Rabu, 01 Mei 2019

Budget Travelling ke Angkor Wat

Sebenernya kurang pas kalau aku kasih judut "Budget Travelling ke Angkor Wat", karena sayang kalau sudah sampai Siem Reap, Kamboja cuma main ke Angkor Wat aja. Angkor Wat hanya sebagian kecil dari Angkor Temple yang berada di kompleks Angkor World Heritage.

Angkor World Heritage adalah kompleks candi dan kuil peninggalan Khmer yang dibangun di abad ke-9 sampai abad ke-15. Luasnya kira-kira 400 km2 atau kira-kira satu provinsi Siem Reap. Angkor World Heritage dikelilingi hutan yang dilindungi dan tidak boleh dijadikan tempat tinggal.


Kenapa harus travelling ke Angkor Wat?
  1. Angkor World Heritage masuk ke dalam daftar Unesco World Heritage.
  2. Banyak cerita sejarah peradaban manusia di situs-situs Angkor.
  3. Lokasinya dekat dengan Indonesia.
  4. Biaya untuk travelling ke sana cenderung murah.
Budget atau biaya untuk travelling ke Angkor Wat dan Angkor World Heritage site cenderung murah. Lokasinya yang berada di Kamboja, Asean, adalah salah satu alasan budget travelling ke Angkor Wat terjangkau. Aku akan bahas satu persatu mulai dari tiket menuju Siem Riep, airport transport, penginapan, cara keliling Angkor World Heritage, tiket masuk, hingga makanan di sana.

Tiket ke Siem Reap


Angkor Wat dan Angkor World Heritage terletak di Siem Riep, Kamboja. Kalau mau praktis bisa banget naik pesawat langsung ke Siem Riep. Maskapai kesayanganku tentu saja Air Asia. Aku naik pesawat dari Kuala Lumpur langsung ke Siem Riep. 


Aku pesan tiket ke Siem Riep sekitar 2 bulan sebelum berangkat di harga Rp. 800-ribuan PP. Ibuku beli tiket sekitar 2 minggu sebelum berangkat di harga Rp. 1,2 jutaan. 

Untuk mencapai Siem Riep, bisa juga dengan naik bus dari Phnom Penh, dari Bangkok, atau pun dari Ho Chi Min City. Tentu saja kalau naik bus akan makan waktu lebih lama. Tapi Siem Reap seru juga dimasukkan ke dalam daftar kalau kamu mau jelajah daratan Indochina: Thailang, Vietnam, Kamboja. 

Airport transport dari Siem Reap Airport


Kalau naik bus, bus akan berhenti di downtown Siem Riep. Dari sana bisa naik tuktuk ke penginapan di sekitaran downtown sekitar 2 USD. Bisa juga jalan kaki, karena downtown Siem Riep itu emang nggak gedhe-gedhe banget.

Tarif airport taksi di Siem Reap Airport

Jarak downtown dan bandara Siem Reap sekitar 10 km. Kalau hotelmu punya fasilitas airport pick up sebaiknya dimanfaatin. Ada juga yang sudah janjian dengan sopir tuktuk untuk dijemput di airport untuk kemudian diantar ke penginapan di downtown.

Bisa juga menggunakan jasa dari airport. Bisa pakai ojek, tuktuk, mobil, bahkan van untuk rombongan. Harganya silakan lihat di foto ya. Meskipun pembayaran airport transport di Siem Reap Airport dilakukan di kantornya di bandara, ada kemungkinan sopir akan meminta uang tambahan untuk jasanya. Cerita detail mengapa hal ini bisa terjadi sudah aku bahas di post "Welcome to Siem Reap".

Menginap di Siem Reap


Menjelajah Angkor Wat paling asik dimulai dari pagi sebelum matahari terbit. Sunrise di Angkor Wat jadi salah satu hal menarik yang membuat orang-orang dari seluruh dunia rela datang ke sana. Jadi, paling enak menginap dulu di Siem Reap.

Sarapan di balkon hotel kami di Siem Reap

Penginapan di Siem Reap cenderung murah. Aku sendiri dapat kamar hotel yang super luas, ranjang empuk, linen bersih, ada balkon, ada air panas, kamar mandi ber-bath up, dengan harga 68 USD untuk 3 malam untuk 2 orang. Harga ini sudah termasuk sarapan: buah, telur, roti, kopi/teh.

Ada banyak sekali pilihan penginapan di Siem Reap. Hotel bintang lima juga sudah ada di Siem Reap. Aku pakai situs booking(dot)com untuk memilih penginapan di Siem Reap.

Tiket Masuk Angkor World Heritage Site


Berhubung Angkor nggak cuma Angkor Wat dan Angkor World Heritage Site luas banget, maka pemerintah Kamboja menjual tiket masuk ke Angkor World Heritage secara terusan.

1 hari : 37 USD
3 hari : 62 USD
7 hari : 72 USD

Awalnya aku sempat ragu antara milih beli tiket terusan untuk 1 hari atau 3 hari. Harganya jauh lebih murah beli tiket terusan 3 hari kan, bahkan lebih murah lagi tiket terusan yang 7 hari.

Angkor Enterprise, tempat beli tiket masuk Angkor World Heritage

Aku milih untuk jelajah Angkor Wat dan Angkor World Heritage 1 hari aja. Aku merasa aku akan mabuk candi kalau harus jalan-jalan selama 3 hari dari candi ke candi. Pengalaman mabuk candi ini pernah juga aku alami saat jalan-jalan di Bagan, Myanmar. Hari lainnya aku pakai untuk jalan-jalan di sekitaran Siem Reap.

Kalau kamu ambil tiket 3 hari, kamu nggak harus datang ke candi selama 3 hari berturut-turut. Tiket itu berlaku sampai seminggu setelah tanggal pembelian. Misal, kamu beli tanggal 1, kamu bisa masuk di tanggal 1, tanggal 3, dan tanggal 7.

Untuk tiket 7 hari, masa berlakunya sampai sebulan. Kata traveller yang sudah pernah semingguan keliling Angkor World Heritage, waktu seminggu cukup memuaskan untuk keliling ke semua candi.

Keliling Angkor Wat dan Angkor World Heritage Site


Kalau keliling Angkor Wat cuma bisa dilakukan dengan jalan kaki. Inget ya, Angkor Wat itu nama candi. Meski Angkor Wat sendiri luasnya minta ampun, tapi nggak mungkin pake kendaraan untuk menjelajahi Angkor Wat.

Tuktuk untuk keliling Angkor World Heritage

Nah, kalau keliling Angkor World Heritage harus pakai kendaraan. Aku memilih sewa tuktuk. Sehari 20 USD. Aku cuma main ke 4 candi populer: Angkor Wat, Angkor Thom, Ta Phrom, dan beberapa candi kecil yang dilewati. Aku berangkat mulai dari jam 5.30 pagi dan kembali lagi ke downtown Siem Reap sekitar jam 4.30 sore. 

Aku juga lihat ada banyak traveller yang sewa sepeda untuk keliling Angkor World Heritage. Sewa sepeda sekitar 2-3 USD seharian. Jelas pilihan yang murah, tapi juga lumayan menguras energi.

Di sekitaran Siem Reap banyak juga yang menawarkan one day tour untuk jelajah Angkor Temple. Rute-nya pun bermacam-macam. Untuk one day tour harganya sekitar 13 USD dan kelilingnya naik van. Ada guide yang cerita juga.

Makanan di Angkor Wat


Di sekitaran Angkor Wat ada banyak penjual makanan. Pemerintah membuat satu kompleks semacam food court yang jualan makanan. Harga makanan sekitar 5 USD per porsi dan harga minuman sekitar 1 USD.

Banana Resto di Angkor World Heritage

Aku sendiri diarahkan untuk makan di resto fancy bernama Banana Resto. Namanya banana, karena emang banyak pohon pisang di resto. Eksotis dan asik banget buat meredam panasnya Siem Reap. Makan di sini harga makanan sekitar 7 USD per porsi dan minuman sekitar 2 USD.

Untuk urusan minum, sopir tuktuk kami juga menyediakan air minum dingin yang disimpan di bawah jok tuktuk-nya. Tiap habis bisa minta. Lumayan kan irit beberapa USD untuk minum. Huehueheu.

Hal yang perlu diperhatikan saat berkunjung ke Angkor Wat


Perlu diingat Angkor Wat dan Angkor Temple lainnya adalah tempat suci, tempat ibadah bagi orang Kamboja. Selain itu, Angkor Wat dan Angkor Temple merupakan benda cagar budaya. Ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan kalau travelling ke Angkor Wat.


Untuk pakaian, harus menggunakan pakaian yang menutupi bahu dan lutut. Ada beberapa candi yang bisa dimasuki, tapi harus antri. Di beberapa spot foto yang ramai juga ada aturan tidak tertulis untuk antri. Kalau ada yang sedang ibadah kita juga nggak boleh gangguin, tapi minta didoakan dengan cara mereka sangat mungkin dilakukan.

Ketika aku share tentang Angkor Wat di medsos, ada teman yang komentar 'ternyata mahal juga ya.' Bagi orang lokal masuk ke Angkor World Heritage gratis alias nggak bayar. Kita di  sana jadi orang asing, jadi dapat harga turis mancanegara. Jadi inget pas main sama temen bule ke Borobudur dan Bromo, mereka bayar 10 kali lipat untuk tiket masuk.

Menurutku travelling ke Angkor Wat is worth the money, worth the experience. Eh, apa dasarnya aku suka jalan-jalan ya :P.


Anyway, thanks for reading dinilint.com. Kalau mau komen di bawah juga boleh banget. Kalau mau lihat foto detailnya Angkor Wat, Angkor Thom, dan Ta Phrom di Angkor Wat Photostory,

Dinilint

35 komentar:

  1. Psssttt jangan bilang-bilang, Kak, saya baru tahu kalau Angkor Wat itu bagian dari Angor Temple yang berada di kompleks Angkor World Heritage. Ternyata banyak angkor2 lainnya di sana hahaha. Katroknya sayaaaaa. Naik tuktuk itu rasanya kayak naik delman kah? Hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naik tuktuk atau remorks kalo bahasa Kamboja-nya nggak seperti naik delman mbak. Lebih mulus rasanya, karena yg narik motor, bukan kuda.

      Hapus
  2. Pas saya ke Angkot Wat, saya beli tiket terusan yang 3 hari. Soalnya emang nginep di Siem Reap 2 malam. Lumayan sih, bener-bener muterin hampir semua candi sampai puas. Harga makanan emang mahal sih ... USD 5. Tapi itu harga turis, lho. Buat orang lokal ternyata jauh dari itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Aku juga merasa harganya beda antara harga turis & harga lokal.
      Pas jalan2 di downtown Siem Reap, tp yg jauh dari turis area, aku beli makanan murah. Tp yg bs bahasa Inggris manfaatin dg kasih harga minimal 1 dolar.

      Hapus
  3. Tuktuk-nya mirip dokar yang ditarik motor ya kak?
    Seru banget. Saking luasnya candi sampai dibuat trip beberapa hari ya.

    BalasHapus
  4. Maeme masih terjangkau ya mbak. Hotel juga. Musti nabung2 dulu nih biar bisa jelong2 sampe sana. Mupeng lihatnya hehehe...

    BalasHapus
  5. Sebentar, tuktuknya itu ada kulkasnyakah di bawah joknya? Atau minumannya ya suhu biasa aja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, ada semacam kotak tempat nyimpen es di bawah jok penumpang. Memanfaatkan space banget kan.

      Hapus
  6. Duh..asli jadi pengen ke sini juga..mudah2an ntar ada barengannya..kalau sendirian g berani deh aku hehe...

    BalasHapus
  7. Delmannya ditarik motor ya Lin,makanya setrong seharian hihi..cantik dan magis kesannya candi begini, kaya rasa..

    BalasHapus
  8. Merasakan juga ya dibedakan harga lokal dan turis hihi..

    BalasHapus
  9. Jadi tertarik buat berkunjung ke sini, deh. Meskipun aku tuh rada-rada takut ke Kamboja, Vietnam dan sekitarnya, hihi. Aman ya, Lint?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amaaaan.
      Ke mana aja wajib waspada & positive thinking. Selebihnya, nikmatin aja.

      Hapus
  10. Seru banget tripnya. Tipsnya juga komplit abis. Bisa pede ngetrip sendirian dengan cuma baca sharing di atas.

    Thanks ya Din. Semoga suatu hari bisa main juga ke Angkor Wat ^^

    BalasHapus
  11. Emang bener ya, kalau beli tiket untuk travellinh mending dari jauh-jauh hari. Apalagi kalau pas ada promo. Itu masak bedanya sama tiket ibu 400 ribu, gila. Dan baru kutahu, Mbak Lintang jalan-jalannya sama ibu juga. Seru pasti ya.

    BalasHapus
  12. Kalo tiket pesawatnya gitu nyari harga promo aja ya Lin, tapi tetep ya bisa dapat murah kalo dari Kuala Lumpur. Harusnya pergi model terusan nih, KL - Singapura - Kamboja. Kudu siapin budget gede kalo pengen semuanya gini, hihiii

    BalasHapus
  13. Mirip gitu ya dengan budaya yang pernah membawa pengaruh besar di Indonesia. Wuiihh luas candinya ga mbayangin deh kayak apa kalau harus jalan kaki :))

    BalasHapus
  14. Waah selisih harga tiket ke Siem Riep bisa jauh banget ya, jadi emang mending jauh2 hari pesen. Ternyata sama juga di luar sana, turis manca tarifnya mahal. Kalo bareng sama temen yg orang sana bisa free ngga yaa hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya susah mbak. Petugasnya banyak dan berlapis. Sebelum masuk kompleks ada petugas, di tiap candi juga ada petugas.

      Hapus
  15. yang pernah jadi bekgron filmnya tomb raider kan ya. Aku selalu seneng sama candi. Kayaknya kembali ke masa lalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya bener. Tempat syutingnya film Lara Croft: Tomb Rider yang dibintangi Angelina Jolie

      Hapus
  16. Walah ternyata harganya udah naik. Tahun 2015 masih 20 USD buat 1 day pass, eh udah 37 USD aja. Tapi walaupun memang mahal, ke Angkor Wat ini tetap kujabanin karena untuk inilah aku ke Siem Reap. Jadi dari awal memang udah spare uang untuk ini.

    Sama, aku juga bukan fanatik candi, jadi sehari aja cukup. Sekadar buat ke candi-candi utamanya dan mengambil foto.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa,, emang udah niat sih. Minimal sekali seumur hidup mau ngerasain sendiri sensasi Angkor Wat dan Angkor World Heritage temple lainnya.

      Hahaha,, sehari udah lumayan mabok candi kann,, tapi pengalaman seru dan nggak terlupakan.

      Hapus
  17. Jadi ingat scene flm Tomb Raider nih.
    Awal saya tahu angkor Wat itu dari liat Lara Croft yang diperankan Angelina Jolie kalau gak salah sih. Tempatnya gokil banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku pun begitu. Tapi pas nyampe sana, dapet banyak ilmu dan wawasan. Angkor Wat nggak sekadar tempat syuting film.

      Hapus
  18. Wah ternyata Angkor Wat itu luas banget yah kak. Jujur aku belum pernah kesini. Tapi ini bisa jadi pedoman aku pas lagi ke Kamboja. Tengkyuu kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangettt,,

      Semoga berguna ya.
      Terima kasih kembali.

      Hapus
  19. aku baru tau loh kalau Angkor Wat itu bagian dari Angor Temple. Belum pernah sampai sana sih kalo jalan ke LN. dan ternyata konsep pariwisata (mungkin) sama ya : turis lebih mahal dari pada lokal. kaya di Indo juga gt kan. tapi kebijakan itu memang untuk kemajuan pariwisata suatu negara sih. jd wajar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, emang harga untuk turis asing di beberapa negara (nggak cuma Indonesia) emang lebih mahal. Di Kamboja sendiri, kalau warga lokal bebas biaya masuk. Jadi mereka suka nongkrong di pinggir danau di area Angkor World Heritage.

      Hapus
  20. Asik banget tripnya. Tips dan infonya juga mantul
    Aku jadi ada bayangan kalau suatu hari diberi rejeki berkunjung ke Angkor Wat
    Luas banget komplek 'candi-candi' ini ya
    Dan cantik banget arsitekturnya

    BalasHapus
  21. waktu saya ke sini saya beli yang 3 hari.. tapi cuma ke pake 2 kali datang... keburu lelah dan mabok... hehehehe...

    BalasHapus
  22. Mabuk Candi hohoho. Saking banyaknya yaa. Tapi karena memang penting boleh bener. Eh berarti mesti bawa USD terus dong ya?

    BalasHapus
  23. Aku rasa ya wajar aja kalo HTM atau apaun dibedakan buat wisatawan asing dan lokal. Untuk support destinasi wisatanya juga kan 😉😁 Ngeri2 sedap gitu kayaknya halan2 ke Kamboja dan sekitarnya hihihihi spooky ah jadi ingat zaman peperangan dulu penyiksaan dll. Keren mbak Dini 😘

    BalasHapus
  24. Selama di sana itu pakai uang dolar USD kah? Gak pakai uang negara setempat gitu Mbak?

    BalasHapus
  25. Kami pernah ke Angkor Wat & ke bbrp situs. Paling berkesan yg ke Ta Phrom. Situsnya makin tua ya, dimakan pohon. Sayang pemerintah sana menolak u dipugar...

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)