Jumat, 25 Mei 2018

Pasar Sehat Semarang (Ada Lagi)

Belakangan ini lebih banyak orang yang peduli akan kesehatan. Kata sehat saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Namun pada kenyataannya untuk benar-benar memiliki gaya hidup sehat seperti olah raga teratur, istirahat cukup, dan makan makanan yang benar-benar bermanfaat untuk kesehatan tubuh bukan sesuatu yang mudah, tapi bukan hal yang sulit juga sih sebenernya. Akhir-akhir ini mulai bermunculan produsen-produsen makanan, baik bahan pangan maupun makanan siap makan yang memikirkan tentang kesehatan. Kabar baiknya,, kumpulan orang-orang yang peduli kesehatan ini berkumpul di Pasar Sehat Semarang. Ada apa aja sih di Pasar Sehat Semarang?




Sehat dimulai dari niat


Menurutku semua orang punya kesempatan yang sama untuk memiliki tubuh sehat asalkan ada niat untuk mempertahankan kesehatannya itu. Sehat itu berarti seluruh fungsi tubuhnya berfungsi secara optimal, bukan sekedar nggak sakit lho. Sebenernya aku udah pernah bahas tentang sehat dan cara menjaganya di artikel sebelah, intinya sih ada tiga faktor utama yang bisa kita niatkan untuk tetap sehat;
  1. Perbanyak aktivitas fisik
  2. Istirahat cukup
  3. Makan yang dibutuhkan tubuh

Pasar Sehat


Pasar Sehat Semarang sebenarnya coba membantu kita mengatasi poin no.3. Pasar Sehat Semarang adalah kumpulan orang-orang yang peduli dengan asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Ada orang yang menyediakan bahan makanan, ada yang sudah mengolahnya, ada yang mengelola, ada yang menyediakan tempat, dan ada yang membutuhkan makanan dan bahan makanan tersebut.


Pasar Sehat Semarang sebenarnya sudah pernah ada di masa lalu, namun entah kenapa sempat vakum. Bulan Mei 2018 Pasar Sehat Semarang kembali hadir di Kota Semarang. Pasar Sehat Semarang Volume 1 sukses diadakan di area parkir Basilia pada minggu pagi bulan Mei 2018. 


Pasar Sehat Semarang vol.1 berhasil menghadirkan berbagai jenis makanan enak yang juga baik untuk tubuh. Ada berbagai olahan gluten free yang disajikan menjadi berbagai macam jenis roti basah, kue kering, bahkan pempek. Mengapa gluten free disebut makanan sehat? Ada banyak artikel dan penelitian yang menjelaskan bahwa gluten ini kurang baik untuk kesehatan tubuh, namun sayangnya ada banyak produk makanan enak yang tidak bisa meninggalkan gluten. Tapi nyatanya, produk-produk gluten free di Pasar Sehat Semarang ini super enak. 


Aku sendiri suprise dengan pempek gluten free ini. Jadi bahannya bukan pakai tepung kebanyakan. Bahkan pempek ini dibungkus dengan daun pisang. Selain ramah lingkungan, penggunaan daun pisang untuk menggantikan kemasan plastik dan sejenisnya juga membuat makanan lebih sehat karena resiko partikel nano plastik yang menempel pada makanan akibat panas jadi hilang. Kebayang nggak sih kalo di dalam tubuh nano plastik super kecil ini menempel di dalam saluran pencernaan, atau terbawa dalam pembuluh darah, dan menyumbat aliran darah dalam tubuh. Kan plastik nggak bisa diurai.


Pasar Sehat Semarang juga punya artisan bread dan artisan jam. Maksudnya artisan itu rotinya diolah secara handmade, tanpa bahan kimia. Bahkan sang pembuat roti harus trial & error selama bertahun-tahun dengan sourdough buatan tangan di rumahnya untuk menghasilkan roti yang enak tanpa essens-essens bahan kimia. Rotinya enak banget, aku juga nyobain. Aku paling suka jam alias selai buatan rumahannya,, manisnya pas dan buahnya berasa segar. Mungkin karena didapat dari bahan baku pilihan.


Pasar Sehat Semarang juga menjual bahan baku semacam sayuran organik yang didatangkan khusus dari kaki Gunung Merbabu. Sayur organik cendrung lebih segar, lebih tahan lama, dan tidak mengandung pestisida. Rasa sayuran organik dibandingkan sayuran berpestisida juga lebih enak. Selain sayur ada pula beras organik, garam vulkanik, sampai minyak kelapa yang sehat untuk memasak. Harganya juga masih masuk akal dan nggak mahal lho. Kalo ini yang bilang temenku yang ibu rumah tangga yang pasti sudah paham tentang harga bahan baku di pasaran. Katanya harga beras organiknya malah hampir sama dengan harga beras biasa di pasaran. Lebih baik beli yang lebih sehat dong.


Puas makan dan gerah setelah belanja, ada banyak minuman segar yang sehat yang disediakan di Pasar Sehat Semarang. Minuman-minuman ini adalah minuman segar yang dibuat dari bahan-bahan alami, semacam infuse water dengan buah-buahan segar, teh telang dari ekstrak bunga telang asli, almond milk dari kacang almond berkualitas, hingga cold pressed juice tanpa gula tanpa pengawet.


Di balik Pasar Sehat Semarang

Pasar Sehat Semarang hadir karena kebutuhan. Pasar Sehat Semarang adalah bagian dari jaringan pasar sehat Indonesia (Japsi) yang digagas oleh pakar food combining Indonesia, Pak Wied Harry. Mbak Arum yang mengelola Pasar Sehat Semarang juga adalah pelaku food combining yang merasakan manfaat dari gaya hidup sehat setelah sebelumnya berhasil sembuh dari penyakit TB paru. Orang-orang yang berjualan di Pasar Sehat Semarang juga pelaku-pelaku gaya hidup sehat yang peduli tentang kesehatan juga, sebut saja Bu Indri yang tergila-gila dengan artisan bread yang butuh bertahun-tahun untuk mendapatkan adonan roti yang tepat, mbak Nia yang berlatar belakang psikolog yang terjun ke dunia makanan sehat karena sering mendapati bahwa anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus semakin sulit diatasi apabila mengkonsumsi gluten, mas Ari yang punya lahan kebun organik di lereng gunung Merbabu yang peduli tentang tanaman sehat tanpa pestisida, juga mbak Wening, bu Nanda, Princess Ani, bu Eliza, bu Sita, dan bu Intan yang peduli akan asupan makanan yang sehat.


Pasar Sehat Semarang ini akan diadakan rutin tiap bulan sekali di hari Minggu di Basilia Menteri Supeno Semarang. Jika Pasar Sehat Semarang vol. 1 diadakan pada pagi hari bertepatan dengan event CFD di sekitaran Simpang Lima (lokasinya memang dekat banget dengan Simpang Lima), Pasar Sehat Semarang vol. 2 akan diadakan sore hari karena pas dengan even ngabuburit di bulan puasa. Kalau Pasar Sehat Semarang vol.3,,, aku juga kurang tahu. Lebih baik check ke sos-med mereka untuk update-nya. Selamat hidup sehat. 


Ada lagi,, kalau mau belanja dan jajan di Pasar Sehat Semarang sebaiknya bawa tempat makan dan kantong plastik sendiri. Selain sehat untuk tubuh sendiri, ikut menjaga kesehatan lingkungan juga wajib!

foto bareng temen-temen blogger yang lagi belajar gaya hidup sehat

Menjadi sehat memang cenderung tidak murah, tetapi tetap sehat bukan hal yang mahal.
- Dinilint -

10 komentar:

  1. Menarik, perlu dikembangkan nih pasar sehatnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selama yg membutuhkan makin banyak, aku rasa pasti berkembang dengan sendirinya ;)

      Hapus
  2. Sebagai pecinta makanan sehat, aku gembira sekali atas kehadiran Pasar Sehat Semarang ini. Semoga makin berkembang ke seluruh Indonesia sehingga lebih mudah dan gampang di akses. Penjual dan pembelinya juga kian meningkat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin.
      Asal ada pelakunya dan orang-orang yang butuh akan makanan sehat dan peduli dengan gaya hidup sehat, kemungkinan untuk berkembang sangat besar menurutku.

      Hapus
  3. Aku belakangan lagi memperbaiki pola makan, mbak. Biar mukaku bisa tirus lagi seperti duluuu.

    Itu sate yang dipincuk kayaknya enak bangeeettt!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh,, semoga sukses ya perbaikan pola makannya.
      Iya tuh sate jamurnya enak. Pake bumbu rahasia kata mbak Nia, yang bikin.

      Hapus
  4. duh ngiler banget liat foto makanannya kak Din haha
    acara yg menarik ya, di Bogor belum ada yg kaya gitu.
    kalo deket aku udah ngabur ke Semarang nih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin udah ada bibit-bibitnya tapi belum dibikin acara bareng gitu. Bogor juga banyak makanan enak kannn

      Hapus
  5. Menarik sekali ya, ada pasar sehat di Semarang. Amazing lihat pempek dibungkus daun pisang, serasa makan nogosari, ha ha.
    Gluten Free itu maksudnya rendah kalori, mbak? Atau apa ya?
    Anyway, salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha,,, kalo nagasari kecil dan manis, kalo pempek lebih gedhe dan gurih. Bedaa,, cuma sama-sama dibungkus daun pisang.

      Gluten itu sendiri adalah protein yang biasa ditemukan di padi-padian dan seralia. Untuk beberapa orang dengan penyakit tertentu (intoleransi gluten, penyakit celiac, dan kata temenku yang psikolog di kasus anak berkebutuhan khusus) mengkonsumsi gluten punya pengaruh buruh untuk tubuh.
      Tapi menurut artikelnya rocking mama gluten ini kurang bisa dicerna tubuh, jadi misal jenis makanan biasa cukup dicerna satu hari, kalo ada gluten bisa jadi 3 hari dicerna dalam tubuh. Jadi nggak bukan perkara kalori ya ;)

      Hapus

Thank you for reading and leaving comment :)