Minggu, 10 November 2019

Travel Hack: Gel Ajaib Untuk Mengatasi Kulit Kering Semasa Travelling

Pernah nggak kamu ngalamin kejadian semacam ini sepulang travelling?

Pas pulang, happy ketemu keluarga dan temen-temen, nggak sabar mau cerita liburannya ngapain aja, tahu-tahu kalimat pertama yang terlintas dari lawan bicara adalah 
"Ih kamu kok item banget sih? Emang kemarin travellingnya ngapain?"


Aku sering banget. :| :| :| 
Nggak cuma dibilang item, tapi juga dekil, lecek, kaya gembel, sampe diledikin, ih kamu siapa sih? Lintang-nya mana?. 

Thank God, sekarang udah nggak lagi.
Iya, sekarang kalo pulang travelling aku udah nggak item, dekil, kucel, kumel kayak dulu lagi. Jadi begini ceritanya.

Dari dulu sampe sekarang, tiap travelling aku selalu suka bermandikan matahari. Maksudnya, aku lebih suka travelling di alam, di tempat-tempat terbuka yang pastinya terpapar sinar matahari. Secara langsung. Skin to sunshine. Sunshine to skin.

Travelling dan kulit kering


Aku suka banget main ke pantai dan nyebur ke laut. Kalau beberapa temenku pergi ke pantai dengan baju lengan panjang demi menghindari sinar matahari, aku malah berusaha meng-expose kulitku dengan sinar matahari. Aku suka banget sensasi jemuran di bawah sinar matahari, terutama sinar matahari pagi. Ya akibatnya, kulit jadi kusam dan kering.

Foto saat aku travelling ke pantai. Berjemur di bawah sinar matahari.

Kalau travelling ke gunung kebiasaan main di bawah sinar matahari juga sama kaya travelling ke pantai. Meskipun gunung cenderung punya hawa yang adem, tapi gunung-gunung yang pernah aku datangi tetap bikin gerah saat siang hari. Aku akan merasa lebih gerah lagi kalau sedang trekking atau mendaki gunung. Jadi, biasanya aku pakai baju-baju adem yang kalo bisa nggak ada lengannya untuk  mengatasi gerah. Padahal kalau dipikir secara logika, posisi tubuh di gunung lebih dekat ke sinar matahari, dan pastinya kena sengatan matahari lebih banyak dong. Akibatnya kulitku makin kusam dan kering.

Foto saat aku travelling ke Wae Rebo.
Lokasinya di gunung, dingin, tapi itu di balik kain aku pakai tank top karena pas hiking keringetan.

Ketika travelling ke negara empat musim saat suhu udara turun di bawah 16 derajat, aku tetap punya masalah dengan kulit kering. Padahal kupikir kalau lagi musim dingin begitu, nggak ketemu sinar matahari. Lalu mengapa ketika pulang dari negara bersuhu dingin tetep aja kulitku kusam dan kering, yang berakibat aku nampak kaya gembel. Ternyata, negara-negara bersuhu rendah ini punya kelembaban udara yang rendah. Nah, ini nih yang bikin kulit makin kering.

Foto saat travelling di Jepang. Saat itu musim dingin, saat ada matahari suhunya sekitar 16 derajat dan anginnya dingin.

Bodo amat sama kulit kering


Selain faktor luar seperti terpapar sinar matahari berlebih, suhu rendah, dan kelembaban udara yang tinggi, kulitku sendiri pada dasarnya berjenis kulit kering. Hal ini tentu saja menambah faktor penyebab kulitku tampak kusam, kucel, dan kering.

Dulu sih, aku sebodo amat. Biasanya kulitku akan beregenerasi dengan sendirinya ketika aku kembali beraktivitas normal di suhu normal. Maksudnya, aku nggak berjemur lagi di bawah sinar matahari, karena aktivitasnya di dalam ruangan.

Seiring punya penghasilan lebih banyak, sehingga mampu lebih sering liburan, aktivitas di luar ruangan pun bertambah. Akibatnya, kulitku kena dampak. Kulit kering belum sempat regenerasi, udah diajak main keluar lagi. Jadi, ya terima aja sih dibilang gembel karena kulitnya kering.

Namun, sejak era instagram merebak, aku pun lebih sering terpapar foto-foto kece temen-temen yang sedang liburan. Di sini aku mulai berpikir, 

'kok temen-temen lain liburan tapi tetep aja kulitnya kece. Aku mau juga dong punya kulit sehat yang kenyal dan lembut.' 

Aku mulai mikir juga untuk merawat kulit kering aku ini. Kira-kira produk apa yang paling cocok sama aku? Produk apa yang paling cocok untuk kulit keringku ini?

Skincare untuk kulit kering


Lalu datanglah ajakan untuk nyobain Bio Oil Gel Kulit Kering. Merk Bio Oil sendiri udah nggak asing di telingaku. Setahuku produknya ya cuma satu, minyak untuk perawatan atau lebih kece disebut oil skincare. Aku sendiri pernah pake untuk menghilangkan bekas luka.

Sekarang, setelah 30 tahun berlalu, Bio Oil akhirnya punya produk lagi selain oil skincare, yaitu dry skin gel. Nggak pake lama, aku pun nyobain Bio Oil Dry Skin Gel.

Berhubung masih nyobain, jadi aku coba yang travel size dulu, ukuran 50 ml. Kemasan Bio Oil ini simple, dengan dominasi warna putih dan orange. Bentuknya cantik, tabung tanpa detail yang aneh-aneh. Yang pertama muncul di otak adalah, seru banget buat diajak travelling.

Kemasannya kece. Simple

Kemasan Bio Oil Gel Kulit Kering sendiri bagus banget. Pas buka segel, berasa banget kalo kemasannya ini melindungi isinya. Setelah segel dibuka, buka tutupnya gampang, tapi pas nutup lagi juga kenceng. Kombinasi yang oke.

Gel-nya sendiri bening. Kalo di dalam botol warnanya pink, tapi kalo udah dicolek warnanya jadi transparan. Bio Oil Gel Kulit Kering nggak berbau, tapi ada sedikit wangi-wangi seger yang nggak mengganggu. Ada wangi tipis yang pas. 

Gel-nya warna pink

Aku cobain ambil seujung jari dan oleh ke kulitku yang kering. Ternyata Bio Oil Gel Kulit Kering ini gampang banget meresap di kulit. Asiknya, nggak ada sisa gel yang biasanya bikin kulit peliket, kaya ninggalin bekas minyak di kulit. Bio Oil Gel Kulit Kering langsung meresap aja ke kulit. Enak banget.

Kalo dicolek gel-nya berwarna transparan
Gel-nya langsung meresaap ke kulit

Kok bisa ini gel enak banget meresap di kulit?

Bio Oil Gel Kulit Kering



Bio Oil Gel Kulit Kering punya tekstur gel to oil yang cocok banget untuk kulit kering aku. Hal ini dikarenakan kandungan minyak alaminya dapat membuat lapisan protektif yang mencegah hilangnya kelembaban dan menjaga kulit kering agar selalu terhidrasi.


Bio Oil Gel Kulit Kering ini terbuat dari
  • 3 % air
  • 10 % humectant
  • 87 % oil
Bahan-bahan yang terkandung di dalam Bio Oil Gel Kulit Kering ini secara aktif dan efektif merawat kulit kering. 


Ada lagi nih bahan-bahan yang disukai sama kulit kering aku, yang terkandung dalam Bio Oil Gel Kulit Kering, yaitu:
  • Glycerine - mengatasi hidrasi
  • Shea butter - menutrisi dan melembabkan
  • Niacinamide B3 - membantu melindungi barrier kulit
  • Urea - melembutkan dan menghaluskan
  • Chamomlie - menenangkan
Pantesan, kenapa Bio Oil Gel Kulit Kering ini cocok banget untuk kulitku yang emang kering banget ini. Bio Oil Gel Kulit Kering ini semacam jadi pelembab untuk kulit kering aku.

Sesungguhnya semua jenis kulit butuh pelembab, tapi kulit kering butuh perhatian lebih. Mengapa? Karena kulit kering ini kurang kandungan minyak. Jadi tahu ya, mengapa kandungan Bio Oil terdiri dari 87% oil.

Selain itu, aku harus sadar diri kalau tubuhku ini makin hari makin menua. Semakin bertambah umur, minyak alami dan kolagen yang berguna untuk menjaga kekenyalan tubuh semakin berkurang. Berkurangnya kekenyalan kulit ini membuat kulit semakin kering dan menyebabkan munculnya kerutan. 

Merawat kulit sejak dini nggak ada salahnya kan. Salah satunya dengan menggunakan Bio Oil Gel Kulit Kering untuk mengatasi masalah kulit kering.

Nah sekarang PR-nya adalah untuk konsisten. Kalau cuma pakai Bio Oil Gel Kulit Kering ini sekali dua kali, pasti hasilnya nggak signifikan. Aku mesti  rajin merawat kulit spesialku ini. Toh, saat ini, sekitar 7 hari pemakaian aku sudah merasa kulitku lebih sehat, lembut, dan kenyal. Pokoknya, #NoMoreDrySkin kalo pake #BioOilDrySkinGel atau Bio Oil Gel Kulit Kering.

Jadi besok lagi kalau ada yang nanya, "Kamu kok pulang travelling kucel?" Kemungkinan besar jawabannya karena aku belum mandi. :P

Kalo begini aku udah mandi belum?

Dinilint

2 komentar:

  1. Aku juga pake ini ka. Cuco banget dibawa traveling ya karena super multifungsi banget. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Kemasan yang simple malah bikin praktis ya. Gel-nya sendiri asik buat kulit. Cocok lah sama kulit kering aku.

      Hapus

Thank you for reading and leaving comment :)