Sabtu, 04 Agustus 2018

Belajar Menjadi Vlogger Modal Smartphone

Akibat sering nonton Youtube dan browsing video perjalanan sana-sini, hasrat untuk bikin video perjalanan sendiri pun muncul. Vlog adalah video blog,, jadi semacam catatan perjalanan tapi dalam bentuk gambar bergerak dan suara. Nggak sulit untuk membuat vlog dan coba-coba menjadi vlogger. Yang perlu dilakukan adalah merekam setiap momen perjalanan. Setelah itu edit trus upload deh. Semua hal ini aku coba pelajari memakai smartphone yang mudah dan praktis dan yang paling penting user friendly.



Video blog perjalanan yang aku unggah di post ini adalah video perjalananku saat melakukan perjalanan ke Pulau Komodo. Aku melakukan living on board (LOB) selama 4 hari 3 malam dari Lombok menuju Labuan Bajo. Selama perjalanan tersebut aku memfungsikan smartphone-ku sebagai kamera video. Tiap momen yang menarik untukku, aku usahakan untuk mengambil videonya. Momen-momen seperti tiba di kantor tour operator, mulai naik kapal, hingga hanya berlayar berjam-jam di kapal pun aku rekam.

Ketika sudah kembali ke rumah, yang artinya semua video perjalanan dari mulai awal sampai akhir sudah terkumpul, aku mulai menyatukannya dan melakukan editing. Aplikasi yang aku andalkan untuk melakukan edit vlog di smartphone adalah Power Director. Sebelumnya aku juga pernah beberapa aplikas seperti Viva Video, In Shot, dan beberapa aplikasi editor video di smartphone lainnya yang aku lupa namanya saking ribetnya namanya. Dari beberapa aplikasi editor video di smartphone itu ternyata aku paling cocok dengan Power Director. Aku suka cara pakainya yang gampang dan sangat mudah diutak-atik sesuai selera. Aku juga lebih suka Power Director karena dia tidak punya tema tertentu melainkan aku bebas meng-eksplorasi keinginanku dalam video.


Saat melakukan editing, aku kadang membuang beberapa bagian yang terlalu membosankan, memotong di sana-sini, menambahkan kecepatan pada video, juga kadang mengurangi kecepatan pada video. Ada juga saat ketika suara di video terlalu keras atau pun terlalu pelan atau tidak perlu ada suara. Aku juga suka menambahkan musik latar untuk video. Kebanyakan vlog-ku punya musik latar yang aku buat sendiri, jadi kualitas suaranya kadang kurang baik. Kemarin aku juga baru coba menggunakan musik latar yang dibuat untuk berbagai macam video di youtube secara gratis. Kata kuncinya adalah free copyright music. Musik-musik ini memang diciptakan untuk diunduh kemudian digunakan sebagai musik latar pada video yang akan diunggah ke Youtube.

Setelah semua proses editing selesai, tinggal unggah ke Youtube. Jangan lupa untuk masukkan keterangan dalam kolom description. Oia, supaya tampilan Youtube lebih indah, ada baiknya untuk menggunakan custom thumbnail yang sudah di-edit dengan tampilan menarik.

Video blog yang aku buat ini masih jauh dari kata sempurna, bahkan di banyak bagian masih jelek banget. Seandainya kamu yang membaca post ini punya masukan untuk vlogger amatiran seperti aku, aku akan sangat berterima kasih. Oia,, terima kasih sudah membaca.

Post ini menjadi bagian dari dokumentasi Trip Komodo-ku bersama beberapa post di bawah ini:


- Dinilint -

12 komentar:

  1. wih keren Din videonya, untuk ukuran pemulah mah cukup cantik :)
    seru ya perjalanan ke Labuan Bajonya, aku berasa ikut jalan2 bareng kamu.
    terima kasih sudah sharing!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih LI,, you've made my day.
      Msh tetep belajar & mengasah sense of art biar bisa bikin karya lebih artsy lagi nih.

      Hapus
    2. yeay! aku serius ngomongnya :)
      semangat dan makin kreatif ya Din, ayo latian lagi :)

      Hapus
    3. Makasiiiiiih.
      Yaaa,, kudu latihan terusss. Yuk. yuk.

      Hapus
  2. Tidak perlu sempurna kok videonya, yang penting sudah dilakukan dan membuahkan hasil. Daripada nunggu sempurna ya nggak bakalan jadi jadi. Aku mau bikin juga ahhhhh......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nice words bli,, sambil belajar terus berkarya yaa.
      Ditunggu video-nya.

      Hapus
  3. Aku juga mau belajar bikin vidio tipis-tipis kak

    BalasHapus
  4. Aku juga sekarang, kalau jalan membuat video..Kadang emang merepotkan, entah mana yang mau dipegang, bikin video atau motret. Tapi kalau bikin video, kenangan lebih utuh ya Mbak..Seperti video Living on board ini. Cakep video dan panoramanya. Ohya aku juga sudah subscribe di Youtube @eviindrawanto hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak,, pilihan antara pegang kamera untuk motret atau pegang hp untuk ambil video. Kadang juga suka sebel, kok ribet sendiri, jadi masih suka milih nikmatin momen apa adanya dan menaruh semua kamera. Tapi kadang suka gemes sendiri pas ngedit, teringat ada momen yang nggak direkam sama sekali. Hahaha.
      Makasih mbak Evi, aku udah subscribe mbak Evi juga. :)

      Hapus
  5. Aku berasa ikut jalan-jalan deh nonton videonya
    Keren banget ih pemandangannya
    AKu pengeeeeen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yeay. Makasih mbak Putu.
      Ayo mbak jalan-jalan ke Labuan Bajo & pulau2nya.

      Hapus

Thank you for reading and leaving comment :)