Jumat, 04 Mei 2018

Proses Pembuatan Tenun Troso di Jepara

Weekend kemarin saya menyempatkan diri untuk ikutan teman-teman piknik tipis ke Jepara. Agenda utamanya sebenarnya cuma goler-goler di pantai dan doing nothing. Acara gegoleran bareng teman sudah jelas menghasilkan percakapan-percakapan random, termasuk percakapan tentang mengintip tempat pembuatan tenun troso. Ya,, mumpung kami sedang ada di Jepara kenapa tidak. Bagusnya lagi lokasi pembuatan tenun troso ini searah dengan jalan kami pulang ke Semarang. Jadi ayo melihat proses pembuatan tenun troso.



Tenun troso dibuat di satu daerah di Jepara yang disebut juga dengan nama Troso. Lokasinya di daerah pedesaan. Meskipun demikian, tapi sinyal provider kami masih bagus banget dan google map mampu menuntun kami menuju lokasi dengan akurat.


Saat sampai kami disambut ramah dengan ibunya mbak Fifit. Mbak Fifit sendiri adalah orang asli daerah Troso yang masih muda dan punya otak cemerlang. Dia memberdayakan orang-orang di desanya untuk membuat tenun troso Jepara kemudian memasarkannya melalui internet.

Benang


Proses awal pembuatan tenun troso dimulai dari benang. Untuk tenun troso sendiri benang yang digunakan adalah benang katun. Itulah sebabnya mengapa pakai tenun untuk pakaian nggak panas tapi cenderung adem. Tapi uniknya kalau cuaca sedang dingin, menggunakan tenun di badan justru menghangatkan.


Benang-benang katun tadi disusun sedemikian rupa sehingga menjadi barisan benang yang rapi. Benang-benang tersebut diikat sepuluh-sepuluh atau tergantung mau membuat berapa potong kain tenun. Kalau sudah rapi,, benang tersebut ditata sedemikian rupa, dipasang mal untuk menggambar motif, kemudian digambar motifnya mengikuti cetakan mal. Untuk membuat mal dibutuhkan keahlian tersendiri. Mal atau cetakan itulah yang membuat pola-pola berbeda di tiap kain tenun.


Ikat


Proses selanjutnya adalah mengikat satu persatu pada tiap bagian benang. Ikatannya harus kencang supaya warnanya tidak masuk ke dalam ikatan. Inilah mengapa ada yang menyebut kain tenun sebagai ikat, karena prosesnya mengikat satu per satu. Dibutuhkan kesabaran dan ketelitian yang sangat dalam mengikat setiap tali. Salah ikat motif yang diinginkan jelas tidak akan jadi.


Setelah diikat sesuai motif, tahap selanjutnya adalah mewarnai. Proses mewarnai ini hampir mirip dengan yang aku lihat saat melihat proses pembuatan batik. Benang-benang yang sudah diikat tadi dicelup ke dalam pewarna. Tidak hanya sekali celup tetapi berkali-kali, apalagi kalau menginginkan warna yang lebih terang atau tidak biasa. Untuk warna dasar tenun troso adalah warna biru dan merah. Itulah sebabnya mengapa warna tenun troso biasanya berkisar di warna-warna tertentu. Namun tidak menutup kemungkinan akan ditemukan warna-warna lain yang menarik seperti yang aku temui kemarin saat di Desa Troso yaitu warna kuning, pink, dan biru cerah.


Berbeda dengan proses pembuatan batik, proses pembuatan tenun troso hanya membutuhkan air dingin saja. Setelah dicelup ke pewarna proses selanjutnya adalah mengeringkan. Oia,, untuk proses pencelupan ini dibutuhkan tenaga yang lumayan. Bayangkan dalam satu rangkaian ikatan kain nantinya akan membentuk sekitar 10 lembar kain dengan ukuran 2 meter x 1 meter. Jadi secara tidak langsung si bapak yang melakukan proses pewarnaan harus mengangkat dan memeras sekitar 10 lembar kain secara bersamaan.


Tenun


Apabila sudah kering dan warna yang diinginkan sudah menempel sempurna pada benang, barulah dilakukan proses tenun. Tenun sendiri kalau aku terjemahkan secara bebas adalah proses menyatukan benang menjadi lembaran kain. Untuk kain polos dengan satu warna proses tenun bisa dilakukan oleh mesin, namun untuk proses tenun dengan motif-motif cantik harus ada sentuhan tangan manusia untuk membentuk motifnya. Saya pernah mencoba ikutan menenun di Lombok dan hasilnya jelek sekali karena aku tidak punya keahlian di bidang tersebut. Dibutuhkan keahlian dan sense of art untuk membuat kain tenun.


Melihat proses pembuatan tenun troso yang panjang, butuh ketelitian, dan tenaga rasanya sungguh bangga punya budaya yang sangat indah ini. Tentu saja kami nggak cuma ngintip proses pembuatan tenun troso nya saja, tapi sempat-sempatnya dijamu makan oleh keluarga pembuat tenun troso yang kami intip karyanya. Mereka dengan senang hati menjamu kami dengan air jeruk hasil kebun. Jeruknya tinggal mereka petik aja, nggak beli. Duh enaknya. 


Meskipun sepanjang piknik di Jepara kebanyakan waktu kami cuma digunakan untuk goler-goler di pantai, doing nothing, dan ngobrol ngalor ngidul, tapi sebagian kecil waktu piknik kami yang kami gunakan untuk belajar sedikit tentang tenun troso rasanya membuat kami bertambah kaya, kaya pengetahuan dan kaya rasa. 


Kami pun pulang dengan bahagia dan tumpukan kain tenun yang super cantik. Aku nggak sabar pengen menyulap kain-kain ini menjadi sesuatu yang wearable biar bisa segera dipamerin kalo jalan-jalan.

- Dinilint -

PS: Aku sempat rekam tiap proses pembuatan tenun troso Jepara dalam video-video pendek yang aku upload di instagram @gelintang_,, bisa lihat di bagian highlight.

34 komentar:

  1. Wew.. Baru tau kalo di Jepara juga ada kain tenun..
    Soalnya kain tenun terkesan budaya Indonesia bagian Nusa Tenggara seperti Lombok...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kain tenun sebenernya ada di hampir seluruh nusantara. Yg membedakan kain tenun satu dan lainnya adalah di bahan benang, warna, & motif.

      Hapus
    2. Mungkin perlu dipromosikan lebih lanjut lagi kain tenun di daerah yang lain.. Soalnya merupakan aset daerah juga...

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    4. Sudah ada banyak usaha untuk mempromosikan kain2 nusantara baik dari pihak pemerintah maupun pihak kain,, termasuk aku yg nulis,, cuma memang nggak bisa langsung sekejap mata semua orang tau & paham ;)

      Hapus
  2. waw keren bangeet ya kain-kain tradisional Indonesia.. di tempat aku juga ada tenun dayak kalimantan, motif dan corak nya rada mirip tapi tetep beda sih... itu uniknya indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga pernah dapat sarung khas Kalimantan. Cakep. Aku suka warnanya. Aku bikin jadi celana kulot,, kalo penasaran aku upload di Ig: @dinilint
      Btw,, kalo tahu nyari kain Kalimantan secara online boleh bisikin yaaa

      Hapus
  3. kamu mah gak jauh-jauh dari kain ya sist.. tapi keren euy tenunnya.. aku juga pecinta kain-kain tradisional.. selain coraknya unik, kainnya juga keren-keren banget.. pokoknya aku cinta Produk Indonesia..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa,, habis gimanaaaa
      Udah cinta siiih

      Hapus
  4. Wah baru tahu kalau kain tenun itu dimotif dulu baru ditenun ya. Nice info��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga baru paham kemarin itu mbak, beneran ditunjukin tiap prosesnya di depan mata. Tiap prosesnya seru & menantang.

      Hapus
  5. Gua belum pernah ke Jepara dan itu proses nya keren karena masih tradisional hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga dg baca tulisanku ini ada bayangan tentang Jepara meskipun belum kesana ya

      Hapus
  6. Wihhh, di jepara juga ada kain tenun to, duhh aku mupeng kak pengin bangeeet. Kalau mau beli harus ke jepara? Bisa via online nggak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Adaaaa.
      Bisa. Kirim email ke aku dinilintangasri.dla(at)gmail(dot)com ntar aku kasih tau

      Hapus
  7. Cantik banget kain tenun jeparanya ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mbak main ke Jepara. Masih banyak yg cantik

      Hapus
  8. Cantik banget kain tenun jeparanya ☺

    BalasHapus
  9. Ya ampun duh perjalanan yang kaya akan hal-hal seru.
    Bikinnya rempong ya, kalo beli kita gampang banget.
    Sukses buat pengrajin tenun troso, bagi cerita-cerita lain ya Tang.

    BalasHapus
  10. cakep banget yaa kainnya.. Indonesia kaya bangeet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget.
      Aku pengen ngintipin tiap tempat di Indonesia yg bikin2 kain begini lho mbak. Pasti takes time banget saking banyaknya

      Hapus
  11. Baru tau ada tempat buat lihat pembuatan kain troso ini..

    BalasHapus
  12. aku suka salut sama pengrajin seperti mereka, kereeeen ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa.
      Apalagi yg tetep mau bikin kain2 begini sampe sekarang.

      Hapus
  13. Rumit juga ya proses bikin tenun trosonya. Harganya mahal nggak sih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo melihat prosesnya yg rumit & panjang kok rasanya harga 100-200 ribuan perpotong kain tenun itu harga yg nggak layak dibilang mahal ya,, malah mestinya bisa lebih kalo ada daya beli tinggi dari konsumen

      Hapus
  14. Pantas saja harga kain tenun itu lumayan mahal, buatnya juga gak udah ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes,,, ada harga dibalik proses :)

      Hapus
  15. Pembuatan kain paling sulit ya kain tenun ini, njlimet banget ya. Tapi hasilnya bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo dibilang paling sulit sebenernya nggak juga ya mbak,, jenis kain lain juga ada proses perjuangannya sendiri-sendiri kok ;)

      Hapus
  16. Temen Ku juga Ada yg punya usaha bikin tenun torso ini Di Jepara, Pas ngeliat Dan belajar langsung proses pembuatannya seru banget, suka banget sama warna2 tenun torso Yang elegant 😁

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)