Jumat, 13 Desember 2019

Staycation Temanggung: Menginap di Omah Yudi

Kalau boleh aku kasih saran, jangan menginap di Omah Yudi Temanggung. Pengalaman aku menginap di Omah Yudi berakhir dengan sesuatu yang ambyar*.


Ceritanya dimulai dari rencana untuk travelling ke Temanggung, salah satu kota di Jawa Tengah yang lokasinya berada di antara Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Kami berempat membayangkan akan bertemu hawa adem dan ritme hidup yang selow (lambat) di Temanggung.

Tapi kenyataannya? Ambyar. Tapi ambyar yang menyenangkan sih ini.


Temanggung = Pasar Papringan + Omah Yudi


Salah satu hal menarik di Temanggung adalah adanya Pasar Papringan yang diadakan tiap 2-3 minggu sekali. Kami pun memutuskan untuk datang ke Temanggung saat Pasar Papringan berlangsung.

Kami sepakat untuk wajib menginap di Omah Yudi kalau travelling ke Temanggung. Masalahnya, Omah Yudi selalu full booked di  tanggal ketika Pasar Papringan berlangsung. Kami harus menunggu sekitar sebulan lagi untuk bisa menginap di Omah Yudi.

Jadi ketika pihak Omah Yudi mengatakan bahwa di weekend itu ada yang membatalkan pesanan menginap di Omah Yudi, kami langsung cepat-cepat jawab Ya! 

Yeay! Jadi menginapp di Omah Yudi

Semarang - Temanggung


Weekend yang dinanti-nanti pun tiba. Aku berangkat siang dari Semarang naik travel. Jarak Semarang-Temanggung kira-kira 3 jam perjalanan. Travelmate-ku kali ini adalah Olipe Oile dari Purwokerto, Dita Males Mandi dari Jakarta, dan Ika Turis Sendal Jepit dari Jakarta, ditambah Bimo yang bantuin nyetir mobil dan motretin kami selama travelling di Temanggung.

Singkat cerita kami semua bertemu di Temanggung Sabtu sore. Aku emang baru nyusul Sabtu Sore karena paginya aku masih kerja di Semarang, sedangkan teman-teman yang lain sudah ada yang tiba di Temanggung siangnya. Acara travelling di Temanggung kuawali dengan nongkrong di pertigaan Maron, jajan snack penuh micin dan minuman thai tea yang rasanya nggak karuan, sembari nunggu jemputan teman-teman.

Sebenernya kalo mau langsung ke Omah Yudi dari pertigaan Maron itu bisa naik angkot sekali. Bilang aja mau ke Kandangan dan turun di Pasar Kandangan. Lokasi Omah Yudi persis berada di depan Pasar Kandangan.

Masuk ke dunia lain ala Omah Yudi


Iya, Omah Yudi ini lokasinya persis di pinggir jalan raya. Tapi, masuk ke Omah Yudi itu memberikan sensasi berbeda. Berasa masuk ke dunia Winnie The Pooh yang penuh dengan tanaman-tanaman cantik di sana-sini, atau masuk ke lorongnya Alice in Wonderland, cuma minus kelinci aneh yang bawa-bawa jam tangan ke sana ke mari.

Common room yang bisa dipake untuk apa saja di Omah Yudi

Begitu masuk ke area Omah Yudi, kami langsung duduk di bagian common room. Common room ini adalah ruang bersama. Common room di Omah Yudi selain berfungsi sebagai ruangan, juga berfungsi sebagai ruang makan, ruang ngopi, ruang ngeteh, ruang ngobrol, ruang bertemu, ruang berfoto, apa aja deh yang bisa dilakukan di ruangan ini. Sebenernya bentuknya bukan ruangan, tapi seperti pondok terbesar yang ada di Omah Yudi.

Pondok kayu dan tanaman


Omah Yudi memang terdiri dari beberapa pondok. Untuk menginap ada 4 pondok berkapasitas 2-8 orang. Pondok-pondok ini terbuat dari kayu-kayu bekas yang didesain sedemikian rupa sehingga tampak sangat serasi dengan tiap tanaman yang ada di Omah Yudi.

Kamar berbentuk pondok-pondok di Omah Yudi

Omah Yudi memang punya ciri khas punya banyak tanaman cantik di sana-sini. Bahkan, rasanya seperti tinggal di tengah-tengah taman. Ini jelas pengaruh dari Mas Yudi yang sayang banget sama tanaman. Beliau ingat semua jenis tanaman yang ada di Omah Yudi, padahal banyaknya nggak ketulungan.

Satu pondok untuk berempat


Kami memilih kamar di pojok. Kamar kami muat untuk 4 orang. Ukurannya kecil, cuma muat untuk dua bunk bed yang bisa dilipat sesuai kebutuhan. Kasurnya empuk, dan linennya wanginya enak sekali. Persis di depan kamar, ada sawah. Dari kamar, kami bisa melihat pondok terbesar yang dijadikan common room.

Pondok tempat kami menginap, muat 4 orang

Mas Yudi emang sengaja membuat kamar-kamar cuma muat buat tidur aja. Harapannya, para tamu lebih banyak menghabiskan waktu di common room bersama-sama, sehingga bisa berinteraksi satu sama lain.

Di dalam pondok Omah Yudi

Makan malam di Omah Yudi


Benar aja, malam itu kami makan malam bersama. Mmm ya, makan malam sudah disediakan dari pihak Omah Yudi. Menunya adalah masakan rumahan yang dimasak kakaknya Mas Yudi. Enak dan kalo kata orang Jawa, sedep. Makan malam berlanjut dengan ngobrol tentang ini-itu, asiknya lagi Mas Yudi gabung bersama kami. 

Ketika hari lebih malam lagi, ada rombongan sepeda yang baru saja datang ke Omah Yudi, dan tentunya ikutan ngobrol bareng-bareng di common room, sembari ngopi dan makan malam. Meski udara Temanggung adem, tapi suasana di Omah Yudi hangat.

Kami pun lanjut tidur di pondok nyaman di Omah Yudi. Siap-siap nih, besok mesti bangun pagi biar kebagian semua jajanan yang ada di Pasar Papringan.

Jajan di Pasar Papringan


Seperti namanya, Pasar Papringan diadakan di antara pohon pring (bambu). Pasar ini diadakan tiap Minggu Page dan Minggu Pon, menurut penanggalan Jawa. Dagangan yang dijajakan kebanyakan adalah makanan ndeso, mulai dari makanan berat, makanan ringan, sampe minuman. Ada juga hasil bumi dan hasta karya yang terbuat dari pring (bambu).

Belanjaan kami dari Pasar Papringan

Cerita lebih banyak tentang Pasar Papringan sudah aku tulis di Pasar Paringan (klik aja tulisan birunya).

Pagi itu, Mas Yudi menawarkan untuk mengantar kami ke Pasar Papringan. Mas Yudi yang juga juragannya Pasar Papringan juga butuh datang ke pasar untuk jajan. Ada yang lucu ketika kami tiba di area Pasar Papringan. Saat petugas parkir hendak minta uang parkir, beliau kaget dan nyeletuk "Oh la juragan e sing teko. Monggo mas." sambil menyilakan mobil Mas Yudi lanjut ke dalam.

Setelah kekenyangan di Pasar Papringan, kami balik lagi ke Omah Yudi. Kali ini kami naik mobil yang disetirin Bimo. Jarak Pasar Papringan ke Omah Yudi sendiri lumayan, sekitar 7 km.

Kegiatan mengunyah dan obrolan random


Balik ke Omah Yudi, kami malah nongkrong di common room sembari unboxing banyak jajanan yang kami bawa pulang dari Pasar Paringan. Ngakunya di pasar udah kekenyangan, tapi pas nongkrong masih ngunyah lagi. Ya karena kegiatan mengunyah yang disisipi dengan obrolan random adalah salah satu agenda wajib saat staycation. Setuju kan?

Kegiatan mengunyah yang disisipi dengan obrolan random adalah agenda wajib saat staycation

Biasanya kalo udah kekenyangan, oksigen yang lari ke otak tipis karena lebih banyak stok oksigen yang kerja di perut demi mengolah makanan di sana. Akibatnya, badan pun ngantuk. Ditambah suasana Omah Yudi yang tenang dan nyaman, bikin kami sulit menolak ajakan kasur untuk rebahan lagi.

Itinerary ambyar 


Pihak Omah Yudi juga sepertinya nggak ada niat mengusir kami meskipun saat itu udah lewat tengah hari. Belum juga nampak ada tanda-tanda tamu lain yang akan menempati pondok kami. Jadi ya, kami kangen-kangenan lagi sama kasur dan pondoknya Omah Yudi.

Sebenernya untuk acara travelling ke Temanggung ini ada itinerary yang udah disusun sedemikian rupa. Tapi semua ambyar* begitu aja karena itinerary selama di Temanggung cuma berisi nongkrong di Omah Yudi, ngunyah di Omah Yudi, dan rebahan di Omah Yudi

Itinerary travelling di Temanggung

Meskipun itinerary travelling ke Temanggung nggak ada yang bener sama sekali, dan rencana travelling berubah jadi staycation saking magernya kami buat beranjak dari Omah Yudi, tapi trip Temanggung ini jadi salah satu trip paling berkesan di tahun 2019 ini.

Ambyarrr

Terima kasih untuk travelmate kesayangan yang sepakat untuk membentuk formasi bernama Geng Ambyarrr: Olipe Oile, Dita Males Mandi, Ika Turis Sendal Jepit. Sampai bertemu di trip berikutnya gengs!

Dinilint
NB: Aku nggak perlu artiin artinya ambyar kan yaa,, kalian pasti udah paham.

staycation di semarang | staycation di tegal | staycation di magelang | staycation di bromo

26 komentar:

  1. Selalu nyenengin baca cerita jalan2nya mbak Lintang. Bisa jadi referensi kalau2 aku mau traveling jugaa

    BalasHapus
  2. Penginapannya unik, bentuknya seperti pondok.

    Btw jajanan dari pasar papringannya bikin ngiler mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas. Cobain deh, coba penginapannya, coba jajan pasarnya. Asik semua.

      Hapus
  3. Bagus deh penginapannya, jadi bikin mager ya karena nyaman dan ogah beranjak ke mana-mana. Waah saya belum pernah nih ke pasar Papringan, semoga bisa segera ke sana :D

    BalasHapus
  4. Aku baru tahu konsep homestay kayak begini. Di Temanggung pula. Rasanya aku belum pernah ke Temanggung.

    Eh Din, foto suasana kamarnya mana sih?

    BalasHapus
  5. Iiih kalian. Bikin mupeng. Kapan-kapan ajakin aku, dong. Asyik juga mager di tempat kayak gitu. Santuy aja seharian.

    BalasHapus
  6. ini sih cocok banget buat ngeteh-ngeteh lucu gitu tempatnya, trus kalau menjelang sore enak banget buat explore kawasan sekitarnya.

    BalasHapus
  7. Wahh seru juga nih tempatnya. Local vibes!
    Hahaha
    Menikmati hari dengan suasana kayak gini bakalan membuat hari semakin hepi. Keren mbak.

    BalasHapus
  8. Kok nyari-nyari informasi soal toilet/kamar mandi/kamar kecil/wc gak ketemu. Apa memang ada bangunan khusus semacam wc bersama gitu. Tadi kalau gak dibaca dua kali judulunya, dikira "om Yudhi."

    BalasHapus
  9. Aih catet ah kalo mau main ke Temanggung hehe. Eh btw aku suka banget sama konsep Omah Yudi yang cakep bener haha. Pasti aku betah banget nih kalo ngiep disini hahah

    BalasHapus
  10. Papringan banyak yg cerita, unik ya. Nginepnya kudu di Omah Yudi deh. Kalo per 2 atau 3 minggu, itu gimana tahunya Pasar buka dan Omah Yudi fully booked ato ga? Btw...tiap rumah ada wc/km nya kan?...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nanya ke admin Omah Yudi-nya bu. Bisa DM di instagram @spedagihomestay atau WA yang tercantum di sana.

      Ada satu pondok yang punya KM/WC di dalam. Pondok yang lain KM/WC nya ada di luar.

      Hapus
  11. Apa jangan-jangan harus lebih dari semalam untuk menginap di Omah Yudi. 1-2 hari pertama untuk leyeh-leyeh di sana, sisanya baru jalan-jalan. Keliahat memang bikin mager deh penginapannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih dari semalam sangat disarankan mbak

      Hapus
  12. Suasananya nyaman banget ya Omah Yudi sampai itinerary ambyar hihi..leyeh-leyeh mana udaranya seger..

    BalasHapus
  13. Pengen deh ke Pasar Papringan, nginapnya di sini terus berkunjung ke rumah Mbak Dini IIDN hihihi..menyenangkan sekali..

    BalasHapus
  14. (((traveling ke temanggung)))
    Eh nganu, ini bukan nyinyir apa gimana, tapi kesannya Temanggung kayak jauh banget ������

    Wot! Makasih rekomendasinya, Din. Omah Yudi cocok banget nih buat staycation. Aku pun suka yang konsepnya natural kayak gini, kesannya tentram.. Btw gak ada foto interior kamar, kamar mandi, sama makanan Omah Yudi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenernya aku bikin video, tapi belum aku edit sampe komen balasan ini ditulis. Haha.

      Segera aku update yaa.

      Hapus
  15. Foto Mas Yudinya mana? Penasaran bentukannya seperti apa.
    Traveling yang ebak ya menurutku yang model begini. Tidak mengajbiskan waktu di banyak tempat, cukup di satu atau dua tempat, tapi momennya berkesan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada di memori HP. Nanti aku update deh.
      Mas Yudi sendiri orangnya super ramah dan asik buat jadi teman ngobrol.

      Hapus
  16. ASyik sekali penginapannya ya
    Terasa suasana alami dan bentuknya unik
    Aku belum pernah ke Temanggung nih
    Kalau ke sana nanti, pengen deh nginep di sini

    BalasHapus
  17. Wah Temanggung dekat nih dari rumah nenek ku di Magelang. Nginap di Omah Yudi mahal gak mbak Dini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku bayar Rp. 700,000 untuk 4 orang, dapat makan malam, sarapan, dan beberapa bambu untuk belanja di Pasar Papringan. Mahal nggak tuh?

      Hapus

Thank you for reading and leaving comment :)