Minggu, 26 Mei 2019

Cara Packing Baju Untuk Travelling

Packing,
bagian yang nggak bisa dipisahkan dari travelling. 

Aku memberi definisi packing sebagai 
memasukkan beberapa hari hidupmu ke dalam ransel/koper sehingga bisa dibawa ke mana saja.


Karena packing dan travelling adalah dua hal yang saling berkaitan, jadi aku mau bikin satu post tentang packing. 

FYI, aku kalau travelling paling cuma bawa satu ransel ukuran 22 L atau pakai satu koper yang muat masuk di bagasi cabin pesawat, ditambah tas kecil yang selalu nempel di badan ke mana pun aku pergi selama travelling.

Kamis, 09 Mei 2019

Travelling Aman Karena Sudah #UninstallKhawatir Bareng GOJEK.

Thank God for GOJEK!


Sebagai traveller, aku merasa diuntungkan banget dengan kehadiran GOJEK. Kenapa? Karena aku punya pilihan untuk mendapatkan alat transportasi yang bisa diandalkan, praktis, dan tarifnya jelas.

Rabu, 08 Mei 2019

Rekomendasi Penginapan di Cemoro Lawang, Bromo

Salah satu hal berkesan dari perjalananku ke Bromo kemarin adalah penginapan di Bromo. Yeah, aku menemukan penginapan yang sangat Bromo; tenang, adem, damai, sepi, dan nyaman.


Lokasinya ada di tengah kebun sayuran yang super luas. Dari penginapan nuansa gunung; udara bersih, adem, dan pemandangan pohon cemara yang pekat sangat terasa.

Rabu, 01 Mei 2019

Budget Travelling ke Angkor Wat

Sebenernya kurang pas kalau aku kasih judut "Budget Travelling ke Angkor Wat", karena sayang kalau sudah sampai Siem Reap, Kamboja cuma main ke Angkor Wat aja. Angkor Wat hanya sebagian kecil dari Angkor Temple yang berada di kompleks Angkor World Heritage.

Angkor World Heritage adalah kompleks candi dan kuil peninggalan Khmer yang dibangun di abad ke-9 sampai abad ke-15. Luasnya kira-kira 400 km2 atau kira-kira satu provinsi Siem Reap. Angkor World Heritage dikelilingi hutan yang dilindungi dan tidak boleh dijadikan tempat tinggal.


Kenapa harus travelling ke Angkor Wat?
  1. Angkor World Heritage masuk ke dalam daftar Unesco World Heritage.
  2. Banyak cerita sejarah peradaban manusia di situs-situs Angkor.
  3. Lokasinya dekat dengan Indonesia.
  4. Biaya untuk travelling ke sana cenderung murah.
Budget atau biaya untuk travelling ke Angkor Wat dan Angkor World Heritage site cenderung murah. Lokasinya yang berada di Kamboja, Asean, adalah salah satu alasan budget travelling ke Angkor Wat terjangkau. Aku akan bahas satu persatu mulai dari tiket menuju Siem Riep, airport transport, penginapan, cara keliling Angkor World Heritage, tiket masuk, hingga makanan di sana.

Selasa, 23 April 2019

Cerita Perjalanan dari Candi Borobudur

Berkali-kali jalan-jalan ke Candi Borobudur, tetap aja selalu terpesona dengan candi kuno ini. Berkali-kali naik sampai ke puncak teratas, tetap saja masih merasa belum benar-benar paham dengan setiap simbol di Candi Borobudur. Jalan-jalan ke Candi Borobudur, berasa seperti membaca buku raksasa.


Bukan membaca dengan kata-kata, melainkan melihat kemegahan Borobudur, melihat gambar-gambar pada relief, dan menapaki monumen warisan nenek moyang ini sampai ke puncak.

Selasa, 16 April 2019

Welcome to Siem Reap

"Welcome to Siem Riep!"

Kata-kata selamat datang langsung terdengar begitu roda pesawat menyentuh landasan pacu bandara. O yeah! Salah satu bucket list akhirnya siap dicoret dari daftar. Angkor Wat dan Angkor temple lainnya adalah alasan utama aku travelling ke Siem Riep, Kamboja.


Begitu masuk ke arrival hall, aku langsung antri di bawah tulisan ASEAN paspor. Aku perhatikan banyak turis yang mengantri untuk Visa On Arrival. Kalo paspor ASEAN sih jelas bebas visa. 

Aku nggak perlu menunggu terlalu lama. Cap imigrasi Kamboja mendarat dengan mulus di paspor ijo kesayangan. Unlocked satu negara baru lagi. Yeay!

Jumat, 12 April 2019

Angkor Wat, Siem Reap, Kamboja. An Amateur Photostory

Yeay! Salah satu bucketlist-ku berhasil terlaksana --> Jalan-jalan ke Angkor Wat di Kamboja. Angkor Wat adalah kompleks candi terbesar di dunia, masuk ke dalam daftar UNESCO World Heritage dan masuk dalam daftar 7th Wonder Of The World. Istimewa? Tentu saja!


Angkor Wat membuat aku takjub. Nggak cuma saat datang, keindahan Angkor Wat masih terekam dengan indah bahkan setelah aku pulang berhari-hari dari Angkor Wat. Bahkan, pas milih foto-foto dari Angkor Wat dan Angkor Temple di kompleks Angkor World Heritage, aku masih dibuat kagum dengan monumen keagamaan terbesar di dunia ini.

Angkor Wat sesaat setelah sunrise

Pas mau buat blogpost tentang Angkor Wat dan Angkor Temple, aku malah stuck milih foto mana yang mau aku muat. Pasalnya, tiap sudut Angkor menarik dan emang instagramble. Jadi aku putuskan untuk membuat satu post blog yang berisi foto-foto dari Angkor Wat dan Angkor Temple di Angkor World Heritage ini.

An Amateur Photostory dari Angkor Wat, Siem Reap.

Jumat, 29 Maret 2019

Pasar Papringan & Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Sadar nggak sih, belakangan orang-orang lagi seneng ngomongin tentang gerakan sayang bumi, sustainability. eco living, back to nature, dan sejenisnya. Kebanyakan yang udah mempraktekkan gaya hidup yang ramah lingkungan atau istilah pop-nya sustainable living adalah masyarakat dengan tingkat pendidikan lebih tinggi, dengan tingkat pendapatan menengah ke atas. Secara nggak langsung gaya hidup sustainable cenderung mahal.

Ah, apa iya?


Nggak juga lho. Di Temanggung ada pasar yang sangat sustainable. Yang datang ke pasar ini adalah seluruh lapisan masyarakat. Ini berarti harga barang yang diperjualbelikan di pasar ini sangat terjangkau. Namanya Pasar Papringan.

Senin, 25 Maret 2019

Travelling ke Bromo Secara Mandiri, Tanpa Ikutan Open Trip

Tiap tahun ribuan orang dari seluruh dunia datang ke Bromo. Agenda mereka hampir sama, melihat sunrise di Bromo. Emang Bromo dan kawasan Tengger Semeru ini sangat istimewa. Dia punya magnet kuat yang membuat ribuan orang rela menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari untuk sekedar datang ke Bromo dan menikmati pesonanya.


Aku pun tertarik magnet Bromo. Bulan Maret ini aku memutuskan untuk kembali ke Bromo. Kali ini aku cuma travelling berdua. Bermodal pengalaman travelling ke Bromo sebelumnya, kami pergi ke Bromo bermodalkan tiket kereta ke Probolinggo. Kami memutuskan untuk travelling mandiri, tanpa ikutan open trip dan sejenisnya. Alasannya sederhana, kami ingin bebas dan nggak terikat. Tapi yaa,,, tentu saja ada tantangannya kan.



Sabtu, 09 Maret 2019

Travelling Sebagai Investasi, atau, Investasi Untuk Travelling ?

Kamu pilih statement yang mana?



Travelling bisa juga disebut investasi. Selain investasi pengalaman dan kenangan yang tentunya akan sangat berharga di masa depan, travelling juga bisa mendatangkan uang lho. Setidaknya ini terjadi di aku. Beberapa cerita dan pengalaman travelling-ku di masa lalu, aku tulis ulang di masa sekarang, dan menghasilkan uang karena berubah menjadi konten.

Investasi untuk travelling juga penting sih. Investasi untuk traveller itu ibarat menabung untuk tujuan travelling yang lebih jauh dan lebih lama. Nilai uang yang disimpan hari ini, kalau diinvestasikan, kemungkinan bisa bertambah di hari depan. Hasilnya, kegiatan travelling tetap berjalan tanpa harus nabung kelamaan.

Jadi statement mana yang bener nih?

Rabu, 27 Februari 2019

Photostory dari Moja (Museum of Jakarta)

Pernah dengar tentang MOJA? Moja ini kepanjangannya adalah Museum of Jakarta. Lokasinya ada di sekitaran Pondok Indah. Moja semacam ruang kreatif yang seru untuk dijadikan objek foto-foto. Jadi post kali ini bakal lebih banyak fotonya. Ya gimana, emang kalo udah ke MOJA kegiatan wajibnya foto-foto dan bikin video.


Kamis, 21 Februari 2019

Ngopi di Mesa Stila Magelang

Siapa sih yang nggak tahu Mesa Stila, resort bergaya Jawa yang adem di daerah Losari, Magelang. Orang-orang yang menginap di Mesa Stila biasanya emang nyari ketenangan dan suasana desa yang adem ayem. Resortnya sendiri cuma terdiri dari beberapa vila. Salah satu keistimewaan Mesa Stila adalah lokasinya yang lumayan strategis dan nggak mblusuk banget, cuma butuh 1 jam dari bandara terdekat yang ada di Jogja. 


Mesa Stila juga dikenal dengan kopinya yang enak. Berhubung punya lahan super luas, Mesa Stila bisa punya perkebunan kopi sendiri. Kopi racikannya terkenal enak.

Kalo mau nyobain kopinya tapi nggak nginep emang bisa? 

Iya sih, biasanya resort macam begini menjunjung tinggi eksklusifitas. Cuma tamu menginap yang bisa masuk ke area resort. Masuk aja nggak boleh, gimana bisa ngopi dong.

Atas nama penasaran, langsung dateng ke Mesa Stila cuma buat ngopi. Bisa!

Senin, 18 Februari 2019

Jadi Tamu VIP di Resort Bintang 5 dengan Private Beach di Pulau Bintan

Siapa yang nggak kepengen jadi tamu VIP di sebuah resort mewah. Bayangan dilayani dengan fasilitas kelas satu, punya kamar super luas dengan kasur bersih yang empuk banget, di depan kamar langsung ada pemandangan pantai pasir putih yang bersih. Enak kan ya?


Eitts,, kata siapa enak. Coba baca cerita pengalamanku nginep di resort bintang 5 ala VIP, padahal aku cuma rakyat jelata. 

Jumat, 15 Februari 2019

Pengalaman Menginap di The Residence Bintan

Hari sudah gelap ketika pesawatku mendarat di Bandar Udara Raja Haji Fisabillilah, Tanjung Pinang. Bandara internasional Tanjung Pinang ini lumayan bagus dan bangunannya tampak baru. Aku turun dari pesawat menggunakan tangga dan langsung jalan kaki ke arah terminal kedatangan. 


Malam itu cuma pesawat kami yang mendarat di Tanjung Pinang, dan sepertinya pesawat kami adalah pesawat terakhir malam itu. Suasana Bandara Raja Haji Fisabillilah sendiri terlihat lengang. Hampir semua toko di bandara sudah tutup. 

Di bagian kedatangan tampak beberapa penjemput menunggu kerabat di pintu kedatangan. Aku pun celingukan mencari orang yang bertugas menjemput aku di bandara.

The Residence Bintan



Liburanku di Bintan kali ini adalah untuk menjajal resort baru di area Bintan. Namanya The Residence Bintan. Saat aku menginap di The Residence Bintan di bulan November 2018, usia resort bintang 5 yang punya cabang di Tunisia, Mauritus, Zanzibar, dan Maldives belum genap setahun. 

Selasa, 12 Februari 2019

Happy, Excited, dan Kangen dengan Museum Ullen Sentalu Jogja

At first, let me ask sorry to you guys.

Sebenernya perjalanan ke Museum Ullen Sentalu di Jogja ini udah terjadi sekitar 3-4 bulan yang lalu. Pas datang ke Museum Ullen Sentalu sih niat pengen nulis tentang museum ini. Aku udah 3 kali balik ke sini dan selalu terpesona, nggak pernah bosen, dan merasa dapat pencerahan baru.


Tapi, ide tentang menulis Museum Ullen Sentalu ini cuma mengendap di kepala aja, cuma tertulis judulnya di daftar to-do-list di jurnal. Untuk nulis uraian di draft blog aja baru kejadian 4 bulan kemudian. Huhuhu.

Tapi,, demi memenuhi janji sama diri sendiri untuk nulis tentang kunjungan ke Museum Ullen Sentalu, untuk mengingatkan diriku tentang perasaan bahagia ketika bisa masuk ke ruangan-ruangan indah di Museum Ullen Sentalu, aku tetep akan nulis pengalaman datang ke Museum Ullen Sentalu.

Kamis, 07 Februari 2019

Piknik ke Salatiga: Hunting Kuliner Salatiga & Main ke Sawah

Salatiga ini kota yang asik banget untuk weekend escape. Nginep semalam di Salatiga yang letaknya di kaki gunung untuk orang yang biasa kepanasan di Semarang, semacam main ke villa. Akses Salatiga dari Semarang yang gampang banget dijangkau karena jalan tol Semarang-Salatiga udah beroperasi bikin segala sesuatunya jadi mudah. FYI, waktu tempuh Semarang-Salatiga cuma 1 jam aja!


Agenda kami piknik di Salatiga kali ini kayaknya bakal nyari makan, makan, dan makan lagi. Aku juga penasaran dengan cafe yang jadi perbincangan di instagram: Langit Senja. Emang beneran senja nya bagus gitu di sana?

Senin, 04 Februari 2019

Nyobain Ice Cream Jamu di Pecinan Semarang

Meskipun nggak Imlek, area Pecinan Semarang selalu rame dan macet, terutama kalo kamu lewat sana di pagi, siang, atau sore hari. Kalo malem macetnya pas ada Pasar Semawis sama event Imlek kaya hari-hari belakangan ini.


Macetnya Pecinan dan parahnya disorientasi arah aku, membuat aku lihat ada toko baru yang jualan es krim di area Pecinan. Bedanya, es krim di sini adalah es krim jamu. Mmmm,,, masih jarang kan ada orang yang jualan es krim tapi pake rasa jamu.

Rabu, 30 Januari 2019

Hokben, Japanese Fast Food Resto Asli Indonesia

Siapa sih yang nggak kenal Hokben
Fast food yang menyajikan makanan ala Jepang ini dulunya bernama Hoka Hoka Bento. Kalo lihat gambar dua anak cowok cewek yang sedang tersenyum berwarna kuning pasti inget dong dengan makanan Jepang favorit yang disajikan secara cepat tapi enak dan hangat.


Hokben seakan menjadi comfort food bagi sebagian besar orang. Kalo ditanya, pasti hampir semua orang suka kan makanan Hokben. Buktinya, resto Hokben menjamur di mana-mana dan selalu ramai. Saat ini ada sekitar 150 gerai Hokben di Jawa dan Bali lho.

Yang paling aku inget, kalo lagi ke stasiun dan bingung mau makan apa, selalu ada pilihan makan Hokben. Gerai Hokben ini suka nongol di stasiun-stasiun favorit dan menu makan di Hokben yang jelas rasanya dan praktis makannya selalu bisa jadi jawaban kegundahan "Makan apa?" kalo lagi travelling kan.

Senin, 28 Januari 2019

Pantai Pasir Putih Pacitan

Akhir tahun kemarin aku habiskan dengan liburan ke Pacitan.

Kenapa ke Pacitan? Karena Pacitan itu identik dengan pantai pasir putih dan kurang populer. Jadi harapannya bakalan menemukan semacam private beach dan bebas main-main di pantai.


Pacitan sendiri punya banyak banget pantai. Masing-masing pantai ini bahkan punya berbagai macam ciri khas, mulai dari pantai yang deket banget sama jalan raya, pantai dengan pemandangan batu karang yang bolong macam di Sumba, pantai dengan air muncrat dari celah batu, pantai dengan air terjun yang langsung jatuh ke laut, bahkan ada pantai yang disebut-sebut sebagai Raja Ampat KW.


Sebenernya untuk puas main ke satu per satu pantai di Pacitan ini, waktu 3 hari 2 malam kurang banget. Kaya pengalaman aku kemarin yang cuma nginep 2 malam di Pantai Teleng Ria.

Rabu, 23 Januari 2019

Nabung Reksa Dana Yuk, Terus Liburan Yang Jauh

Beberapa bulan belakangan, timeline di berbagai platform media sosial seolah-olah ngingetin aku untuk, 
"Hey nabung dong, investasi buat masa depan." 


Dalam waktu yang bersamaan aku juga dapat kesempatan untuk kumpul, copy darat, dan ngomongin soal keuangan, nabung, dan investasi.

Mmmm,,, apakah ini sentilan dari Alam Semesta untuk aku buat segera nabung, investasi, dan mulai menata masa depan.

Duh, bahasanya, menata masa depan. Macam besok udah mau berbagi hidup bareng orang terkasih aja.

Nabung, Liburan, Nabung Lagi, Liburan Lagi


Sebenernya nabung bukan hal baru buat aku, bahkan nabung ini udah jadi gaya hidup untuk seorang Dinilint. Inget nggak cerita aku di
Kamu Jalan-Jalan Mulu, Punya Tabungan Nggak?
Aku dari dulu udah nabung. Tapi ya peruntukannya untuk travelling. 

Minggu, 13 Januari 2019

Travelling ke Melaka. A Photostory From An Amateur.

Melaka, ada apa di sana?

Buat aku Melaka adalah kota yang sudah lama pengen didatangi, tapi lama juga belum kesampaian.


Jaraknya hanya sekitar 3 jam dari Kuala Lumpur, Malaysia. Nggak jauh sebenernya, tapi juga nggak dekat. Kalo cuma punya beberapa jam transit di KL, jalan-jalan ke Melaka bukan sesuatu yang mudah. Jadi pas kemarin punya kesempatan transit di KL, aku sengaja kasih waktu sehari supaya bisa jalan-jalan di Melaka.

Selasa, 08 Januari 2019

Cerita di Balik Oleh-Oleh Khas Dieng: Carica

Kamu pernah ke Dieng? Atau sedang berencana untuk travelling ke Dieng? Kalo denger kata Dieng pasti ada kata Carica. Carica ini oleh-oleh khas Dataran Tinggi Dieng. 


Carica sendiri sebenarnya buah yang masih satu keluarga dengan pepaya atau kates dalam bahasa jawa. Carica punya warna kulit hijau cenderung kuning dan warna buah oranye yang pucat. Bentuknya lebih kecil kalo dibandingkan pepaya dan rasanya nggak se-strong pepaya. 


Carica yang bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh dari Dieng adalah carica dalam bentuk manisan. Rasanya segar, cenderung manis dan khas buah carica. Yang udah nyobain pasti ngerti deh. 

Tapi, gimana ceritanya kok bisa ada Carica dari Dieng? Apa iya cuma bisa dapetin Carica kalo travelling ke Dieng?

Kamis, 03 Januari 2019

Museum Gula De Tjolomadoe Solo dan Cerita Manis Gula

Tiap datang ke Solo, aku dan adek-adek selalu menyempatkan diri untuk mampir ke Shi Jack, lapak susu segar yang cuma ada di seantero Solo. Cabangnya di Solo banyak banget, tapi entah kenapa Shi Jack kok nggak buka cabang di kota lain. 

Kalo orang-orang pada umumnya datang ke Shi Jack untuk minum susu segar dengan banyak pilihan rasa -susu murni, coklat, strawberry, bahkan matcha-, kalo aku selalu pesan es coklat tanpa susu. Aku nggak doyan susu kecuali udah berubah bentuk jadi es krim dan gelato. Hehe.

Sama seperti kemarin, begitu transit di Solo harapannya ya mampir ke Shi Jack. Sayangnya saat kami datang masih sekitar jam 4 sore. Shi Jack baru buka sekitar jam 6 sore. 


Punya jeda waktu begini baiknya dipake buat jalan-jalan nih. Tapi jalan-jalan ke mana untuk menghabiskan waktu 2 jam di sore hari?

Ternyata sekarang di Solo ada museum bernama De Tjolomadoe. Museum ini dulunya adalah pabrik gula yang, tentu saja, memproduksi gula. Pasti museum-nya bercerita tentang masalah per-gula-an dong. Sounds so sweet.