Jumat, 15 Februari 2019

Pengalaman Menginap di The Residence Bintan

Hari sudah gelap ketika pesawatku mendarat di Bandar Udara Raja Haji Fisabillilah, Tanjung Pinang. Bandara internasional Tanjung Pinang ini lumayan bagus dan bangunannya tampak baru. Aku turun dari pesawat menggunakan tangga dan langsung jalan kaki ke arah terminal kedatangan. 


Malam itu cuma pesawat kami yang mendarat di Tanjung Pinang, dan sepertinya pesawat kami adalah pesawat terakhir malam itu. Suasana Bandara Raja Haji Fisabillilah sendiri terlihat lengang. Hampir semua toko di bandara sudah tutup. 

Di bagian kedatangan tampak beberapa penjemput menunggu kerabat di pintu kedatangan. Aku pun celingukan mencari orang yang bertugas menjemput aku di bandara.

The Residence Bintan



Liburanku di Bintan kali ini adalah untuk menjajal resort baru di area Bintan. Namanya The Residence Bintan. Saat aku menginap di The Residence Bintan di bulan November 2018, usia resort bintang 5 yang punya cabang di Tunisia, Mauritus, Zanzibar, dan Maldives belum genap setahun. 


The Residence Bintan adalah satu-satunya resort mewah yang didirikan Cenizaro di Indonesia. Cenizaro memilih Bintan karena Bintan punya alam yang bagus banget. Pulaunya sepi, tenang, tingkat kriminalitas minim banget, dan masih punya banyak lahan luas.


Konsep The Residence Bintan adalah menyediakan kemewahan yang berpadu dengan alam. Hal ini nampak dari bentuk bangunan The Residence Bintan yang memang menyesuaikan dengan iklim tropis. Tanpa AC pun, aku bisa tetap nyaman di ruangan. Tentunya dengan membuka pintu lebar-lebar. Sejauh mata memandang di lokasi The Residence Bintan, aku selalu melihat pohon kelapa tinggi, langit, dan taman yang asri.

Akses menuju The Residence Bintan


Cara mencapai Bintan bisa menggunakan pesawat terbang dari Jakarta atau menggunakan ferry dari Singapura. Waktu tempuh The Residence Bintan dari bandara maupun pelabuhan ferry sama-sama makan waktu, kira-kira sekitar 45 menit sampai 1 jam.


Semua tamu The Residence Bintan pasti merasakan kehangatan Bintan sejak kedatangan di bandara maupun pelabuhan Bintan. Jadwal kedatanganku ke Bintan sudah dipastikan oleh pihak The Residence Bintan Resort jauh-jauh hari. 

Welcome to Bintan!


Aku pikir, sore itu bakal ada bapak-bapak yang mengangkat papan bertuliskan namaku. Kenyataannya, cuma ada bapak yang diam di pojokan sambil memegang tulisan The Residence di depan perutnya. Mungkin karena bandara lengang dan cuma punya satu akses keluar, si bapak santai saja menyambut tamu jemputannya. Toh, pasti tamunya yang akan mencari dia.

Aku nggak menemukan transportasi umum di bandara Tanjung Pinang ini. Rata-rata semua penumpang pesawat sudah punya penjemputnya masing-masing. Kebanyakan orang-orang yang datang ke Tanjung Pinang bertujuan untuk menginap di resort-resort mahal di Bintan. Yap, Bintan memang terkenal dengan wisata mewahnya, jadi memang banyak resort mewah di Bintan.

Bintan, luxury travel, dan cerita dari orang lokal


The Residence cuma punya satu tamu yang perlu diantar ke resort malam ini. Iya, cuma aku. Aku dijemput menggunakan kendaraan sejenis minibus. Saat pertama kali masuk ke dalam mobil, si bapak memberikan aku handuk kecil beraroma lemon dan air putih kemasan, bisa pilih mau yang dingin atau biasa. 


Sepanjang perjalanan dari bandara menuju resort aku pilih duduk di depan. Ini kali pertama aku menginjakkan kaki di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Kesan pertamaku tentang Bintan adalah, pulau ini sangat lengang, slow, dan santai. Sepanjang jalan aku nggak banyak bertemu kendaraan lain. Jarang malah.

Perjalanan selama 1 jam menuju resort aku habiskan dengan ngobrol dengan si bapak. Driverku ini orang Bintan asli. Sebelum bekerja di resort beliau kerja di pertambangan bauksit. Bintan terkenal sebagai penghasil baukist. Tanah di pinggir jalan rayanya aja berwarna merah, tanda ada bauksit di situ.

Bapak driver mengatakan bahwa tinggal di Bintan enak banget. Kalau punya anak, biaya pendidikan ditanggung pemerintah. Kalau sakit ada jaminan kesehatan. Syarat utamanya, punya KTP Bintan.

Warm welcome from The Residence Bintan


Sampai di resort, aku disambut dengan hangat di bagian resepsionis. Sekali lagi aku harus memastikan jadwal pesawatku kembali dari Pulau Bintan. Hal ini bertujuan untuk mengatur jadwal pengantaranku ke bandara di hari aku pulang. Benar aja, sehari sebelum aku pulang aku dapat surat sebagai reminder bahwa aku sudah harus siap di lobby untuk diantar ke bandara. Mmm,, nginep di resort mesti disiplin.


Kamar di The Residence Bintan seperti komplek perumahan modern. Ada rumah-rumah bergaya minimalis berdesain sama. Di antara rumah-rumah tersebut banyak taman-taman terawat yang asri. Pemandangan khas pantai berupa jajaran pohon kelapa yang menjulang ke langit juga tampak di sana sini.

The Garden Terrace


Aku menginap di Garden Terrace. Di pintu depan sudah tersedia sepeda yang bisa aku gunakan sepanjang hari untuk keliling area resort super luas ini. Di bagian teras juga tersedia payung. Begitu masuk ke dalam aku disambut dengan interior ruang tamu yang indah dengan beberapa hiasan dinding khas Indonesia bergambar wayang dan motif kain tradisional. Di meja aku mendapat complimentary buah apel segar.



Di sebelah ruang tamu, ada kamar tidur dengan luas yang sama dengan ruang tamunya. Di ujung ada smart TV yang bisa terhubung dengan internet. Tayangan TV nggak melulu dari TV kabel tapi bisa dari Youtube juga. Meskipun aku memilih twin bed, tapi masing-masing kasurnya berukuran queen dengan kasur super empuk dan linen bersih yang mewah.


Di kamar tidur ini juga terdapat meja kerja. Tahu aja sih, kalo aku mesti ngetik beberapa artikel hari itu. Colokannya juga banyak dan punya beberapa jenis. Mungkin karena tamu-tamu The Residence kebanyakan adalah orang luar Indonesia, colokannya pun merupakan colokan kaki 3, colokan umum di Singapura.


Oh ya, wifi di The Residence juara. Jadi pengen tinggal di The Residence Bintan kalo begini.


Di ujung yang lain ada mesin pembuat kopi lengkap dengan bahan-bahan untuk membuat kopinya. Gampang, tinggal masukin si bakal kopi dan pencet sekali, kopi pilihan jadi dan tinggal minum deh. Ada teh juga. Dan semuanya punya kualitas baik, rasanya enak.


Kamar mandinya juga nggak kalah luas. Aku bisa memilih mau berendam di bathup, atau mandi pakai shower, mau shower yang nempel di langit-langit, atau shower yang bisa dilepas-lepas. Amenities di The Residence Bintan juga lengkap banget dan tiap hari selalu ada stok baru.

Keliling resort mewah


Untuk berkeliling resort, aku bisa menggunakan buggy listrik yang tidak bersuara. Jadi resort selalu tenang.  Jadi inget pengalaman naik e-bike di Myanmar yang juga mengandalkan listrik. Aku juga bisa keliling resort menggunakan sepeda yang sudah tersedia di kamar.


Kamarku menghadap ke taman. Kalau pagi aku bisa langsung lihat taman dari tempat tidur. Suasananya juga hening banget. Kebetulan juga, aku menginap di The Residence Bintan saat weekday, jadi nggak ada terlalu banyak tamu. 


The Residence Bintan menjadi pilihan menginap untuk turis-turis dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Orang Indonesia sendiri jarang menginap di sini. Kata para petugas di The Residence, 90% tamu yang menginap adalah orang asing. Setiap hari mereka berkomunkasi menggunakan bahasa Inggris.

Sarapan dan tour ke Kota Tanjung Pinang


Sarapan di The Residence sangat menyenangkan. Aku mendapat banyak buah segar di sini. Ada juga roti yang masih segar dan jajan pasar khas Indonesia. Aku bahkan bisa memilih jenis kopi apa yang mau aku minum pagi itu, kopi hitam tanpa gula, kopi dengan susu, kopi dan teh. 


The Residence Bintan juga menyediakan tour to the city gratis setiap pagi. Agendanya cuma jalan-jalan ke Kota Tanjung Pinang, drop di mal selama beberapa jam, kemudian balik lagi ke resort. Aku ikut tur ini supaya bisa lihat Kota Tanjung Pinang. Satu lagi, untuk beli makan di supermarket. Ahahahaha,, aku nggak rela merogoh dompet terlalu dalem kalo mesti makan di resto resort yang rata-rata harga makanannya dua ratus ribuan ke atas.

Yoga, sepeda, dan private beach


The Residence Bintan sendiri punya banyak fasilitas seru yang bisa dinikmati. Ada yang gratis, ada pula yang berbayar. Kamu tahu lah aku milih yang apa. Setelah jalan-jalan ke kota, aku ikut kelas yoga sore dan keliling resort naik sepeda, lanjut berenang.


Fasilitas favoritku di The Residence Bintan adalah private beach-nya yang bersih. Sore itu aku puas banget cuma leyeh-leyeh di pantai pasir putih yang air lautnya tenang banget. Pas banget, langit sore itu warnanya super cantik. Di horison tampak ada warna pelangi yang indah banget.



Selama menginap di The Residence Bintan aku puas banget. Staf-stafnya sangat ramah dan helpful. 3 hari 2 malam di The Residence Bintan rasanya kurang. Mungkin besok-besok aku mau balik lagi. Dan pastinya balik lagi ke Bintan karena belum sempat explore tempat wisata di Kepulauan Riau ini. Ya,, nginep di The Residence yang full of good facilities begini bikin mager di resort aja kan.

Makasih ya udah baca ceritaku di Bintan. :)
-Dinilint-

29 komentar:

  1. waduh bikin ngiler
    kepri emang ga ada matinya
    pasir putihnya sempurna
    oh ya mbak, salam buat bapak-bapak di bandara itu ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih, aku kudu balik lagi buat jelajah Kepri.
      Ntar kalo ada rejeki dan balik ke bandara lagi, dan kalo ketemu bapaknya lagi, aku salamin ya.

      Hapus
  2. Suwung gitu resortnya, mungkin ditambah lagi karena luas bangeeet... Buat nyepi kayaknya cocok ya. Bisa rekreasi tanpa harus ada di tengah orang ramai berkerumun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yang suka sepi dan pengen dekat dengan alam, resort begini asik banget mbak. Alamnya dapet, tapi fasilitas juga oke banget.
      Faktor aku datang pas weekday mungkin berpengaruh juga. Kalau weekend lebih banyak pengunjungnya. Kalau mau ketemu lebih banyak orang bisa ke resto atau ke pool.

      Hapus
  3. Uwooow..bagus sekali ya.. Bakalan betah banget nih nginep di situ.. BTW, bisikin rate nya dong Din...hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rate-nya ngintip di OTA kesayangan aja mbak. ;)

      Hapus
  4. bagus banget, ya, sayangnya aku belum pernah ke sana hehehe, semoga ya, biar bisa traveling sambil wisata kuliner setempat

    BalasHapus
  5. Pemandangan yg indah dinikmati dari resort yg nyaman dan luas. Sempurna!

    BalasHapus
  6. Ya ampun itu view sama suasananya asyik banget...bener-bener liburan dan jauh dari hiruk pikuk kehidupan yang penuh drama...bisikin harganya dong kali bisa liburan sekeluarga disana amin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cek ke OTA kesayangan aja mbak, lebih up to date. ;)

      Hapus
  7. Duh lintang bikin mupeng aja nih. Catet dulu ah siapa tau someday bisa traveling kesini. Tfs ya say

    BalasHapus
  8. Pengen banget ke sana. Ternyata warga disana makmur ya, Mbak. Pemerintahannya bagus berarti ya, sekolah & kesehatan bisa free gitu.
    Semoga ada rejeki ajak keluarga menyepi di sana. Istirahat sejenak dari segala target. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemimpinnya mikirin kepentingan rakyat mbak, jadi rakyatnya pada seneng.

      Hapus
  9. huuuuu enak bangeeeetttt ini hotelnya yak. bikin mupeng.. ada kolam renangnya pulak. seru juga nih buat staycation

    BalasHapus
  10. Cocok ya, Mbak, buat yang lagi pada nyari tempat buat sejenak lenyapin keriweuhan drama kehidupan. Hoho. Jadi pengen traveling juga ke Binten. Moga suatu saat bisa kesampaian. aamiin

    BalasHapus
  11. Itu liburan di resort sendirian Lint? Enak juga ya tempatnya enggak rame, cocok untuk beristirahat bareng keluarga tercinta. Jadi pengin juga nginep di situ euy ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada orang lain mbak, tamu lain, petugas resort, dan travelmate.
      Amin, semoga kesampaian.

      Hapus
  12. Wihhh beneran juara ya kalo fasilitas nginap seperti ini. Suasananya bener2 sepi dan tenang. Cocok buat nyepi nih atau honeymoon, hihiii

    BalasHapus
  13. Duuuuh Resortnya bikin mupeng. Kayaknya enak banget kalo bisa stay disana beberapa hari gitu, ya. Pasti betah banget, alapagi suasananya lengang dan sepi gitu. Pas banget buat hanimun lagi, wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini juga mau honeymoon lagi. Asik asik.

      Hapus
  14. Wah bintan!! Slama ini cm tau dr tranding topic d twitter. Tyta emg bagus ya, apalagi resortnya yawla ngiker aku

    BalasHapus
  15. Cakep banget, Lin... aku pengen ke Bintan sejak masih kuliah, gara-gara sahabat kentalku asalnya sana. dia sering cerita kalau Bintan tuh pantainya cakep banget... :) sayang belum kesampaian, sahabatku keburu pindah Gorontalo dan sekarang malah kuliah di Jepang :)

    BalasHapus
  16. Indahnya, pas ak buka videonya astaga ini plesiran tenan Lintang hahahah yang biasanya berkutat dengan desain dan jahitan. Semoga kaoan kapan juga bisa menjejak kaki ke Bintan

    BalasHapus
  17. Belum pernah ke Bintan aku sih. Tapi lihat suasananya jadi ikut merasakan aku berasa di ssna

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)