Rabu, 24 Juli 2019

Warung Kopi dengan Pemandangan Gunung dan Sawah di Temanggung

Kalau kamu melewati rute Semarang - Temanggung via Bandungan, kamu akan menemukan pemandangan dua gunung dengan sawah terasering. Pemandangan cantik ini mengingatkan aku tentang tugas menggambar saat SD.


Aslinya, pemandangan dua gunung dan sawah ini emang cantik banget. Pantesan jadi gambar wajib anak SD angkatan 90-an. Di lokasi cantik ini, ada warung kopi bernama Pesona Ginteran.


Kopi beneran, bukan kopi sachet!


Es kopi yang es-nya dipisah.

Aku pikir warung kopi pinggir jalan Semarang - Temanggung ini cuma punya minuman siap saji dalam kemasan sachet. Biasanya ada menu mi instan juga.

Duh, jadi inget pengalaman nyasar di kaki Gunung Batur yang berakhir dengan sarapan di warung kopi dan indomi. Kalo penasaran ceritanya bisa dibaca di sini.

Balik lagi ke warung kopi Pesona Ginteran, ternyata warung kopi pinggir jalan ini menyajikan kopi dari biji kopi asli, bukan kopi sachet.

Aneka pilihan biji kopi.


Pilih biji kopimu sendiri!

Siang itu, pemilik warung kopi, mempersilakan aku memilih biji kopi mana yang aku suka untuk diolah menjadi kopi. Ada banyak kopi yang bisa dipilih; arabika full wash, arabika natural, kopi jawa, kopi lanang, dan ada lagi yang aku lupa namanya.

Aku pilih biji kopi arabika natural yang diolah jadi es kopi. No reasons, just think that natural is better that synthetis. Duh, alasan yang sungguh random. Wkwkwk. 

Kopi ku digiling dengan metode V-60. Penyajiannya nggak seperti penyajian americano di kedai kopi hits di kota. Es dan kopinya disendirikan. Kopi diletakkan di suatu wadah, lalu es-nya diletakkan di samping wadah. Hal ini membuat kopi jadi dingin, tapi nggak memengaruhi rasa kopi ketika es mencair.

Kopi, pisang goreng, dan view alam yang menawan.


Ngopi sambil lihat sawah. Ajib.

Selain kopi, kami juga pesan pisang goreng. Warung kopi Pesona Ginteran ini emang menyediakan snack semacam pisang goreng dan roti bakar untuk menemani ngopi dengan view asik begini. Rasa kopinya sendiri enak. Kopi dan snack-nya juara. 

Yang paling istimewa ya tetep pemandangannya. Sambil ngopi, sambil lihat alam dan duduk di bawah pohon.

Natural playground: main ke sawah!


The playground!

Pas mau pulang, aku menemukan ada jalan setapak untuk turun ke sawah terasering di bawah. Kebetulan, saat itu padi sedang menguning dan ada bapak ibu petani yang sedang memanen beras. Sebagai anak kota yang haus tempat bermain natural, tentu saja aku memutuskan untuk turun ke sawah. It was so much fun!

Harga kopi dan snack di Pesona Ginteran ini sangat terjangkau. Kemarin, aku dan temanku yang pesan 2 cangkir kopi dan satu porsi pisang goreng dibandrol Rp. 25,000 saja.

Ngopi di bawah pohon rindang

Kamu mau ngopi sambil dapat view gunung dan sawah juga? Pesona Ginteran ini bisa kamu temukan di Jalan Sumowono. Kalau dari arah Semarang ada di sebelah kanan, sedang dari arah Temanggung ada di sebelah kiri.

Jangan lupa colek aku kalo kamu mau ngopi di sana, aku mau lagi. :D

Dinilint.

23 komentar:

  1. Kok kayaknya aku pernah tahu tempat ini ya? Hhahahahahahha
    Enak juga ngopi di tepian sawah kayak gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pernah nongkrong di sini kali kak. Cuma satu ini di rute Semarang - Temanggung yg via Bandungan

      Hapus
  2. Aku pun kalau disuruh gambar saat SD mesti gunung ama sawah ada kolam ikannya hehe.. Kopi dan pisang gorwng tambah pemandangan hijau asri dan udara segar nambah nikmat ya lin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena emang pemandangan gunung & sawah aslinya secakep itu ya mbak

      Hapus
  3. Kak Din! Ini berapa jauh jaraknya dari semarang? Berapa jam tempuhnya? Kok aku ngilerrrr nongkrong di sini. Huhuuhuuu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekitar 1-1,5 jam kak. Pake kendaraan sendiri ya. Kalo dari Semarang sewa motor ato mobil.

      Hapus
  4. Mewah bgt ngopi dgn pemandangan kek ginii. Kopinya asli pula bukan kaleng2

    BalasHapus
  5. Wahh ini kalo kesana pas musim tanam padi kerenn juga ...kayak di Ubud... Kopinya mantep yak bisa pilih sendiri mau yang mana..fresh...

    BalasHapus
  6. Aku suka kopi, aku minum kopi tiap hari, tapi wawasanku soal kopi dangkal banget sih haha. Nggak paham biji apa aja yang enak, yang penting hasilnya cocok di lidah. Aku sukanya rasa bittersweet, yang rasa manis dan pahitnya pas. Nggak suka citarasa asam.

    Kopi, pisang goreng, dan sawah ini paduan yang sempurna banget, Din! Kamu ke sini jam berapa? Kelihatannya udah panas. Kalo pagi-pagi atau sore pasti asoy :D

    BalasHapus
  7. Wah kapan Din kita main ke sini, kok kayaknya nyaman banget tempatnya, bikin betah buat nongkrong ya..

    BalasHapus
  8. Sebagai penggemar kopi aku tertarik bngt buat dtng. kdng kl minum kopi lebih enak pemandangan sambil melamun dr pd main hp hehehe

    BalasHapus
  9. Viewnya cakep, meski saya enggak suka ngopi. Kayaknya lihat viewnya aja udah puas. Sedih di Bandung udah jarang lihat sawah,padahal suka adem kalau lihat padi yang menghijau atau menguning

    BalasHapus
  10. Kopi dan pisang goreng memang pasangan yang serasi :)

    Aku bukan tukang ngopi sih, tapi suka hunting tempat ngopi yang kece kayak gini. Hihi

    BalasHapus
  11. Wah, Pesona Ginteran ini kelihatan sederhana ya tapi menyimpan berjuta rasa. 25K dapat kopi dan pisgr mah udah cakep hehehe. Sawahnya mengering, lelah sepertinya dia :D Padahal liburan lebaran kemarin aku ke Semarang tapi ga tau ada tempat ini. Maybe next time coba mampir deh. TFS ya.

    BalasHapus
  12. Jadi, itu kita milih jenis kopinya
    Baru kemudian digiling langsung di sana ya
    Aih enak banget dong, aroma kopinya pasti wangi banget ya
    Menikmati kopi di tepi sawah gini, pasti bikin betah deh

    BalasHapus
  13. Kapan kapan man ke tempat saya di Cianjur Selatan Mbak. Kita bisa ngopi di teras sambil menghadap sawah juga. Cuma sawah tetangga bukan sawah saya, hahaha...
    Buruan, sebelum sawahnya dijual dan dibuat bangunan di atasnya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, semoga sawahnya nggak dijual, atau pun kalau dijual ya tetep difungsikan sebagai sawah. Aku sedih kalau tahu tanah subur yang bisa dipake jadi sawah malah dibikin bangunan. Huhu.
      Btw, aku penasaran nih sama Cianjur Selatan. Kapan ya ke sanaaa.

      Hapus
  14. Aih kok asik banget yah nyatai sambil ngopi disini. Suasanyanyaa bikin hati ademmm ~

    BalasHapus
  15. Aku musti baca nih, kayak gimana menggiling kopi metode V-60. Mempengaruhi rasa ya? Asyik kayaknya rasa kopi yang pas dipadu dengan pisang goreng.Ditambah suasana semilir angin...Top

    BalasHapus
  16. Aah, susah murah, viewnya juara banget pula.
    Aku pun. Bukan penikmat kopi yang gimana banget. Jadibkalau disuruh pilih kopinya,,saya juga pasti pilihnya random pakai asas cocoklogi. Ahahah

    BalasHapus
  17. nggak hanya anak tahun 90an yang menggambar gunung .., sepertinya sama aja dengan taun 7oan menggambar pemandangan itu dari celah dua gunung kelihatan matahri nongol he.. he..
    ada ya ternyata aslinya di Pesona Ginteran..
    aku ketemu yang pemandangan yang spersis seperti gambarku waktu SD itu di Lampung

    BalasHapus
  18. Adem bener viewnya. Ngopi di sini mesti betah bener.
    Semacam ngabisin seteko plus pisgor setampah .. Hahahaha

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)