Minggu, 13 Oktober 2019

Travelling ke Jepang dan Cerita Museum Ghibli Jepang

Belakangan ini aku terpapar banyak hal tentang Jepang;

  • film animasi Jepang yang aku tonton, 
  • feed instagram yang berisi postingan tentang destinasi wisata di Jepang, 
  • instagram story teman-teman yang sedang dan baru saja travelling ke Jepang, 
  • rekomendasi YouTube tentang video kehidupan di Jepang, 
  • foto-foto aku di Jepang yang belum sempat aku rapikan, apalagi unggah, 
  • sampai tagar #Pray4Japan di Twitter yang mengabarkan kalau ada badai Typhoon super besar di Jepang bagian timur, termasuk Tokyo.


Semua hal ini seakan mengingatkan aku pada salah satu destinasi favoritku, Jepang. Kamu bisa baca post blogku yang berjudul my-favorite-things-about-japan-sampe-balik-lagi untuk tahu mengapa aku rela travelling ke Jepang lebih dari sekali. Dan sepertinya aku akan mengulang travelling ke Jepang dan main ke Museum Ghibli. Jadi, mengapa harus main ke Museum Ghibli?



Kalau dirunut ke belakang, aku sudah pernah travelling ke Jepang sebelumnya, yang pertama di tahun 2012 dengan rute Tokyo - Kyoto - Osaka, dan yang kedua di tahun 2017 dengan rute Tokyo - Kawagoe - Nagano - Tokyo.

Foto di Kyoto berlatar kuil emas

Foto di Nagano saat hunting salju tapi dapat sisa-sisa

Dari dua trip ke Jepang tedahulu, aku selalu memasukkan agenda untuk main ke Museum Ghibli ke dalam itinerary. Mengapa?

  1. Aku terprovokasi dari salah satu postingan blog blogger favorit aku yang sudah lebih dulu melakukan perjalanan ke Museum Ghibli. Aku penasaran dan pengen nyobain sendiri. Experience by myself is gonna be different that reading on someone blog.
  2. Jujur aja, saat itu cerita Ghibli yang aku tahu hanya My Neighbour Totoro dengan tokoh utama Totoro, kucing raksasa berwarna abu-abu yang menggemaskan. Aku suka banget dengan animasinya, tokoh-tokohnya, setting tempat di desa Jepang, dan tentu saja jalan ceritanya. Bahkan, ketika aku menontonnya berkali-kali, aku selalu mendapat makna dari cerita My Neighbour Totoro.
  3. Aku pun kepo dengan cerita animasi Ghibli yang lain, dan aku suka semua. Laputa Castle in The Sky, Spirited Away, Kiki's Delivery Service, Grave of The Fireflies, Princess Mononoke, Ponyo on The Cliff of The Sea, My Neighbour The Yamada, dan masih banyak lagi. Semuanya bagus, animasinya detail dan indah, jalan ceritanya penuh makna.
  4. Aku membayangkan bisa masuk ke dunianya Hayao Miyazaki, menikmati karya-karyanya yang indah, dan membangkitkan dunia kanak-kanak dalam diriku di Museum Ghibli.
  5. Belum banyak yang membahas tentang perjalanan ke Museum Ghibli di blog, padahal aku bayanginnya bakal seru banget. Jadi, aku mau jadi sedikit orang yang membahas tentang keseruan main ke Museum Ghibli.

Beli tiket Museum Ghibli di Lawson Jepang


Oke pembahasan kita kembalikan lagi ke tahun 2012, masa ketika aku pertama kali travelling ke Jepang. Hasil cari info sana-sini, aku tahu kalau pembelian tiket masuk Museum Ghibli di Mitaka, Jepang adalah dengan membeli di Lawson Jepang. Saat itu sangat tidak mungkin untuk membeli tiket Museum Ghibli secara online.

Lawson ada di ujung jalan sana, tokonya kecil tapi lumayan komplit

Tak habis akal, aku minta bantuan teman yang tinggal di Tokyo untuk membantuku membelikan tiket masuk Museum Ghibli. Temanku ini bingung karena dia baru dengar Ghibli, apalagi Museum Ghibli. 

Museum Ghibli sendiri terletak di Mitaka, kota tetangganya Tokyo. Untuk mencapai Mitaka bisa naik kereta dari Tokyo ke Mitaka. Namun, beli tiketnya bisa di seluruh Lawson di Jepang.

Ketika temanku ke Lawson dan coba membelikan tiket, dia tidak berhasil mendapatkan tiket. Intinya temanku itu bingung bagaimana cara belinya. Aku pun bingung bagaimana menjelaskannya karena informasi yang kuterima pada saat itu cuma, pembelian tiket masuk Museum Ghibli hanya bisa dilakukan di Lawson Jepang.

FYI, sistem belanja di Jepang ini agak berbeda dengan di Indonesia. Orang Jepang sangat mandiri dan nggak kebanyakan tanya apalagi dilayani petugas. Informasi yang mereka butuhkan mereka baca sendiri melalu website. Di Lawson sendiri cuma ada petugas kasir yang jumlahnya minim (saat aku datang ke Lawson hanya ada satu orang). Tugas kasir ini mengucapkan salam selamat datang dan sampai jumpa dan membantu scan barang untuk kemudian menerima pembayaran dari customer. Bahkan urusan memasukkan barang belanjaan ke dalam tas belanja, customer sendiri yang melakukan. Selain kasir, ada beberapa mesin berbahasa Jepang di dalam toko Lawson. Mesin-mesin ini juga bertugas sebagai kasir dan menjual hal-hal tertentu seperti tiket. Oia, supaya lebih paham, Lawson ini adalah convinence store, sama seperti Indomaret dan Alfamart kalau di Indonesia. 

Penasaran dong, saat aku tiba di Jepang, aku pergi sendiri ke Lawson dan bertanya pada petugas Lawson. Si petugas Lawson sama sekali nggak paham dengan apa yang aku butuhkan. Belakangan aku baru tahu bahwa pelafalan Ghibli dalam bahasa Jepang dan bahasa Inggris itu sangat berbeda. Dan aku ngomongnya tentu saja dalam bahasa Inggris, ditambah menunjukan tulisan dalam Bahasa Inggris, yang ternyata tidak dipahami oleh si mas petugas Lawson. Jadi saat itu aku tidak berhasil beli tiket Museum Ghibli di Lawson Jepang.

Pas aku ceritain pengalamanku beli tiket Museum Ghibli di Lawson Jepang pada temanku yang tinggal di Tokyo, dia pun penasaran untuk mencoba beli tiket Museum Ghibli lagi. Ternyata, pembelian tiket Museum Ghibli di Lawson Jepang adalah dengan menggunakan mesin. Sayangnya, mesinnya berbahasa Jepang. Saat temanku mau beli tiket Museum Ghibli, ternyata tiket Museum Ghibli sudah terjual habis. Hiks.

Travelling ke Mitaka, lokasi Museum Ghibli


Saking penasarannya, aku tetap pergi ke Mitaka untuk melihat Museum Ghibli dari dekat. Mitaka ini berbeda banget dengan Tokyo. Kalau Tokyo adalah kota metropolitan yang sibuk, Mitaka adalah kota tetangga sebelah yang tenang, kalem, dan santuy. 

Suasana Mitaka yang adem ayem dan tenang

Tinggal dikit lagi ketemu si kucing raksasa, Totoro

Dari Stasiun Mitaka aku jalan kaki sekitar 15 menit ke Museum Ghibli. Dari kejauhan aku sudah melihat Totoro raksasa di balik loket tiket. Ah, andai Totoro ini beneran hidup dan beneran jual tiket masuk museum, aku pasti udah beli deh. Di kejauhan ada petugas berbaju putih yang say hello sambil melambai-lambaikan tangan tanda mempersilakan untuk masuk ke dalam museum.

Totoro, si penjaga loket tiket

Aku tentu saja nggak bisa masuk, la wong nggak punya tiket kok. Bahkan untuk ijin masuk ke cafenya aja nggak bisa. Hiks. Tapi aku cukup terhibur dengan main-main di sekitaran Museum Ghibli dan foto bareng Totoro si penjaga loket sambil berjanji besok bakal balik ke Jepang lagi dan datang ke Museum Ghibli.

Kembali lagi ke Jepang


Di tahun 2017 aku kembali travelling ke Jepang. Harapanku tentu saja untuk datang ke Museum Ghibli. Di tahun 2017 cara memperoleh tiket masuk Museum Ghibli masih sama seperti di tahun 2012, tiket masuk Museum Ghibli hanya bisa dibeli melalui Lawson Jepang.

Foto di luar Museum Ghibli
Ada robot raksasa dari Laputa, Castle in the Sky

Kali ini aku sudah tahu caranya. Aku akan menuliskan Museum Ghibli dalam bahasa Jepang, mendatangi mesin penjual tiket, dan berusaha bertanya pada petugas di Lawson Jepang apabila mengalami kesulitan. Sayangnya, lagi-lagi aku gagal dapat tiket Museum Ghibli karena sudah habis terjual. Huhuhu.

Dua kali ke Jepang dan aku belum berhasil mengunjungi Museum Ghibli membuat aku kecewa, tapi makin penasaran dengan experience main di Museum Ghibli. Aku penasaran mengapa ada begitu banyak orang yang berminat untuk main ke Museum Ghibli. Apakah memang secantik itu, apakah memang sebagus di foto-fotonya, apakah memang sangat worthed to visit? Ah penasaran.

Pesan tiket Museum Ghibli online


Aku pengen balik lagi ke Jepang untuk datang ke Museum Ghibli. Kabar baiknya, sekarang aku bisa pesan tiket Museum Ghibli secara online. Jadi, kemungkinan untuk kehabisan tiket dan batal ke Museum Ghibli bakalan berkurang, bahkan nol.

Traveloka, salah satu OTA langganan aku sekarang punya fitur baru bernama Traveloka Xperience. Di sini Traveloka menyediakan berbagai tiket yang berhubungan dengan attractions, beauty & spa, playgrounds, entertainment, events, tours, movies, dan lainnya. Di bagian Where to Go Next --> Japan --> exquisite tours in Japan ada pilihan Ghibli Museum Tour.

Ghibli Museum Tour


Aku langsung kepo, dapat apa saja kalau ikutan Ghibli Museum Tour dari Traveloka Xperience. Itinerary-nya lengkap, mulai dari jam 10 pagi dan selesai jam 18.30 malam. Start dan finish di Tokyo. Tour dimulai dari buffet lunch di Hotel Gajoen Tokyo, mengunjungi Edo-Tokyo Open Air Architectural Museum OR Jindaiji Temple/Takahata Fuduson Temple, dan tentu saja mengunjungi Ghibli Museum.

Bisa pesan Ghibli Museum Tour lewat Traveloka Xperience

Ikutan Ghibli Museum Tour dari Traveloka Xperience ini malah bikin experience memasuki dunia Ghibli makin komplit. Hotel Gajoen dan Edo-Tokyo Open Air Architectural Museum sendiri jadi inspirasi untuk setting tempat film Ghibli berjudul Spirited Away.

Well, masalah dapat tiket Museum Ghibli bisa teratasi dengan Traveloka Xperience, malah sekalian main ke tempat-tempat inspirasi untuk setting lokasi cerita animasi film Ghibli. Kebayang deh bakalan dapet #XperienceSeru masuk ke dunia imajinasi Hayao Miyazaki. Terima kasih ya Traveloka, sudah membuat rencana perjalananku lebih mudah. Sekarang tinggal nabung aja nih biar bisa travelling lagi ke Jepang.

Kalau kamu, ada rencana travelling ke Jepang juga nggak? Atau sudah pernah? Cerita dong.

Dinilint

38 komentar:

  1. Wah, iya nih. Aku juga baru tau soal ghibli. Beruntung banget dirimu ketemu tiketnya di traveloka xperience. Moga kesampaian ya

    BalasHapus
  2. Keren euy sudah pernah ke Jepang. Ayoo makin semangat nabung biar bisa kesampaian lagi ke negeri sakura lagi. Apalagi sekarang ada traveloka xpererience yang bikin liburan makin seru

    BalasHapus
  3. Nggak pernah bosan baca tentang Jepang. Tapi aku njuk baper mbak hiks.. hihihi. Ada banyak kisah di sana. Dan baca postinganmu jadi pingin ngalamun��

    BalasHapus
  4. Wah..jadi ikut penasaran dg museum itu deh. Duh..semoga suatu saat nanti aku bisa ke Jepang juga. Aamiin..

    BalasHapus
  5. Whoaaaa serunyaaa. Pernah ke jepang dua kali ya. Keren euy. Aku juga mau dong. Semoga kapan kapan kesampaian ya. Aamiin

    BalasHapus
  6. wah baru tahu ya, kalau jarang banget tanya-tanya. beda sama aku hihihi, bingung dikit, tanya orang, hehehe

    BalasHapus
  7. Yaa amppun sekarang jadi semudah itu yaa...huhuhu, kudu diagendakan buat ke Jepang dan ke museum ghibli niih....krn kemungkinan gagalnya kecil

    BalasHapus
  8. Tau Studio Ghibli dr para influencer di instagram. Byk bgt yg memfavoritkan dia. Ternyata emg seru bgt ya?

    BalasHapus
  9. Aku pengen banget ke Jepang, Kak. Di sana kaktus dan sukulennya bagus-bagus. Kreasinya pun bagus-bagus. Jadi makin bulat tekat ke sana. Tentu selain penasaran sama teknologi dan kearifan lokal di sana.

    BalasHapus
  10. Sampe penasaran gitu ya Lint untuk bisa masuk ke Ghibli karena udah dua kali ke Jepang belum berhasil juga. Senang ya ada fitur Xperience dari Traveloka yang ngebantuin banget urusan tiket masuk ke Museum Ghibli ini.

    BalasHapus
  11. Selalu penasaran sama Jepang, keren Mbanya udah sampe sana aja. Serius baru dengee juga tentang musium ghibli, wah jadi daftar yg wajib dikunjungi nih kalo suatu saat ke sana. Btw Traveloka Xperience emang juara dah, semua serba dipermudah pake ini.

    BalasHapus
  12. Wahh seru banget cerita perjalanannya ke Jepang mbak.

    Sampai detik ini, Jepang masih menjadi negara impian kami. Semoga dengan Traveloka Xperience bisa mewujudkan impian kami. Semoga...

    BalasHapus
  13. Waduh banyak sekali film Ghibli yang bagus2. Castle In The Sky, My Neighbor Totoro, Grave Of Fireflies yang bikin mewek. Sampai Princess Mononoke. Skrg masuk museumnya ga pakai ribet ya. Pakai Traveloka Xperience aja

    BalasHapus
  14. Wah, ternyata ada museumnya ya studio Ghibli ini. Di Taiwan ada museum juga, tapi khusus Spirit Away-nya aja.

    BalasHapus
  15. Waahhh kr Ghibli dia, alu fansnya totoro nih say. Ternyata traveloka xperience bisa dipake untuk wisata ke jepang juga ya kirain cuma asia tenggara aja. Mantab lah

    BalasHapus
  16. Asyik dan seru bener tripnya. Ke Jepang, juga ke salah satu museumnya.
    Pengalaman yang didapet jadi esktra plus plus ya.

    Bakal diintip ulang buat jadi contekan trip.

    BalasHapus
  17. kalau udah suka emang bisa bikin obsesi ya Din....
    malah udah dua kali nyampe Ghibli kok ya nggak bisa dapat tiket
    untik juga ya di sana nggak jual tiket di lokasi wisata

    semangat menabung Din..., semoga dapat impiannya

    BalasHapus
  18. Asyik kayaknya kalau aku ke Jepang nih, Nanti tanya-tanya mbak Dini aja soal Ke Jepang. Sekalian nyobain fiturnya Traveloka ya

    BalasHapus
  19. Gemas yaa udah sampai lokasi nggak bisa masuk...hihi kejaam kisanak..semoga perjalanan ke Jepang berikutnya bisa masuk ya Din..

    BalasHapus
  20. Zaman-zaman SMA - kuliah Jepang pernah jadi salah satu destinasi impian.. gara2 pernah belajar bahasanya.. lihat postingan lintang jadi pengen lagi deeh..

    BalasHapus
  21. Waaahhhh senagnya mb DIni udah 2x traveling ke Negeri Sakura ya. Lagi2 berkunjung ke Museum Ghibli. Cuma beda cara beli tiketnya aja ya. Sekarang udah tersedia di Traveloka Xperience deh jadi ga pusing ketika kudu beli tiket online.

    BalasHapus
  22. Aku udah terpapar Jepang sejak kecil tapi belum sekali pun ke sana, padahal pengen banget. Kalo belakangan aku lagi sering terpapar Vietnam sama Taiwan, haha.

    Din, kamu nggak nanya ke blogger-blogger yang udah ke sana gimana beli tiketnya? Nah, aku juga berharap warga Indonesia di kota besar dan sudah melek internet itu kayak warga Jepang yang aktif dan inisiatif mencari informasi di internet. Lha, kenyataannya mereka nemu blog bukannya dibaca tapi buat nanya-nanya doang padahal semua info udah ditulis.

    Bersyukur sekarang udah ada Traveloka Experience, ya. Beli tiket wisata di luar negeri jadi mudah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu pas aku ke sana, dapat infonya ya kudu beli tiket di Lawson Jepang. Detailnya cuma dijelasin, datang ke Lawson, beli tiket, pilih tgl & jam kedatangan, datang deh.

      Sekarang lebih asik karena bisa beli via Travelok Xperience.

      Hapus
  23. Jepang ini jadi destinasi impianku juga niih.. Semoga berkesempatan dalam waktu dekat nih ��

    BalasHapus
  24. Traveloka memamg memudahkan bngt ya mbak, museum ini aku malah belom prnah.

    BalasHapus
  25. Aku jadi belajar banyak nih. Soalnya kudet ttg Gibli...haha...
    Beruntung banget ada Traveloka Xperience jadi kesampaian berkunjung lagi ke Jepang, dan ke Museum Gibli lagi deh...Gampang ya via OTA Traveloka ini...

    BalasHapus
  26. halo, salam kenal.

    traveloka xperience ini patut dicoba banget ya. aku bakal masukin museum ghibli ke itinerary aku kalau akan ke Jepang. thanks info nya...

    BalasHapus
  27. Diiin...mbok aku dijak mlaku2 nang Jepang siih.. *asli mupeng ki aku hehe..

    BalasHapus
  28. Masih belum tau kapan bisa menginjakkan kaki je jepang huhuhu semoga bisa kaya mba dini keliling dunia juga

    BalasHapus
  29. Semangat Lintang, nyari tiket di Traveloka Xperience ya semoga bisa berkunjung ke museum Ghibli next trip. Aku jadi penasaran juga segimana serunya ya xperience di sana

    BalasHapus
  30. Waaah mbak Dini udah ke Jepang dua kali. Aku sekali aja belum. Huhuhu. Adikku malah dua kali dan besok mau ke sana lagi cuma mau nonton olimpiade. Huhuuhu.

    Aku malah gak tau loh Museum Ghibli itu apa, eh bener gak sih nulisnya. Baru tau malah pas baca artikel ini. Wah enak ya sekarang bisa dibeli lewat Traveloka Xperience. Semoga besok gak penasaran lagi

    BalasHapus
  31. Museum Ghibli ini masih cukup jarang jadi list tujuan wisata ke Jepang dan akupun baru tau tentang museum Ghibli
    Traveloka Xpereience itu memberi kemudahan untuk pelayanan tiket wisata baik dalam maupun luar negeri

    BalasHapus
  32. AKu baru tau tentang museum ini
    Langsung kepoin Traveloka Xperience buat intip-intip bocorannya dan ternyata keren banget ya
    Bikin aku mupeng berat pengen ke sana juga

    BalasHapus
  33. Waa di Lawson pun bisa habis terjual ya mba. Untung banget sekarang bisa pesan online di Traveloka Xperience. Aku sukaaaa sama film-film Ghibli. Kalo nonton berasa masuk ke Dunia imajinasinya. Tapi yang Grave of Fireflies itu sedihnya minta ampun.. Museum Ghibli kayaknya bakal masuk list aku juga kalo nanti suatu Hari bisa ke Jepang.. :D

    BalasHapus
  34. Aku pengen banget ke Korsel Din, gara-gara kebanyakan nonton Drakor haha, semoga terwujud aamiin,kalau Jepang aku banyak terpapar komik..suka banget..

    BalasHapus
  35. woww asiknya jalan2 ke jepang..Traveloka memudahkan banget yaa.. Merencanakan perjlanan jadi gampang dan lebih tenang juga

    BalasHapus
  36. Gils, sedih juga ya 2x gagal. Untungnya kamu masih semangat dan sekarang diberikan kemudahan ya. Yang ketiga harusnya berhasil sih, tapi kalau gagal juga ya nggak tahu lagi deh harus ngapain. ahahahhah

    Btw, Aku sendiri nggak tahu apa itu Ghibli, sama sekali ngak punya clue. ahahah

    BalasHapus
  37. Dua kali ke Japan, 2012 dan 2017 dan selalu gagal ke Ghibli? Beruntungnya sekarang tiket itu sudah bisa didapatkan di aplikasi TravelokaXperience ya mbak.

    Bagiku juga Japan itu selalu ngangenin dan janji buat diri sendiri bakal melewati empat musim di sana, if God will. Btw, Chaya baru tau ada nama Mitaka dekat Tokyo lho mbak. hi hi

    BalasHapus

Thank you for reading and leaving comment :)