Selasa, 12 Februari 2019

Happy, Excited, dan Kangen dengan Museum Ullen Sentalu Jogja

At first, let me ask sorry to you guys.

Sebenernya perjalanan ke Museum Ullen Sentalu di Jogja ini udah terjadi sekitar 3-4 bulan yang lalu. Pas datang ke Museum Ullen Sentalu sih niat pengen nulis tentang museum ini. Aku udah 3 kali balik ke sini dan selalu terpesona, nggak pernah bosen, dan merasa dapat pencerahan baru.


Tapi, ide tentang menulis Museum Ullen Sentalu ini cuma mengendap di kepala aja, cuma tertulis judulnya di daftar to-do-list di jurnal. Untuk nulis uraian di draft blog aja baru kejadian 4 bulan kemudian. Huhuhu.

Tapi,, demi memenuhi janji sama diri sendiri untuk nulis tentang kunjungan ke Museum Ullen Sentalu, untuk mengingatkan diriku tentang perasaan bahagia ketika bisa masuk ke ruangan-ruangan indah di Museum Ullen Sentalu, aku tetep akan nulis pengalaman datang ke Museum Ullen Sentalu.


Kunjunganku ke Museum Ullen Sentalu pertama kali sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Waktu itu aku masih anak ingusan yang belajar berpetualang. Main ke Jogja juga demi bertemu gebetan. Serunya salah satu agenda jalan-jalanku ke Jogja kala itu adalah main ke Museum Ullen Sentalu.

I didn't have any idea what Museum Ullen Sentalu is about.

Saat itu yang aku tahu, museum di Indonesia itu membosankan. Dia bilang, museum ini adalah museum batik. Aku nggak inget tepatnya kapan aku mulai tertarik dengan batik, tapi saat itu aku jadi penasaran dengan Museum Ullen Sentalu dan batiknya.

Pilihanku untuk mengikuti sarannya untuk main ke Museum Ullen Sentalu adalah keputusan tepat. Aku happy banget nemuin tempat super apik bernama Ullen Sentalu ini di Jogja. Aku terpesona dengan pintu masuknya, yang seperti masuk ke bawah akar-akar pohon, menuju tempatnya Alice in Wonderland.

WOW! This is my first impressions when coming to Museum Ullen Sentalu

Kunjungan keduaku ke Museum Ullen Sentalu adalah saat pergi bersama rombongan oma-oma. Aku punya acara di Jogja bersama rombongan paduan suara wanita, yang sebagian berusia sepuh. Agenda terakhir sebelum pulang ke Semarang adalah mengunjungi Museum Ullen Sentalu. Aku seneng banget.

Super excited to coming back to Museum Ullen Sentalu

Meskipun aku yang super excited kembali lagi ke Museum Ullen Sentalu, ada beberapa oma dan tante yang kurang menikmati tur singkat di Museum Ullen Sentalu. Beberapa oma terlihat kesulitan berjalan, karena memang kontur bangunan Museum Ullen Sentalu tidak datar, ada beberapa tangga yang sedikit menyulitkan para oma berjalan di dalam museum. Beberapa tante bersungut-sungut karena nggak bisa belanja.

Tapi untuk sebagian tante, kunjungan ke Museum Ullen Sentalu ini memberikan inspirasi dan angin segar. Mereka sudah bosan dengan kunjungan ke mal dan tempat belanja. Di Ullen Sentalu, mereka bisa mendapat banyak cerita, membaca surat cinta, dan mengagumi kain batik warisan para raja. Sebenarnya di ujung perjalanan ada toko yang menjual batik tulis dalam bentuk pakaian jadi baik untuk pria maupun wanita. Ada tas tangan juga. Tapi tante-tante yang doyan belanja nggak suka sepertinya.


Kunjungan ketiga ya di tahun 2018 kemarin. Kunjungan ini yang menyentil aku, mengingatkan aku, berkali-kali datang ke Ullen Sentalu, dapat pengalaman luar biasa, kenapa belum ditulis juga?
Gilanya, baru sekarang juga nulisnya.

Beberapa detail memang sudah terlewat sih, seperti aku masuk beberapa jenis ruang, sejarah raja mana yang diceritakan (yang jelas raja-raja di Jawa), kata-kata dari surat cinta favorit, jenis kain batik apa saja yang dipamerkan di sana, alat musik apa saja yang menyambut di ruang musik, dan banyak lukisan dan patung yang mulai samar di ingatan.

Biasanya, aku selalu diingatkan oleh foto dan video untuk hal-hal detail semacam ini. Tapi di Museum Ullen Sentalu kami dilarang mengambil foto, apalagi video. Tapi asik sih, jadi konsentrasi dengerin cerita dari guide dan konsentrasi dengan benda-benda yang ada di museum.


Setiap masuk ke Museum Ullen Sentalu, ada guide yang akan membimbing kami melakukan tur di dalam museum. Masuk ke dalam museum sendiri rasanya seperti masuk ke dunia lain, dunia yang tenang, damai, adem. Rasanya seperti masuk ke bangunan kuno, dengan ornamen-ornamen jawa berwarna gelap seperti batu kali, kayu, dan pepohonan berwarna hijau gelap. Meskipun nuansanya gelap, tapi ada rasa hangat ketika masuk ke dalam. Kehangatan ini sepertinya muncul dari cerita-cerita yang dibawakan dengan sukacita, energi dari setiap jiwa yang merawat museum ini dengan segala isinya.

Kalo balik lagi ke Museum Ullen Sentalu, aku tentu akan dengan senang hati bilang iya. Nggak bosen.


Museum Ullen Sentalu terletak di daerah Kaliurang Jogja. Kira-kira butuh 1 jam berkendara untuk mencapai Museum Ullen Sentalu dari pusat Kota Jogja. Pastikan untuk nggak datang di hari Senin, karena itu hari di mana museum tutup.


Tiket masuk Museum Ullen Sentalu sudah termasuk guide yang akan mengantar kita berkeliling museum, ruang demi ruang, lengkap dengan ceritanya. Guide bisa berbahasa Inggris juga. Di tengah perjalanan, kita akan disuguhi minuman rempah-rempah yang segar.

Di ujung perjalanan, ada ruang terbuka dengan relief yang sengaja dipasang miring. Tempat ini bisa dibilang photogenic, atau istilah anak jaman now, instagramable. Space-nya sangat luas, jadi kalau bareng rombongan, foto-foto di sini pasti muat dan nggak desak-desakan.


Ah, kayaknya aku perlu balik lagi deh ke Jogja, ke area Kaliurang, dan main lagi ke Museum Ullen Sentalu.

Terima kasih ya, kamu mau baca tulisanku sampe sini :)

-Dinilint-

6 komentar:

  1. Iya, ya. Dulu juga saya mikirnya ke museum in=tu membosankan. Tetapi, kalau kayak begini, kayaknya saya juga mau main ke museum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku sekarang malah suka banget main ke museum mbak. :D

      Hapus
  2. Ullen Sentalu ini emang salah satu museum yang aku rekomendasikan sih kalau ada yang tanya ingin ke Jogja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa. Mereka juga menjaga kualitas pelayanannya. Keren.

      Hapus
  3. Beberapa kali ke Jogja, tapi baru dengar nama museum ini di sini ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masukin ke daftar itinerary kalo ke Jogja lagi. Must visit place in Jogja ini.

      Hapus

Thank you for reading and leaving comment :)