Sabtu, 24 Februari 2018

Semarang yang Damai, Tertib, dan Aman

Bertahun-tahun tinggal di Semarang, aku makin betah dengan kota ini. Makanannya enak, temennya banyak, dan tempat pikniknya makin hari beranak-pinak.


Semarang dulu dan Semarang sekarang emang beda. Semarang yang dulu, dari sudut pandangku, adalah kota yang sederhana dengan tampilan apa adanya. Bangunan-bangunannya sederhana dengan warna-warna klasik. Sudut kotanya juga tampil apa adanya. 

Semarang sekarang sudah tidak mau tampil apa adanya. Semarang seakan bersolek dengan lebih centil. Di sana-sini dibangun taman kota yang tidak hanya tanah lapang yang kemudian dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima untuk jualan, tetapi taman lengkap dengan fungsinya sebagai fasilitas publik dengan area untuk beraktivitas bersama semacam lari, main skateboard, dan playground. Semarang sekarang punya trotoar untuk pejalan kaki yang tidak hanya berwarna hitam putih dan ditumpuki bangunan pedagang atau apalah sehingga fungsinya tidak jadi untuk pejalan kaki tetapi untuk syarat ada trotoar. Trotoar di Semarang sekarang punya warna merah, kuning, atau hijau, dengan dekorasi tumbuh-tumbuhan tropis yang cantik. 

Semarang dulu punya Kota Lama yang terkenal dengan premannya. Duh serem yak, udah isinya bangunan lama, ada cerita-cerita tentang hantu, terus yang menghuni malah preman yang kadang suka sembarangan berulah. Beda cerita dengan Semarang sekarang. Kota Lama justru dipoles habis-habisan tapi nggak menor, jadinya cantik. Bangunan-bangunan tua yang dulu tampak seram dan bikin males untuk datang, sekarang malah berubah jadi cafe, tempat nongkrong, working space, tempat workshop, dan pastinya tempat piknik lengkap dengan indomaret! Karena sudah banyak yang datang berkunjung ke Kota Lama, jadi sekarang preman-preman di Kota Lama sudah tidak dominan. Aku sendiri seneng banget bolak-balik ke Kota Lama. Meskipun sampe malem juga aku tetep merasa aman-aman aja.

Meskipun di atas aku bercerita tentang perbedaan Semarang dulu dan Semarang sekarang, tapi aku merasa ada hal yang selalu sama baik dulu dan sekarang di Semarang. Aku merasa betah tinggal di Semarang karena Semarang punya suasana yang damai. Semarang dihuni tidak hanya oleh satu etnis, satu suku, dan satu agama saja, tetapi ada berbagai macam orang dengan latar belakang yang berbeda-beda yang tinggal bersama-sama di kota ini. Hal ini sudah terjadi puluhan tahun. Meskipun kami berbeda-beda, tetapi perbedaan-perbedaan ini yang membuat kami bertambah kaya dan dapat hidup berdampingan dengan damai. Suasana yang damai ini tentu saja layak untuk dipertahankan, maka supaya tetap damai kami pun tertib. Yah ngapain juga nggak tertib kalo ujung-ujungnya untuk kenyamanan hidup sendiri juga kan. Kalo sudah tertib begini kan jadinya berasa aman. Ini nih yang bikin aku betah tinggal di Semarang.


Ngomong-ngomong soal damai, tertib, dan aman, aku sekalian mau cerita nih tentang pertemuanku dengan Kapolrestabes Semarang, Bp. Komisaris Besar Polisi Abioso Seno Aji, S.I.K dalam rangka Silaturahmu Kamtibmas Polrestabes. Lho apa hubungannya coba? Jadi gini, sehubungan tentang Semarangku tercinta yang damai, tertib, dan aman ini, ternyata beberapa waktu belakangan ada pihak-pihak yang merusak hal-hal tersebut. Hiks sedih. Meskipun sudah seharusnya tugas polisi untuk menegakkan hukumg dan mengatur pelaku-pelaku kriminal tersebut, tapi aku dan kamu sebagai masyarakat juga bisa berperan dalam menciptakan suasana damai, tertib, dan aman. Cara paling gampang sih dengan ingat nomor 1500092, call center Polrestabes Semarang. Seandainya aku dan kamu bertemu dengan kegiatan kriminal yang mencurigakan dan mengganggu suasana damai, tertib, dan aman sebaiknya langsung kontak ke nomor 1500092.

Bapak Abioso juga titip pesan bahwa beliau dan jajarannya berkomitmen untuk mengurangi angka kriminalitas dan menindak tegas aksi begal yang kembali meresahkan warga Semarang. Amiiiiin. Duh kamu yang begal-begalan dan sejenisnya ngapain juga sih. Mendingan kita jalan-jalan yuk. Nggak perlu jauh-jauh, jalan-jalan ke kota sendiri juga cakep-cakep. Aku aja yang tinggal di Semarang masih sering bergaya ala turis kalo lagi bosen dan pengen jalan-jalan terus jalan-jalan di Semarang. Begal-begal ini udah nggak damai, nggak tertib, nggak aman, dan menimbulkan korban pula, Bapak Kapolrestabes Semarang berempati pada korban begal dan kasus geng motor yang akhir-akhir ini kembali muncul di masyarakat. Hiks. Semoga nggak ada lagi ya. Amin.

Selfie bareng Pak Kapolrestabes, Pak Abiyoso

Semoga suasana Semarang yang damai, tertib, dan aman selalu terwujud. Amin.
Dinilint.

NB: Kemaren pas acara Silaturahmi Kamtibmas Polrestabes Semarang blogger diundang dan diajak ikut ambil bagian bareng media (wartawan) dan komunitas se-kota Semarang. Kami diajak duduk melingkar lesehan dan tukar pikiran. Suguhannya diletakkan dalam piring-piring dengan maksud supaya saling berbagi, dibanding diletakkan dalam dus yang lebih bersifat personal dan bakalan dimakan sendiri-sendiri. Menunya adalah menu tradisional seperti jagung rebus, singkong rebus, pisang rebus, kue lumpur, martabak, dan favorit aku klepon.

22 komentar:

  1. Y ampuuuun Semarang, berkali-kali pesen tiket gagal mulu ke Semarang, ada duitnya ga ada waktunya ke semarang, ada waktunya duitnya habis -_-;

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin sekarang saatnya jalan-jalan ke Semarang mbak. ��

      Hapus
  2. kerenlah semarang ini. kotanya masih asri dan masih klasik banget, jadi pengen liburan ke semarang

    BalasHapus
  3. Pengen main ke semarang.....

    BalasHapus
  4. Semarang sekarang makin ngangeni ya..apalagi bila aman tertib..makin bikin nyaman untuk datang / tinggal ya.. semoga..

    BalasHapus
  5. Jadi inget pas Backpacker ke semarang baru sampai dr st Poncol. Eh di sambut suara merdu (P.U.P) di celana , up's...

    Jadi kangen semarang terutama arsitektur nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha,,, kayaknya kenangan tak terlupakan dan sangat berkesan yaaa

      Hapus
  6. Yang paling aku suka sama kota tua nya Semarang.
    Keren2 bangunannya ya, cuma sayang kurang perawatan maksimal.

    Semoga kedepannya akan dikelola dg baik utk tujuan wisata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiiin.
      Belakangan ini baik pemkot maupun masyarakat giat merawat Kota Lama Semarang, tapi ya emang nggak bisa langsung kelihatan beda dan bagus, untuk perawatan tiap bangunan aja butuh daya yang begitu besar, tapi tetap mendukung untuk yang terbaik. Terima kasih sudah berkunjung ya.

      Hapus
    2. Sama-sama,Dini ☺
      Udah berkunjung juga di blogku.
      Denger informasi, kawasan kota tua Semarang ini sekarang lagi digarap oleh investor dari Eropa,ya ...
      Areanya akan disulap jadi kawasan wisata International.

      Semoga benar terlaksana,ya.

      Hapus
    3. Wuih,, aku baru denger nih yang kabar ini. Semoga jadi bagus dan tetep cantik ya

      Hapus
  7. Kota lama beneran makin nyenengke. Aku sering sengaja muter2 lewat situ meskipun jarang turun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa,, coba deh jalan kaki muterin Kota Lama,, ambience nya beda dibanding naik mobil ;)

      Hapus
  8. pengen ke semarang gag kesampean :( next holiday deh. Pengen banget wiskul ke semarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang Semarang ini makanan e ngangeni. Sini mbak sini

      Hapus
  9. Skrg kota semarang makin cantik ya, ada kota tua sama kampung pelangi yg menawan. Btw kapan2 boleh nih jd guide klo saya main2 kesana.. 😁😁

    BalasHapus
  10. Harus di-save dulu ini nomornya sama warga, karena agak kepanjangan. I mean, bukan tipe nomor yang akan langsung dihafal dalam sekali bersitan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha,, mungkin cara ngenalinnya kurang 'ngena'. Coba itu empat belas kosong empat lima juga lebih panjang dibanding nine one one tapi juga tetep diinget. Hahaha

      Hapus

Thank you for reading and leaving comment :)