Navigation Menu

featured Slider

Featured Post

Travelling ke Palembang demi Pempek Palembang

Sudah lama aku pengen travelling ke Palembang. Alasannya sederhana,
"Aku pengen makan pempek asli bikinan orang Palembang di Palembang." 
Selain makan pempek di Palembang, apa  yang akan aku lakukan selama di Palembang?


Rasanya sayang kan kalau cuma beli tiket pesawat dari Semarang ke Palembang cuma buat makan pempek aja. Tapi aku tetep dong travelling ke Palembang. Aku stay selama 4 hari 3 malam untuk travelling di Palembang.
Ngapain aja?

Makanan Favorit dan Cerita dari Hutan

Ayo ngobrol tentang makanan!


Apa makanan favorit kamu? Kalau makanan favorit aku adalah makanan yang berasal dari tumbuhan seperti sayur-mayur dan buah-buahan. Jenis makanan ini sangat mudah ditemui di daerah aku tinggal.

Thank God aku hidup di Indonesia, di mana tumbuhan sayur-mayur dan buah-buahan tumbuh subur dan beraneka ragam jenisnya.

Tanah Indonesia ini emang ajaib. Kita cuma butuh sedikit tenaga untuk masukin si bakal tanaman --bisa berupa biji, akar, potongan daun, bibit -- ke dalam tanah, siram air, dan viola,, tanaman ini akan tumbuh di tanah Indonesia. Aku udah buktiin lho.

Aku tanam akar kangkung -- yang aku dapat dari kangkung yang aku beli di pasar - dan si kangkung ini bertumbuh, hingga bisa aku konsumsi. Iyaaaa,, aku makan kangkung hasil kebun sendiri. *terharu 

Kalau ada istilah "gemah ripah loh jinawi" untuk Indonesia tercinta, ya karena memang tanah Indonesia ini subur dan membawa kemakmuran. Asal tanam tanaman ke tanah, ada kemungkinan besar untuk tumbuh. Mungkin ini sebabnya mengapa Indonesia punya banyak hutan yang rimbun dan penuh dengan tumbuh-tumbuhan. Apa aja yang ditancepin ke tanah Indonesia ini bisa bertumbuh. Thank God.

Staycation Jogja: Menginap di Ndalem Suryo Saptono

Jogja jadi tujuan piknik selanjutnya. Kali ini nggak pake bikin itinerary Jogja karena tujuan Geng Ambyar, yang sekarang berganti label jadi Geng Rebahan adalah untuk rebahan, leyeh-leyeh, makan-makan, dan semua-mua yang menyenangkan.


Salah satu tujuan rebahan di Jogja kali ini adalah di Ndalem Suryo Saptono Guest House. Lokasinya ada di daerah Godean, Jogja.

Perjalanan Cinta dalam Lirik Ambyar, Didi Kempot jadi Brand Ambyarssador Shopee

Selamat datang 2020! Tanpa sadar, ternyata aku udah lama nggak nulis di www.dinilint.com. Akhir-akhir ini aku lebih suka berbagi dengan cara ngobrol langsung. Tentu saja obrolan soal travelling masih mendominasi. Tapi selain travelling aku juga suka ngobrol random tentang apa saja, seperti ngomongin Didi Kempot. Iya, Didi Kempot yang lagunya suka bikin ambyar, nggak sengaja dengerin tapi tahu-tahu hapal liriknya.


Didi Kempot dan kata ambyar emang lagi mendominasi banget belakangan. Lagu-lagu campursari berbahasa jawa nan galau ini kembali digilai masyarakat kebanyakan. Nggak cuma penggemar lamanya Didi Kempot yang tergila-gila, tapi juga generasi milenial. Tak heran pria yang ini dijuluki sebagai The Godfather of Broken Heart ini nyatanya disukai oleh banyak kalangan. Bahkan sudah lama go international. Tahun 1996 ia pernah pergi ke Belanda dan Suriname untuk menampilkan suara merdu dengan alunan campursarinya yang apik.

Kalo didengerin dengan seksama, lirik lagu-lagunya Didi Kempot ini emang menarik. Berhubung aku lagi iseng, aku pengen nulis beberapa cuplikan lagu galau Didi Kempot, lengkap dengan arti dan juga inspirasi Didi Kempot untuk membuat lagu. Ternyata ada yang dari kisah nyata, lho!

Travel Hack: 7 Barang Wajib yang Bikin Camping di Pantai Jadi Makin Asik

Siapa yang suka camping? Kalau aku suka banget. Buat aku camping itu cara lain untuk mendekat sama alam, merasakan waktu jalan melambat, just do nothing but leyeh-leyeh di tenda. 


Camping sendiri nggak identik dengan camping di gunung lho. Bisa juga lho camping di pantai. Camping di pantai tentunya sangat berbeda dengan di gunung, terutama suasananya. Perlengkapannya? Ada bedanya juga. Kalo aku sendiri punya rekomendasi untuk  menyiapkan 7 benda wajib yang harus dibawa saat camping di pantai.  Apa aja? 

Yuk simak.

Tahun-Tahun Bahagia Bersama Air Asia

Saat aku kecil,
saat naik pesawat terbang masih di batas imajinasi,
perasaan bahagiaku meluap-luap ketika ibu membawakan miniatur pesawat terbang.
Beliau juga bercerita tentang pengalamannya terbang ke negeri seberang, menyesap wine pertamanya yang ternyata nggak cocok di lidahnya, dan betapa inginnya dia membawa anak-anaknya ikut dalam penerbangan bersamanya.

Bertahun-tahun kemudian, anaknya nggak sebatas mendengar cerita tentang asiknya berpindah dari satu tempat ke tempat lain naik pesawat terbang. Anaknya mampu terbang sendiri, menjelajah dunia di seberang sana, dan bertemu lebih banyak orang, rupa, dan peristiwa.


Terima kasih untuk Air Asia yang sudah mewujudkan mimpiku, dan mimpi ibuku, untuk terbang.