginap di Omah Yudi Temanggung. Pengalaman aku menginap di Omah Yudi berakhir dengan sesuatu yang ambyar*.


Ceritanya dimulai dari rencana untuk travelling ke Temanggung, salah satu kota di Jawa Tengah yang lokasinya berada di antara Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Kami berempat membayangkan akan bertemu hawa adem dan ritme hidup yang selow (lambat) di Temanggung.

Tapi kenyataannya? Ambyar. Tapi ambyar yang menyenangkan sih ini.

Rabu, 04 Desember 2019

Staycation di Semarang: Omah Djajanti

Sama seperti siang-siang yang lain, siang itu Semarang super panas. Aku janjian untuk bertemu dengan geng ambyarrr, Ika Turis Sendal Jepit, Dita Males Mandi, dan Olipe Oile. Weekend ini kami janjian mau mager (staycation) bareng di Semarang. Kebetulan pas ada Patjar Merah buka lapak di Semarang.

Biasanya kalo travelling bareng geng ambyarrr, itinerary-nya cuma mager, stay di satu tempat untuk leyeh-leyeh dan menikmati kenyamanan tempat menginap. Di Semarang ini kami pilih untuk menginap di Omah Djajanti Semarang.


Omah Djajanti berlokasi di belakang Sekolah Don Bosko Semarang, dekat Akademi Polisi Semarang. Kalo menurut aturan Semarang atas - Semarang Bawah, Omah Djajanti ada di perbatasan antara atas dan bawah. Lokasinya agak masuk ke pemukiman penduduk, tapi juga nggak jauh-jauh banget dari kota. Selama ada mobil dan transportasi online, aman. Eh, BRT (Bus Rapid Transit) Semarang juga lewat deket-deket gang situ.

Kami memilih Omah Djajanti sebagai tempat untuk staycation di Semarang dengan harapan:
  • tempatnya adem (karena di fotonya banyak taman dan tanaman), 
  • kamarnya gedhe jadi kami bisa puas ngobrol di kamar sambil menikmati ademnya AC (*hal penting mengingat Semarang panas banget akhir-akhir ini), atau 
  • masak-memasak di dapurnya Omah Djajanti.

Rabu, 20 November 2019

Bangunan Cagar Budaya untuk Warung Bakso

Hari ini aku akan cerita tentang pengalaman makan bakso dan mi ayam. Ya, menu favorit bagi hampir sebagian besar masyarakat Indonesia. Aku berpendapat semua orang pasti pernah makan bakso dan mi ayam dalam hidupnya. Tapi kalau makan menu favorit semua orang ini di bangunan cagar budaya, ada yang pernah coba?

Jumat, 15 November 2019

Solo Travellilng ke Way Kambas | Part 2

Akhirnya, aku punya kesempatan untuk berkunjung ke Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Perjalananku kali ini adalah solo travelling menggunakan transportasi umum. Bagaimana caraku menuju TN Way Kambas dari Bandar Lampung sudah aku tulis di post sebelumnya.


Di post ini aku akan menceritakan keseruan bertemu gajah di habitat aslinya, main dengan gajah, mengenal kehidupan masyarakat yang tinggal tetanggaan dengan gajah, bahkan masuk hutan dan ikut patroli gajah.

Minggu, 10 November 2019

Travel Hack: Gel Ajaib Untuk Mengatasi Kulit Kering Semasa Travelling

Pernah nggak kamu ngalamin kejadian semacam ini sepulang travelling?

Pas pulang, happy ketemu keluarga dan temen-temen, nggak sabar mau cerita liburannya ngapain aja, tahu-tahu kalimat pertama yang terlintas dari lawan bicara adalah 
"Ih kamu kok item banget sih? Emang kemarin travellingnya ngapain?"


Aku sering banget. :| :| :| 
Nggak cuma dibilang item, tapi juga dekil, lecek, kaya gembel, sampe diledikin, ih kamu siapa sih? Lintang-nya mana?. 

Thank God, sekarang udah nggak lagi.
Iya, sekarang kalo pulang travelling aku udah nggak item, dekil, kucel, kumel kayak dulu lagi. Jadi begini ceritanya.

Rabu, 06 November 2019

Tradisi Saparan dari Desa di Kabupaten Semarang

Tahukah kamu kalau Semarang itu nggak cuma nama kota, tapi juga nama kabupaten. Kabupaten Semarang lokasinya nggak jauh dari Kota Semarang, tepatnya di sebelah selatan Kota Semarang. Kalau di Kota Semarang udaranya cenderung hangat-panas karena lokasinya berada persis di pinggir pantai, cuaca di Kabupaten Semarang cenderung lebih sejuk karena berada di kaki gunung.


Kabupaten Semarang sendiri terdiri dari kota kecil dan desa-desa. Kali ini aku punya kesempatan main ke salah satu desa di Kabupaten Semarang yang bernama Desa Sumogawe. Aku datang saat warga Desa Sumogawe sedang mengadakan tradisi Saparan. Saparan ini semacam tradisi berkah bumi, mengucap syukur pada Sang Kuasa atas hasil bumi selama setahun ini. Bagaimana tradisinya?

Minggu, 27 Oktober 2019

Travel Hack: Layanan Pijat dari GoLife

Thank God there's Gojek app, aplikasi super yang membuat hidup jadi jauh lebih mudah, praktis, dan mungkin!


Ngomongin tentang Gojek, aku selalu ingat kalimat perpisahan seorang teman dari Eropa yang pernah tinggal sekitar 3 bulan di Indonesia, yang berbunyi,
"I can't imagine life without Gojek."
It just a simple sentence but it's true! Sejak Gojek masuk ke kehidupan umat manusia di Indonesia, semuanya jadi serba mudah, praktis, dan sederhana. Kemudahan dimulai dari proses mendapatkan penyedia jasa transportasi yang praktis dan harga pasti yang bersahabat. Kemudahan berlanjut dalam hal punya kurir pribadi untuk mengantar makanan dan belanjaan ke rumah, sistem pembayaran praktis yang bikin males bawa dompet berisi uang cash, dan sekarang merambah ke asisten bersih-bersih rumah yang siap setiap saat dan tukang pijat yang bisa dipanggil kapan aja ke rumah.

Gojek, aplikasi luar biasa ini bertransformasi dari penyedia jasa transportasi terpercaya menjadi super app. Bahkan Gojek sekarang punya banyak fitur dan layanan, termasuk aplikasi GoLife, yang dalam belakangan berhasil membuat hidupku jauh lebih nyaman.

Aku pun memasukkan GoLife ke dalam kategori travel hack di www.dinilint.com karena sangat membantu proses travellingku. Kok bisa?