Navigation Menu

New Normal, Bosan, Adaptasi, dan Drama Korea

Welcome to the new normal, 

Hari-hari di mana kita harus hidup berdampingan bersama virus tak kasat mata bernama Corona. 
Hari-hari di mana tidak berinteraksi secara fisik dengan manusia lain merupakan hal paling aman yang bisa dilakukan untuk menghindari virus. 
Hari-hari di mana pergi ke luar rumah hanya untuk hal seperlunya aja.

new normal

Kangen


Jujur aja, aku kangen dengan masa normal yang dulu. Ada banyak hal yang bisa aku lakukan dengan bebas seperti; 
  • jalan-jalan ke luar rumah tanpa harus pakai masker di wajah, 
  • berperilaku sedikit jorok dengan alpa mencuci tangan terus-menerus tanpa khawatir akan kena virus mematikan,
  • bisa bersin tanpa menerima tatapan tajam dari orang sekitar karena dianggap sebagai carrier dari virus berbahaya yang belum ditemukan obat dan vaksinnya,
  • berjabat tangan bahkan cupika-cupiki dengan teman-teman dan kenalan,
  • bisa keluar rumah kapan aja tanpa harus repot mandi, keramas, dan cuci baju begitu pulang rumah,
  • dan hal-hal kecil lainnya yang saat ini terasa lebih ribet dilakukan saat Corona menyerang.

Aaarrgh.

Tapi mau bagaimana, dunia sedang berubah. Mau nggak mau, suka nggak suka, kita manusia harus beradaptasi untuk bertahan hidup. Selamat datang di kehidupan normal yang baru. 

Lebih banyak di rumah


Salah satu hal normal yang baru adalah dengan menghabiskan lebih banyak waktu di rumah aja. Untuk orang yang gampang bosan dan suka dengan petualangan hal ini bukan sesuatu yang mudah. Aku bahkan sempat khawatir, 

"Apa aku bisa bertahan dengan the new normal?"

Setelah sekitar 4 bulan melakukan lebih  banyak aktivitas di rumah aja, ternyata aku masih sehat, masih waras, ekonomi masih lumayan meski pemasukan berkurang. Ada beberapa kegiatan baru yang aku lakukan selama masa di rumah aja, seperti;

Aku belajar bikin minuman ala cafe. 


Untuk saat ini main ke cafe, nongkrong berjam-jam sambil minum kopi atau coklat jadi kegiatan yang sebaiknya dihindari, aku memilih membawa minuman ala cafe ke rumah.

nyoba bikin minuman ala cafe

Aku belajar bikin dalgona coffee yang viral itu, dan ternyata enak. Aku belajar bikin coffee rhum, minuman yang susah aku pesan di cafe karena aku nggak suka minum susu sedangkan komposisi coffee rhum mengandung susu. Berhubung bikin sendiri di rumah coffee rhum buatanku tanpa susu dan it worked. Aku belajar bikin chocholate rhum ice and it's going so good. Minuman rumahanku nggak kalah lah dengan minuman dari cafe langganan.

Aku belajar masak dan menata makanan ala food stylish.


Untuk saat ini datang ke resto dan makan makanan cantik dan enak bukanlah pilihan. Jadi aku memilih untuk membawa makanan cantik dan enak ala resto ke meja makan di rumah. Kalo udah punya makanan cantik, aku jadi geregetan pengen mengabadikan dalam bentuk foto atau video. Lumayan ya, bisa nambah skill.

udah cakep belum ya?

Aku lebih rajin bebersih rumah


Salah satu kegiatan yang aku kangeni adalah staycation bareng teman-teman. Menemukan penginapan lucu dan bikin betah tinggal sampe jam check out jelas nggak mungkin dilakukan untuk saat ini. Jadi aku memilih untuk merapikan rumah biar kegiatan di rumah aja lebih bikin betah. 

Di masa begini, ibu yang bantu bersihin rumah juga absen datang ke rumah untuk menghindari penyebaran virus corona. Jadi ya, emang bersih-bersih rumah ini jadi kebutuhan, dan sometimes it heal my anxiety. Seriously.

kalo lihat rapi gini emang bikin less stress

meski tembok udah mulai bocel-bocel

Aku belajar berkebun. 


Salah satu kekangenanku akan masa normal yang dulu adalah bisa travelling. Hal favorit dari travelling adalah main ke alam seperti pantai, gunung, lembah, dan bukit. Melihat alam selalu menyenangkan, menenangkan, dan nagih. Berhubung di rumah aja, aku memilih untuk mendekat dengan alam lewat kegiatan merawat tanaman. 

sekarang tiap hari piknik ke sini

Tanaman yang aku pilih untuk berkebun adalah tanaman yang bisa dimakan. Kegiatan berkebun ini juga bisa dijadikan ancang-ancang untuk mempersiapkan ketahanan pangan skala rumahan, kalau-kalau ekonomi makin kacau dan masa pandemi makin buruk. Harapannya tentu nggak, tapi who knows??

Lebih banyak kegiatan online


Sebenarnya kegiatan yang mengandalkan internet sudah jadi makanan sehari-hari di masa lalu. Tapi di masa pandemi begini, internet jadi barang berharga dan makan porsi lebih banyak dalam kehidupan sehari-hari.

Pekerjaanku berubah menjadi online. Dalam beberapa hari seminggu aku mengadakan kelas online untuk murid-muridku karena bertemu tatap muka di kelas tidak disarankan. Setelah online class, aku selalu mengirim mengunggah video tutorial sebagai pelengkap bahan mengajar online.

Kegiatan hangout bersama teman-teman juga berpindah jadi online meeting menggunakan media meeting. Bahkan kegiatan pacaran sekarang harus beralih online menggunakan media chat, voice call, maupun video call.

Tetep stress, bosan, depresi


Meskipun sudah belajar beradaptasi dengan perubahan akibat pandemi ini, tetep aja masa-masa stress, bosan, dan depresi kerap datang. Biasa kalo udah begini ngapain?

belajar origami dari youtube


Menjahit, main ukulele, baja buku, dan nonton drama korea jadi kegiatan penghilang stress aku selama masa pandemi di rumah aja ini. Kalau menjahit aku emang hobi dan suka melakukan kegiatan DIY yang bisa dipakai, bukan dipajang. Main ukulele ini seru tapi juga menantang, karena mesti belajar lagi. Baca buku jelas menyenangkan karena bisa bermain imajinasi lewat kata-kata dalam tulisan dan membaui bau buku yang menyenangkan. Kalau nonton drama korea,, tentu saja yang ini nagih. 

Nonton drama korea


Untuk masalah nonton drama korea, aku udah suka nonton dari dulu. Ceritanya selalu bikin penasaran, latar tempatnya menarik, visualisasinya indah, dan drama korea selalu digarap dengan niat. Jadi ya wajar ya kalau aku dan banyak orang lainnya yang akhirnya juga ketagihan nonton drama korea. Bahkan pacar aku sekarang kerjaannya nonton drakor sepanjang hari.

Kalau dulu nonton drama korea ini agak ribet. Kalau mau streaming drama korea, nggak tahu link-nya dan males bayar mahal. Aku pilih nungguin adek download drama korea (ilegal), lalu aku pindahin ke hard disk external untuk kemudian kutonton lewat laptop. Aku mesti sabar nungguin adek download, nungguin proses pindahan dari laptop adek ke hard disk, dan kadang terjemahannya nggak ada. Bikin kezel.

Nonton drama korea lewat Viu


Kalo sekarang sih beda. Sekarang udah banyak aplikasi di Android yang memudahkan proses nonton drama korea. Aku pilih Viu. Drama-drama korea favorit aku tersedia di Viu. Beberapa judul yang aku tonton:
  • A World of Married Couple
  • Goblin
  • My Love From the Star
  • Descendants of the Sun
  • The Heirs
  • What's Wrong with Secretary Kim
  • Her Private Life
  • Dr Romantic
  • Radio Romance
Wew, banyak juga yak :p. 
Yang aku suka dari Viu, drama korea yang sedang on going pun ada di Viu dan nggak ribet dengan terjemahan. 

Bahkan Viu nggak cuma nyediain streaming drama korea aja, aku juga bisa nonton film korea, nonton film jepang, nonton drama jepang, nonton drama asia, nonton film indonesia, nonton film india, bahkan nonton film timur tengah pun bisa. 

Langganan Viu dengan GoPay


Cara nonton Viu ini gampang banget. Untuk beberapa hari pertama kita bisa nyobain dengan gratis. Untuk lanjut langganan tinggal bayar mulai dari Rp 15,000  sebulan. Untuk tontonan 24 jam penuh dengan banyak pilihan tentu saja ini harga yang murah banget.

Cara bayarnya juga gampang banget. Aku pilih bayar pakai GoPay, tinggal klik dari aplikasi Viu aja,  beres semua. Nggak ada biaya admin juga. Pakai GoPay lebih murah, praktis, dan banyak untungnya.

Tutorial menambahkan GoPay di Google Play:
  1. Masuk ke Google Playstore dan klik "Metode Pembayaran".
  2. Pilih "Tambahkan GoPay" sebagai metode pembayaran.
  3. Lalu klik "Lanjut".
  4. Masukkan PIN GoPay. Pasang PIN GoPay jika belum terpasang.
  5. GoPay sudah terpasang.
  6. Selanjutnya, kamu bisa buka aplikasi Viu dan lakukan pembelian.
  7. Setelah itu, klik "Langganan". Selesai
Untuk lebih jelasnya, bisa lihat gambar-gambar di bawah ini:

masuk ke aplikasi Viu di Android dan pilih "mulai berlangganan"

di metode pembayaran klik "add GoPay"

ikuti petunjuknya, klik "continue"

masukin nomor GoPay kamu dan klik "continue"

masukin pin GoPay kamu

GoPay sukses terpasang

gopay untuk langganan Viu
Tinggal klik, siap nonton drakor

Iya, GoPay yang ada di Gojek itu. Yang kalo kamu beruntung suka dapet voucher promo, termasuk voucher promo untuk langganan Viu supaya bisa nonton drakor tanpa ribet. Lumayan kan dapet cashback. Coba cek ke link ini untuk dapet info promo Google Play di GoPay.

semua beres, tinggal nonton drakor bebas ribet

Sekarang saatnya lanjutin nonton drama korea lagi. Berhubung drama korea favorit kemarin baru aja habis di episode 16, aku mau cari tontonan baru lagi.

Kalau kamu, apa aja yang udah kamu lakukan untuk mengatasi adaptasi di masa new normal ini?

Dinilint

6 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Berdamai dengan Corona: Makan Seimbang, Olah Raga, dan Healthy Mind & Soul

Aku pikir cerita pandemi covid-19 ini akan berakhir dengan happy ending; Corona dikalahkan, manusia bisa kembali hidup normal seperti sebelum masa pandemi, dan semua makhluk berbahagia. Sayangnya, kenyataannya nggak begitu.

Seperti jalan cerita film thriller yang ending-nya menggantung, pandemi covid-19 ini sepertinya juga punya akhir yang gantung. Kesimpulan di akhir cerita mau kamu bikin gimana, it's all up to you.

Setelah hampir semua negara di dunia membatasi aktivitas warganya yang dikenal dengan istilah lockdown, PSBB, jogo tonggo dan himbauan #dirumahaja, aku pikir pandemi covid-19 ini akan teratasi, kurva turun drastis, angka kesakitan berangsur-angsur berkurang hingga hilang, dunia bersih dari cerita Covid-19, dan dunia kembali seperti sedia kala.

Ilustrasinya begini, kita sedang naik mobil dan melewati beberapa polisi tidur. Polisi tidur di sini adalah pandemi covid-19 yang melambatkan laju mobil. Setelah melewati polisi tidur, jalan mulus dan perjalanan naik mobil kembali nyaman di jalan mulus.

berdamai dengan corona


Berdamai

Nyatanya, nggak semudah itu pulgoso. Virus Corona masih ada dan sepertinya si kecil ini susah hilang dari muka bumi. Kalau kamu mau lanjutin hidupmu, kamu harus berdamai dengan si virus. Manusia yang mau survive harus bisa bertahan dengan cara beradaptasi.

Belajar dari nenek moyang, manusia adalah makhluk yang paling tangguh dalam menghadapi segala macam tantangan hidup dengan cara beradapatasi.

So, mari kita beradaptasi. Salah satu caranya adalah dengan membentengi tubuh dengan imunitas yang mumpuni.

Ah kalau begini aku jadi ingat cerita travelling akhir tahun kemarin. Aku kehujanan dan malamnya demam. Kala itu istirahat dan minum obat antipiretik niscaya bikin badan sehat lagi. Sekarang, siap-siap aja begitu pertahanan tubuh melemah, si virus kecil tak kasat mata masuk ke dalam tubuh dan siap mengobrak-abrik sistem kesehatan tubuh.

Sounds so scary

Kalau mau tetap hidup, semua harus dihadapi. Yang mampu bertahan adalah yang mampu hidup berdampingan. Dengan si virus tentunya.

Tubuh manusia yang istimewa

Kalau fokus ke bagian si virus terdengar mengerikan, menyiksa, dan terkesan manusia nggak berdaya. Gimana kalau kita fokus ke tubuh kita? Tubuh kita ini istimewa. Ketika dulu aku belajar ilmu keperawatan saat kuliah, aku suka banget dengan bagian perjalanan penyakit. Perjalanan penyakit ini seperti peta perjalanan yang bercabang-cabang. Ketika tubuh menderita sakit, ada dua kemungkinan: sehat dan mati.

Pada dasarnya tubuh manusia ini punya kemampuan menyembuhkan dirinya sendiri.

Saat tubuh manusia kemasukan virus, sistem imun tubuh bekerja sedemikian rupa sehingga si virus nggak merusak sistem tubuh. Kalau sistem imunnya optimal, tubuh bisa kembali sehat (bisa dengan bantuan obat, suplemen, pikiran bahagia, dll). Tapi, kalau sistem imun hancur, ya udah sakit mengusai seluruh tubuh dan endingnya nggak sesuai harapan.

Jadi, mari kita optimalkan fungsi tubuh kita yang istimewa. Mari bertahan bersama sistem imun yang optimal untuk mencegah virus mengobrak-abrik sistem kesehatan tubuh kita.

Membuat sistem imun tubuh optimal adalah pekerjaan harian yang harus kita lakukan selama kita hidup. Menjaga sistem imun tubuh optimal adalah kebiasaan yang akhirnya menjadi lifestyle (gaya hidup).

Makanan

Cara paling mudah untuk mempertahankan imunitas adalah dengan memperhatikan setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh. Banyak organisasi kesehatan dan jurnal kesehatan yang memberitahukan pentingnya konsumsi gizi seimbang dalam makanan sehari-hari.


isi piringku gizi seimbang


Gizi seimbang adalah ketika piring harianmu terdiri dari buah dan sayur hingga 50% dari porsi makanmu.

Aku sendiri sudah memulai dari beberapa tahun yang lalu untuk sarapan buah-buahan segar. Hampir tiap hari aku sarapan buah segar. Pisang, pepaya, apel, mangga, nanas, belimbing, atau buah apa aja yang tersedia di pasar dan murah pasti dimanfaatkan untuk menu saarapan.

sarapan buah-buahan


Beberapa tahun belakangan aku juga menambah jamu dalam menu sarapan. Jamu yang aku konsumsi merupakan rebusan jahe, kunir, kayu manis, kulit manggis, sereh, dan daun sirsat. Awalnya rasanya nggak enak dan cenderung pahit. Tapi lama-lama aku terbiasa dan sekarang jamu ini jadi semacam ice americano di meja kerja.

jamu buatan rumah


Di tiap piring makan siang dan makan malam aku pun mengusahakan ada sayuran sebanyak 50% dari porsi makan. Aku bahkan pernah mengganti menu makan malam dengan salad. Sekarang aku lebih banyak makan sayuran tumis karena jenis sayurnya lebih mudah ditemukan di pasar dan lebih murah :D.

Olah Raga

Sebenernya aku bukan penggila olah raga. Rasa malas masih suka mengalahkan aku untuk olah raga. Tapi kalau lama nggak bergerak badan ini suka protes. Seluruh tubuh berasa pegel-pegel bahkan sampai sulit tidur. Kalau udah begini harus bergerak.

Olah raga yang biasa aku lakukan adalah yoga suryanamaskara, tapi bagian stretching-nya aja. Hahaha. Stretching yoga ini makan waktu sekitar 7-15 menit.

Di awal masa pandemi aku sempat ikutan Zumba lewat Youtube juga karena teman-teman juga update ikutan zumba. Sayang aku kurang konsisten di zumba. Kalau ikut video yang beginner bosen, tapi kalau ikut bagian lanjutannya nggak ngejar gerakan yang rumit. Ribet emang ya.

Akhir-akhir ini aku mencoba workout dengan bantuan petunjuk di smartphone. Aku pakai aplikasi Female Fitness Woman Workout di Android. Sejauh ini asik sih ngikutin petunjuk di apps.

olah raga dengan aplikasi android


Asiknya di Female Fitness Woman Workout ini ada banyak menu yang bisa dipilih sesuai kebutuhan seperti:

  • thigh workout untuk ngencengin paha,
  • abs workout untuk ngencening perut,
  • butt workout untuk membentuk pantat,
  • arm workout untuk ngencengin lengan.

Tiap workout ada levelnya mulai dari beginner, intermediate, hingga advanced.

Ada juga challenge untuk seluruh tubuh selama 28 hari dan pre-run warm up hingga post-run cool down.

Petunjuknya berupa gambar ainmasi dan video. Ada petunjuk suara ketika workout berjalan dan musik sesuai kebutuhan; kalau lagi pemanasan musiknya up beat, kalau cool down musiknya slow.

Ada juga catatan progress kita gimana, goal kita gimana, berapa kalori yang udah terbakar, berapa menit kita udah workout. Olah raga menggunakan panduan dari Female Fitness Woman Workout ini berasa punya personal trainer yang kasih petunjuk dan kasih evaluasi.

app olah raga di android


Berhubung aku terbantu banget olah raga dengan Female Fitness Woman Workout, tapi aku terganggu dengan iklannya, aku pilih "remove ads". Kebetulan, saat aku download ada promo 80% dari harga Rp. 200,000 jadi Rp. 40,000 untuk jangka waktu seumur hidup.

Aku pilih bayar pake GoPay yang anti ribet. Caranya;

  1. masuk ke Google Play Store, dan klik "payment method/metode pembayaran",
  2. pilih "add GoPay/tambahkan GoPay" sebagai metode pembayaran,
  3. klik "next/lanjut",
  4. masukkan pin GoPay. Pasang PIN GoPay jika belum terpasang,
  5. Yeay! Bisa bayar aplikasi di Google Play Store pakai GoPay
  6. Selanjutnya, kamu bisa buka aplikasi dan lakukan pembelian.
  7. Setelah itu, tinggal klik "langganan", selesai!
gopay untuk bayar app olah raga di android

gopay untuk bayar app di android

gopay untuk bayar app di android

Beres deh semua. Olah raga asik nggak terganggu iklan.

FYI, GoPay lagi ada banyak promo di GooglePlay. Ada banyak aplikasi yang bisa bantu kamu olah raga yang sesuai dengan kebutuhan kamu di GooglePlay. Lumayan kan kalau bisa dapat promo cashback dari GoPay. Lagi ada promo cashback 15.000 untuk pengguna baru GoPay dan juga cashback 5.000 untuk pengguna setia GoPay. Yuk, langsung aja cek. 

Mind & soul

Jujur, pandemi ini bikin pikiran kacau. Beradaptasi untuk bekerja full time dari rumah, penghasilan yang menurun, dan ada sedikit kecemasan akan masa depan bikin hati kadang suka nggak tenang. Kalau hal-hal seperti cemas, galau, dan stress dibiarkan pada akhirnya akan menurunkan daya tahan tubuh. Padahal kalau imun turun virusnya gampang menggerogoti tubuh. Lingkaran setan ya.

Caraku mengatasi hal ini adalah dengan mengurangi stressor dengan nggak mengikuti berita tentang pandemi yang kadang lebih banyak opininya daripada fakta. Aku juga belajar sadar tentang kecemasan, kekhawatiran, dan depresi yang melanda pikiran dan perasaan. Dunia ini sedang berubah jadi ikutan aja flow-nya. Mari memasuki masa acceptance dan beradaptasi.

Kalau masih kacau pikirannya, aku biasanya melakukan hal-hal ini:

  • Berkebun. Melihat tunas-tunas baru muncul ternyata bikin relax dan happy
  • Dengerin playlists favorit. Belakangan aku malah suka musisi-musisi kurang terkenal seperti Chevy, David Choi, Enjoy Music Club, Homecomings, Yasuki Horigome, Sukisha x kiki vivi lily. Kamu aja baca namanya nggak tahu kan musisinya yang mana
  • Makan makanan enak. Haha, sesekali aku masih makan makanan kurang sehat seperti gorengan, kue kering, es krim, dll. Hidup kan butuh keseimbangan kan.
  • Mendekor ulang kamar. Aku naruh bunga bunga hidup dalam kamar. Mencium aroma bunga hidup tiap masuk kamar bikin relax.
  • Nonton drama dan film favorit. 

Dalam hati tetep ada harapan supaya situasi bisa seperti dulu lagi. Aku udah kangen banget berpetualang, travelling, ketemu teman-teman dan kesayangan. Tapi ya yang terjadi sekarang, nikmati aja dulu.

Kalau kamu, gimana?

Makan buah dulu buat sarapan
Makan buah dulu buat sarapan

Dinilint

2 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Area Rekreasi Alam di Jakarta yang Worth It untuk Didatangi

Apa yang ada di pikiranmu tentang Jakarta? Kota super besar yang panas, padat, dan jauh dari alam. Kalau piknik ke Jakarta ya pastinya piknik kota besar yang berarti bertemu gedung ini dan gedung itu. Eits, ternyata Jakarta juga punya tempat wisata alam lho. 



Di post ini aku bikin daftar lima tempat wisata alam di Jakarta.

6 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Es Krim Favorit, Cafe Baru, dan Kudapan Legendaris Semarang

Mencicip es krim Toko Oen yang legendaris saat siang hari yang panas di Semarang adalah kesempatan yang tidak boleh dilewatkan. Dengan riang gembira aku datang ke cafe baru Toko Oen di Kawasan Kota Lama Semarang. Tak cuma es krim, aku pun bisa mencicip poffertjes, kue gandjel rel, spekulas, dan aneka cookies enak khas Toko Oen.

makanan  legendaris  semarang

Toko Oen yang lekat dengan kesan old, vintage, namun legendaris, tahun ini membuka gerai barunya yang diberi nama Oud En Nieuw

4 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Protokol Naik Kereta Api di Masa Pandemi

Aku kangen travelling naik kereta api.

naik kereta api di masa pandemi

Aku kangen milih jam keberangkatan kereta api yang pas supaya acara travelling bisa efektif dan efisien,
Aku kangen datang ke stasiun, menikmati bangunan cagar budaya yang dialihfungsikan menjadi ruang tunggu, 
Aku kangen dengar suara kereta api yang datang bergantian ke stasiun kereta api,
Aku kangen suara tiupan peluit yang menandakan kereta api boleh berangkat,
Aku kangen masuk ke gerbong kereta api yang panjang dan lebar,
Aku kangen duduk di bangku gerbong kereta api,
Aku kangen duduk bersebelahan dengan orang asing di kereta api saat travelling sendiri,
Aku kangen duduk bersama travelmate saat travelling barengan,
Aku kangen lihat pemandangan sawah di balik jendela kereta api,
Aku kangen lihat laut lepas yang nampak dari balik jendela sisi sebelah kanan pada perjalanan Semarang-Jakarta,
Aku kangen lihat tikungan aesthetic dengan latar pepohonan, rel kereta api, dan beberapa rumah penduduk di perjalanan Semarang- Purwokerto,
Aku kangen menikmati senja dari balik jendela kereta api,
Aku kangen kedinginan di dalam gerbong kereta,
Aku kangen main ke restorasi dan jajan teh panas di sana,
Aku kangen tiba di stasiun kereta api dan mendengar lagu daerah diputar sebagai ucapan selamat datang.

5 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Jalan Kaki Pagi di Semarang

Ngejar sunrise dan ngejar penerbangan pagi adalah dua hal yang membuat aku rela bangun pagi banget. Tapi sejak Virus Corona melakukan penyerangan terhadap tubuh manusia, aku sekarang rajin bangun pagi.



16 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Pengalaman Ikut Kelas Virtual Menulis di Masa Pandemi

Ketika semua orang bisa melakukan perjalanan, apakah cerita perjalanan masih diperlukan?


Kalimat ini adalah kalimat pembuka dari sesi kelas virtual menulis perjalanan yang aku ikuti beberapa waktu lalu. Yes, aku ikut beberapa kelas virtual yang ada karena pandemi.

Pandemi Covid-19 yang memisahkan manusia satu dan lainnya secara fisik, malah membuat jarak semakin tak berarti. Meski secara fisik berjarak, tapi banyak hal yang bisa dilakukan bersama-sama dengan bantuan teknologi, seolah-olah jarak fisik bukanlah halangan. Salah satu contohnya adalah kelas virtual. 

Di masa pandemi ini, aku berkesempatan ikut kelas virtual menulis. Dua kelas virtual menulis yang aku ikuti, nggak akan mungkin aku datangi kalau virus Corona nggak menyerang dunia.


Nggak pernah terbayang dalam benakku aku bisa duduk satu kelas dengan manusia-manusia luar biasa dalam bidangnya. Aku duduk satu kelas dengan penulis yang karyanya sudah dijadikan beberapa buku dan bukunya difilmkan. Aku duduk satu kelas dengan penyanyi kenamaan yang lagunya didengar ribuan kali. Aku duduk satu kelas dengan editor banyak judul buku laris. Yang paling seru, aku duduk di kelas yang pengajarnya adalah penulis favoritku. 

Rasanya seperti berenang di kolam uang Paman Gober.

61 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Setelah Pandemi Covid-19 Berakhir, Pergi ke Museum Yuk!

Setelah semua cerita pandemi Covid-19 berakhir, mau piknik ke mana?

Meski rasanya cerita pandemi Covid-19 seperti belum menemukan ujungnya dan dunia memasuki fase the new normal, tapi harapan akan berakhirnya pandemi ini segera selesai. Aku udah kangen travelling dong. Sepertinya travelling yang agak aman di masa new normal paska pandemi Covid-19 adalah main ke museum.


Selama masa pandemi Covid-19, di rumah aja, dan nggak bisa travelling, salah satu kegiatanku adalah lihat galeri foto dan video. Melihat file lama, nonton foto dan video travelling di masa lalu jadi obat untuk mengatasi rindu akan travelling. Beberapa foto lama mengingatkan aku tentang masa-masa travelling ke beberapa museum di Jakarta;

Museum MACAN


Tahun lalu aku punya kesempatan datang ke Jakarta untuk bekerja. Asiknya, aku punya waktu beberapa jam di antara jadwal check sound dan latihan. Aku memanfaatkan sela waktu itu untuk mengunjungi Museum MACAN.

Saat aku datang ke Museum MACAN ada pameran dari Xu Bing. Awalnya sih aku cuma melihat nuansa warna hitam putih aja di pameran instalasi karya Xu Bing ini. Instalasi pertama adalah susunan korek api yang dibuat menjadi bentuk karpet raksasa bermotif kulit binatang. Hmmmm,, nggak kebayang itu kalo korek apinya ada yang jatuh satu.

Karya menarik berikutnya adalah ketika aku melihat susunan meja dan kursi layaknya di kelas. Di tiap meja ada kertas dan kuas. Di sini kita diperbolehkan menulis kaligrafi pada media yang disediakan. Tanpa bimbingan dari petugas, aku mencoba salah satu kertas yang kosong. Ada petunjuk bagaimana cara menggunakan kuas dan kertas istimewa ini. Kuas dibasahi, kemudian digoreskan di kertas. Kalau kertas dibiarkan agak lama, goresan tinta hitam akan menghilang sehingga orang lain bisa ber-experience menulis kaligrafi di kertas yang sama. Menarik.

Pameran kaligrafi Xu Bing Museum MACAN Jakarta

Setelah beberapa saat asik mengikuti tiap pola kaligrafi yang ada di kertas, seorang petugas datang dan menjelaskan tentang experience kami hari itu. Ternyata tulisan-tulisan yang kami tulis adalah tulisan berbahasa inggris yang ditulis dengan gaya aksara mandarin. Aku sudah nulis lumayan banyak kaligrafi di kertas ajaib, tapi baru paham setelah dijelaskan. 

Jadi siapa sih Xu Bing? Xu Bing ini adalah seniman seni grafis dan seni instalasi. Dia berasal dari Tiongkok dan memperkenalkan aksara mandarin yang dikenal rumit menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Pameran Xu Bing di Museum MACAN Jakarta

Ada karya instalasi menarik dari Xu Bing berupa ruang kerja yang penuh dengan kertas dan gambar. Xu Bing mengumpulkan gambar dan ilustrasi dari berbagai sumber dan  membuat bahasa universal yang mudah dimengerti oleh semua orang melalui gambar. Akhirnya terciptalah software yang mengubah kata-kata menjadi gambar dan simbol. :D

Pameran Xu Bing Museum MACAN Jakarta

Galeri Nasional Jakarta dan Pameran Sketsa


Di bulan berikutnya aku punya kesempatan untuk transit di Jakarta selama beberapa jam. Aku datang ke Jakarta naik kereta api dan berencana melanjutkan perjalanan ke Bandar Lampung menggunakan pesawat. Aku punya jeda beberapa jam yang kemudian kumanfaatkan untuk mengunjungi museum yang lain.

Kebetulan, Galeri Nasional Jakarta yang berlokasi di depan Stasiun Gambir sedang menggelar Pameran Sketsa. Biaya masuknya gratis. Tanpa pikir panjang aku datang.

Di sana dipamerkan berbagai macam sketsa. Salah satu yang menarik perhatianku adalah sketsa pada sebidang canvas yang berukuran sangat kecil. Ukurannya kira-kira sekitar satu ruas jari. Untuk menikmati sketsa kecil ini disediakan kaca pembesar.

sketsa semarang di pameran sketsa jakarta
Sketsa Semarang di Pameran Sketsa Jakarta

pameran sketsa jakarta 2019
Disediakan kaca pembesar untuk menikmati sketsa


Karya lain yang menarik untukku adalah sketsa-sketsa tentang bangunan tua di Semarang. Aku jauh-jauh datang dari Semarang ke Jakarta untuk nonton sketsa tentang Semarang. Hahaha. Entah sketsa-sketsa Semarang ini pernah dipamerkan di Semarang atau tidak, yang jelas aku menikmati Semarang dari Jakarta. 

Mengapa berkunjung ke museum?


Meski di masa pandemi covid-19 saat ini aku bisa berkunjung ke museum secara virtual, tapi pengalaman masuk ke dalam instalasi yang sudah ditata sedemikian rupa tidak bisa digantikan oleh tur virtual.

Aku suka menikmati visualisasi di museum. Selalu ada hal menarik tentang visualisasi di museum. Namanya juga museum, pasti ada sesuatu yang dipamerkan, termasuk visualisasi.

Tiap datang ke museum, aku seperti mendapat cerita baru. Ada ilmu-ilmu baru yang digelontorkan kepadaku. Aku dapat wawasan baru tentang segala macam. Hal-hal seperti kertas yang bisa ditulis ribuan orang dan bisa kembali jadi kertas putih yang baru atau lukisan sketsa dalam media sebesar ruas jari aku ketahui dari berkunjung ke museum.

Experience ketika datang ke museum juga selalu baru, beda, dan berkesan. Belajar kaligrafi sepuasnya, atau membolak-balik kertas sketsa menggunakan sarung tangan. Experience yang menyenangkan.

Museum MACAN Jakarta
Foto setelah main cat di salah satu ruangan di Museum MACAN Jakarta

Lah, nulis ini malah makin kangen main ke museum lagi

Jadi mari berandai-andai. Andai pandemi covid-19 berakhir, aku berencana main ke museum. 

Wishlist museum di Jakarta


Museum Wayang


Udah lama aku pengen main ke Museum Wayang Jakarta. Aku pengen lihat aneka jenis wayang, mulai dari wayang kulit, wayang dari rumput, bahkan wayang berbentuk boneka seperti Si Unyil dan teman-teman. Konon katanya Museum Wayang Jakarta punya koleksi lengkap dari seluruh jenis wayang se-Indonesia, bahkan dunia.

Museum Layang-Layang


Layang-layang adalah salah satu kenangan masa kecil yang nggak terlupakan. Mulai dari menyanyi lagu layang-layang, dapat tugas seni rupa jaman sd untuk bikin layangan, beli tali layang-layang di tetangga sebelah, lihat orang main layangan super besar dan bagus di Pantai Parangtritis, dan pengalaman nerbangin layang-layang di halaman rumah jadi hal-hal menyenangkan.

Konon katanya di Museum Layang-Layang ada berbagai jenis layang-layang. Kita juga bisa bikin layang-layang lagi dan nerbangin layang-layang di area Museum Layang-Layang. Seru kayaknya.

Museum Tekstil Jakarta


Aku suka dengan kain, terutama kain-kain tradisional yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Aku pernah punya impian untuk jalan-jalan keliling Indonesia untuk melihat aneka kain tradisional Indonesia dibuat di tempat asalnya. Main ke Museum Tekstil Jakarta sepertinya bisa mengobati sedikit kerinduan untuk melihat kain-kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia

Mengapa Jakarta?


Aku sengaja memilih Jakarta sebagai destinasi travelling setelah Covid-19 berakhir karena Jakarta punya banyak pilihan museum yang bisa aku datangi. Akses ke Jakarta dari Semarang,  kota tempatku tinggal sekarang, juga mudah. Aku bisa naik kereta api, pesawat, atau bus. Kalau pun mau repot naik mobil sendiri sudah ada akses tol Semarang-Jakarta yang mempersingkat waktu perjalanan.

Untuk masalah menginap di Jakarta, ada banyak pilihan hotel di Jakarta. Langganan aku dalam memilih penginapan adalah Red Doorz. Mengapa?

Menginap di Red Doorz


Red Doorz ini merupakan jaringan hotel murah di Jakarta yang harganya on budget, tapi fasilitasnya oke. Red Doorz kasih jaminan untuk 
  • ketersediaan linen bersih, 
  • air mineral, 
  • peralatan mandi komplit dengan shower dan kamar mandi bersih, dan 
  • ketersediaan wifi. 
Aku juga suka dengan kamar di jaringan hotel Red Doorz yang berdesain minimalis. Biasanya mereka pakai nuansa warna natural (putih dan kayu)  dengan warna merah, warnanya Red Doorz.

Aku sendiri punya pengalaman menyenangkan dengan Red Doorz. Aku dapat kamar bersih dan baru di Bandar Lampung saat transit menuju Way Kambas. Aku juga pernah check in jam 2 pagi di properti Red Doorz di Jakarta dan kamar pesanannku tetap tersedia.

Well, semoga situasi cepat kondusif. Semoga pandemi ini segera teratasi. Semoga harapan datang ke museum lagi bisa terlaksana.

Kamu, apa rencana kamu kalau pandemi berakhir?

Dinilint

10 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Berbagi Ruang, Cerita Pandemi, dan Jakarta dalam Memori

pandemi dan jakarta dalam memori

Pandemi Covid-19 dan anjuran untuk #dirumahaja membuat aku membatalkan rencana travelling, membatasi jarak dengan orang lain, dan lebih sering melakukan kegiatan domestik di rumah. Aku jadi lebih sering melakukan hal semacam nyapu, ngepel, dan bebersih. Bebersih ini juga berlaku untuk membersihkan foto dan video perjalanan di masa lalu.

Kegiatan bebersih ini membuat aku menemukan ada banyak footage video yang belum pernah aku sentuh, belum pernah aku edit, bahkan beberapa video cuma ditonton sekilas. Mumpung lebih banyak di rumah, ada baiknya aku mulai edit video perjalananku satu per satu. 

Nonton video perjalanan lumayan mengobati rasa kangen dari proses travelling itu sendiri.

Saat aku menulis post ini, aku baru saja menyelesaikan editing video saat aku jalan-jalan di Jakarta satu hari. Di salah satu footage, ada bagian yang aku rekam saat kami naik bajaj berlima. Aku tertawa melihat kekonyolan kami mengisi satu ruang bajaj untuk lima orang.

Siapa yang menyangka, di tahun 2019 naik bajaj berlima terasa istimewa, tapi di tahun 2020 berdesak-desakan di satu ruang sempit jadi hal yang berbahaya.

Oke, cerita tentang pandemi di 2020 dan hal-hal mengkhawatirkan aku tunda sebentar. Sekarang aku ingin mengenang masa-masa bahagia ketika naik bajaj berlima masih boleh-boleh aja.

17 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Travelling di Masa Awal Pandemi Covid-19

Beberapa hari sebelum ditemukan pasien positif Covid-19 di Indonesia, aku sempat travelling ke Belitung. Ceritanya baru aku tulis kira-kira sebulan setelah menjalankan kehidupan normal baru selama pandemi Covid-19, terhitung sejak dari virus corona menyebar di Indonesia. 

Entah mengapa, anjuran untuk melakukan segala aktivitas di rumah aja, malah bikin mood menulisku menurun drastis. Duh, jadi curhat. Intinya, aku mau cerita tentang pengalaman travelling ke Belitung di hari-hari virus Corona mulai memasuki Indonesia.

travelling ke belitung

10 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Yuk Olah Raga Ringan di Pagi Hari Supaya Tubuh Bugar, Travelling Lancar



Kamu tim bangun pagi atau tim begadang? Kalau aku, tim begadang sampe pagi terus tidur. Ahahahah. 


Nggak juga ding. Aku tim bangun pagi kalau ngejar sunrise. Dan ternyata bangun pagi itu nggak ada ruginya. Udara pagi lebih seger dan biasanya hari terasa lebih panjang dan menyenangkan. Udara pagi sangat baik untuk pernapasan dan kesehatan tubuh. Hal ini secara nggak langsung memengaruhi kegiatan dan mood seharian.

Kalau bangun pagi gini, lebih asik lagi kalau dibarengi dengan olah raga ringan. Kalau lagi travelling sih jenis olah raganya semacam hiking naik ke bukit untuk ngejar momen sunrise dong. Tapi kalau sehari-hari, ada juga lho olah raga ringan yang asyik dilakukan di pagi hari. Ini nih daftarnya.

4 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Perkara Makan dan Cerita Travelling yang Kecut, Pahit, Asin

Boleh nggak sekali-sekali aku curhat tentang cerita travelling-ku di sini?

Iya, cerita travelling-ku nggak selalu manis seperti gambar-gambar di Instagram. Cerita travelling-ku nggak selalu legit seperti jalan cerita drama korea. Cerita travelling-ku bisa juga asem, kecut, pahit, asin, sepet, macam rasa makanan yang nggak karuan.


Lho kok bisa?

23 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Travelling ke Palembang dan Perburuan Pempek Enak di Palembang

"Kak, apa rekomendasi pempek enak yang wajib aku makan di Palembang ini?"

Ini adalah pertanyaan pertama yang aku lontarkan pada Mbak Atik begitu aku sampai di Palembang sore itu. Sambil menunggu Mbak Uniek datang, aku mengorek informasi tentang pempek dari Mbak Atik
Salah satu hal menarik dari melakukan perjalanan adalah mendapat informasi dari orang lokal. 
Nah, mbak Atik ini sudah tinggal di Palembang sejak lahir. Mari kita cari tahu tentang pempek enak di Palembang dari orang Palembang.

14 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Travelling ke Palembang demi Pempek Palembang

Sudah lama aku pengen travelling ke Palembang. Alasannya sederhana,
"Aku pengen makan pempek asli bikinan orang Palembang di Palembang." 
Selain makan pempek di Palembang, apa  yang akan aku lakukan selama di Palembang?


Rasanya sayang kan kalau cuma beli tiket pesawat dari Semarang ke Palembang cuma buat makan pempek aja. Tapi aku tetep dong travelling ke Palembang. Aku stay selama 4 hari 3 malam untuk travelling di Palembang.
Ngapain aja?

6 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Makanan Favorit dan Cerita dari Hutan

Ayo ngobrol tentang makanan!


Apa makanan favorit kamu? Kalau makanan favorit aku adalah makanan yang berasal dari tumbuhan seperti sayur-mayur dan buah-buahan. Jenis makanan ini sangat mudah ditemui di daerah aku tinggal.

Thank God aku hidup di Indonesia, di mana tumbuhan sayur-mayur dan buah-buahan tumbuh subur dan beraneka ragam jenisnya.

Tanah Indonesia ini emang ajaib. Kita cuma butuh sedikit tenaga untuk masukin si bakal tanaman --bisa berupa biji, akar, potongan daun, bibit -- ke dalam tanah, siram air, dan viola,, tanaman ini akan tumbuh di tanah Indonesia. Aku udah buktiin lho.

Aku tanam akar kangkung -- yang aku dapat dari kangkung yang aku beli di pasar - dan si kangkung ini bertumbuh, hingga bisa aku konsumsi. Iyaaaa,, aku makan kangkung hasil kebun sendiri. *terharu 

Kalau ada istilah "gemah ripah loh jinawi" untuk Indonesia tercinta, ya karena memang tanah Indonesia ini subur dan membawa kemakmuran. Asal tanam tanaman ke tanah, ada kemungkinan besar untuk tumbuh. Mungkin ini sebabnya mengapa Indonesia punya banyak hutan yang rimbun dan penuh dengan tumbuh-tumbuhan. Apa aja yang ditancepin ke tanah Indonesia ini bisa bertumbuh. Thank God.

18 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Staycation Jogja: Menginap di Ndalem Suryo Saptono

Jogja jadi tujuan piknik selanjutnya. Kali ini nggak pake bikin itinerary Jogja karena tujuan Geng Ambyar, yang sekarang berganti label jadi Geng Rebahan adalah untuk rebahan, leyeh-leyeh, makan-makan, dan semua-mua yang menyenangkan.


Salah satu tujuan rebahan di Jogja kali ini adalah di Ndalem Suryo Saptono Guest House. Lokasinya ada di daerah Godean, Jogja.

17 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Perjalanan Cinta dalam Lirik Ambyar, Didi Kempot jadi Brand Ambyarssador Shopee

Selamat datang 2020! Tanpa sadar, ternyata aku udah lama nggak nulis di www.dinilint.com. Akhir-akhir ini aku lebih suka berbagi dengan cara ngobrol langsung. Tentu saja obrolan soal travelling masih mendominasi. Tapi selain travelling aku juga suka ngobrol random tentang apa saja, seperti ngomongin Didi Kempot. Iya, Didi Kempot yang lagunya suka bikin ambyar, nggak sengaja dengerin tapi tahu-tahu hapal liriknya.


Didi Kempot dan kata ambyar emang lagi mendominasi banget belakangan. Lagu-lagu campursari berbahasa jawa nan galau ini kembali digilai masyarakat kebanyakan. Nggak cuma penggemar lamanya Didi Kempot yang tergila-gila, tapi juga generasi milenial. Tak heran pria yang ini dijuluki sebagai The Godfather of Broken Heart ini nyatanya disukai oleh banyak kalangan. Bahkan sudah lama go international. Tahun 1996 ia pernah pergi ke Belanda dan Suriname untuk menampilkan suara merdu dengan alunan campursarinya yang apik.

Kalo didengerin dengan seksama, lirik lagu-lagunya Didi Kempot ini emang menarik. Berhubung aku lagi iseng, aku pengen nulis beberapa cuplikan lagu galau Didi Kempot, lengkap dengan arti dan juga inspirasi Didi Kempot untuk membuat lagu. Ternyata ada yang dari kisah nyata, lho!

0 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)