Minggu, 02 September 2018

Seharian di Makam Raja-Raja Imogiri, Bantul, Jogja

Salah satu hidden gem di Jogja adalah Makam Raja-Raja Imogiri yang terletak di Bantul. Pemakaman ini dianggap suci dan keramat karena yang dimakamkan disini adalah raja-raja dan keluarga raja dari Kesultanan Mataram, di antaranya adalah Raja Sultan Agung, Hamengkubuwono VII, VII, hingga IX. Makam Raja-Raja Imogiri dibangun oleh Sultan Mataram III Prabu Hanyokrokusumo pada tahun 1632.



Sebagian besar orang yang datang ke Makam Raja Imogiri ini biasanya punya permohonan tertentu dan berharap keinginannya terkabul. Kalo aku datang ke sini atas nama penasaran. Bukan hal yang mudah sebenernya untuk datang ke Makam Raja Imogiri ini. Bahkan kata temenku aku nggak punya kerjaan deh main-main ke makam. Haha. Menurutku sih selalu ada hal seru untuk diulik dari sebuah tempat. Nih, baca deh cerita aku.

Mendaki ratusan anak tangga untuk menuju Imogiri. Hitung jumlah anak tangganya, konon sih kalau jawabannya benar niscaya permintaan akan terkabul

Tangga menuju kompleks makam raja. Konon kalau berhasil memghitung dengan benar keinginan akan terkabul.

Makam Raja Imogiri terletak di perbukitan yang masih satu gugusan dengan Pegunungan Seribu. Untuk mencapai makam, aku memilih untuk naik melalui ratusan anak tangga dibanding sewa ojek seharga Rp10.000. Lumayan pegel sih naiknya, untung udaranya sejuk karena banyak pepohonan di kanan kiri. Konon, kepercayaan di masyarakat apabila berhasil menghitung jumlah anak tangga menuju Makam Raja Imogiri dengan tepat, permintaanmu akan dikabulkan. Siapa tahu jomblo-jomblo yang udah frustasi jadi berminat? Hehehe.

Yuk masuk ke kompleks makam. Kamu harus mengenakan pakaian ala abdi dalem sesuai aturan...

 

Berfoto dengan baju khusus di depan kompleks makam para raja

Untuk masuk ke area makam raja, semua orang diharuskan berganti pakaian seperti para abdi dalem kerajaan. Bagi kamu yang cowok, kamu harus mengenakan sorjan lurik, jarik, dan blangkon sedangkan bagi cewek mengenakan kain jarik yang digunakan sebagai kemben. Semua perhiasan yang terbuat dari logam mulia harus dilepas, nggak boleh memakai topi, dan nggak boleh memakai alas kaki. Pakaian ini melambangkan kesetaraan. Ya rasanya sih adem ya, serasa jadi abdi dalem beneran. Cobain deh, kalau nggak percaya.

Makam Imogiri adalah lambang kedamaian. Dua abdi dalem kerajaan yang terpisah pun duduk berdampingan di sini.

 

Solo dan Jogja yang berdampingan

Satu-satunya tempat dimana aku bisa bertemu dengan abdi dalem dari Keraton Jogja dan abdi dalem dari Keraton Solo cuma di Makam Raja Imogiri, Jogja. Sejarah masa lalu yang membuat Kerajaan Mataram terpecah menjadi Kesultanan Jogja dan Kasunanan Solo rasanya seperti memisahkan Solo dan Jogja. Makam Sultan Agung di Imogiri adalah peninggalan Kerajaan Mataram yang masih ada hingga sekarang sehingga dijaga oleh abdi dalem dari dua kerajaan yang terpisah secara bersama-sama. Akur ya kalau di Makam Imogiri karena semua dimakamkan di sana.

Buat kamu pecinta selfie, kamu nggak boleh lho berfoto-foto di Makam Raja Imogiri. Kamera dilarang masuk ke sana...

 

Sampai di gerbang ini tidak boleh ada dokumentasi foto atau video

Perlu kamu tahu, Makam Raja Imogiri adalah tempat yang sakral, dan memang bukan tempat untuk selfie ya. Rata-rata yang datang ke Makam Raja Imogiri membawa harapan yang ingin didoakan di depan makam.
"Apapun yang kamu harapkan bisa kamu doakan disini. Saya akan membantu, dan makam Sultan Agung ini hanya perantara. Mintamu tetap kepada Yang Maha Kuasa."
Itu adalah ucapan dari Eyang Bambang, salah satu abdi dalem yang kutemui di komples Makam Raja Imogiri. Percaya atau nggak, dikembalikan ke kamu ya.

Eyang Bambang, abdi dalem yang menikmati pekerjaannya. Bagi beliau, rezeki nggak hanya datang dari uang semata.

 


Eyang Bambang tidak pernah khawatir dengan rezekinya. Beliau berkata, menjadi abdi dalem adalah takdir hidupnya. Meskipun gajinya sebagai abdi dalem tidak lebih besar dari sepuluh ribu rupiah, tapi rezekinya tidak hanya datang dari uang saja. Kesehatan, hubungan dan baik dengan orang lain selalu bisa ia anggap sebagai rezeki. Terbukti semua anaknya mendapat pendidikan hingga jenjang sarjana dan sekarang bisa dikatakan sudah menjadi orang sukses. Ada yang bekerja kantoran di ibukota, ada juga yang bekerja di kementrian.

Perhatikan jadwal buka Makam Raja Imogiri. Jangan salah hari supaya bisa masuk ke kompleks makam para raja

 

Jadwal buka makam raja Imogiri

Makam Raja Imogiri memang terbuka bagi siapa saja, namun tidak terbuka setiap hari. Ada baiknya juga untuk membawa beberapa lembar uang pecahan dua ribu rupiah atau lima ribu rupiah untuk memberikan tips untuk perawatan makam dan para abdi dalem di kompleks Makam Raja Imogiri. Untuk sewa baju abdi dalem, kamu harus membayar 10 ribu.

Berkunjung ke Makam Raja Imogiri seperti masuk ke dunia lain di dalam buku sejarah. Tidak hanya melihat bangunan fisik yang megah, tapi kamu juga bisa belajar dari para abdi dalem yang meskipun sudah berpisah secara administasi kerajaan, tapi masih damai dalam satu misi, menjaga Makam Raja Imogiri. Coba deh, rasakan kedamaian di Makam Raja Imogiri dengan datang sendiri ke sini. Yuk ke Imogiri!

-Dinilint-

8 komentar:

  1. Saya belum pernah masuk, cuma seringnya nongkrong makan nasi pecel di sekitaran Makam Imogiri kalau lagi sepedaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nasinya istimewa. Semua boleh ambil sendiri,, sesuka-sukanya,, pas ambil pun ibunya malah ninggalin buat masak di lapak sebelah. Rasanya juga istimewa. Lauknya juga banyak banget. Sukaaa

      Hapus
  2. Selalu penasaran sama tempat yang ga boleh bawa kamera, seru deh jdi alayers ga pada masuk mba, tfs ya saya baru tahu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 mbak Sandra.
      Aku jg kesana atas nama penasaran. :D

      Hapus
  3. Ada 1 kompleks "calon" makam yang bisa didatengin mbak..
    Di sana bisa pakai pakaian biasa dan juga foto-foto..

    Tepatnya di "calon" makam raja Jogja sekarang yang belum difungsikan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebelah mana itu?

      Aku ke makam Imogiri ya karena nggak ada foto & ada kewajiban pake baju spesial itu sih.

      Hapus
    2. Di sebelah timur, kompleks makam raja-raja Yogyakarta..
      Laitu bukannya pakek baju spesial mbak...

      Hapus
    3. Yang kamu cerita tempat calon makam itu,, kan bisa pake baju biasa aja. Padahal aku ke Imogiri biar bisa ngerasain pake kostum.

      Hapus

Thank you for reading and leaving comment :)