Navigation Menu

Perjalanan Cinta dalam Lirik Ambyar, Didi Kempot jadi Brand Ambyarssador Shopee

Selamat datang 2020! Tanpa sadar, ternyata aku udah lama nggak nulis di www.dinilint.com. Akhir-akhir ini aku lebih suka berbagi dengan cara ngobrol langsung. Tentu saja obrolan soal travelling masih mendominasi. Tapi selain travelling aku juga suka ngobrol random tentang apa saja, seperti ngomongin Didi Kempot. Iya, Didi Kempot yang lagunya suka bikin ambyar, nggak sengaja dengerin tapi tahu-tahu hapal liriknya.


Didi Kempot dan kata ambyar emang lagi mendominasi banget belakangan. Lagu-lagu campursari berbahasa jawa nan galau ini kembali digilai masyarakat kebanyakan. Nggak cuma penggemar lamanya Didi Kempot yang tergila-gila, tapi juga generasi milenial. Tak heran pria yang ini dijuluki sebagai The Godfather of Broken Heart ini nyatanya disukai oleh banyak kalangan. Bahkan sudah lama go international. Tahun 1996 ia pernah pergi ke Belanda dan Suriname untuk menampilkan suara merdu dengan alunan campursarinya yang apik.

Kalo didengerin dengan seksama, lirik lagu-lagunya Didi Kempot ini emang menarik. Berhubung aku lagi iseng, aku pengen nulis beberapa cuplikan lagu galau Didi Kempot, lengkap dengan arti dan juga inspirasi Didi Kempot untuk membuat lagu. Ternyata ada yang dari kisah nyata, lho!


1. Stasiun Balapan


Mungkin lagu ini satu di antara lagu Didi Kempot yang paling terkenal, walaupun lagu ini terdengar asyik kalau didengar berkat perpaduan campursari yang apik, namun lirik lagu ini ternyata maknanya yang cukup mendalam dan sedih.

Seperti pada lirik lagunya, 

"Rasane koyo wong kelangan, kowe ninggal aku, ra kroso netes eluh ning pipiku." 
"Rasanya seperti kehilangan, kau tinggalkan aku, tak terasa air mata menetes di pipiku." 

Lagu ini bercerita tentang pasangan yang ditinggal kesayangannya di Stasiun Solo Balapan, di kota Surakarta. Ambyarrrr.


2. Lingsir Wengi


Banyak yang takut saat mendengar judulnya, namun lagu yang berjudul Lingsir Wengi ini bercerita tentang kerinduan seseorang di tengah malam. 

Lirik lagunya, 
"Sepi durung biso nendro, Kagodho mring wewayang kang ngeridu ati." 
"Sepi tidak bisa tidur, Tergoda bayanganmu di dalam hatiku." 

Emang kangen itu bikin perasaan ambyar, apalagi kalo nggak bisa bilang ke obyek yang dikangenin.

Lagu yang diarasemen Didi Kempot dengan nuansa campursari ini ternyata merupakan syair dari Sunan Kalijaga, lagu ini dibuat untuk menjauhkan bala. Jadi jangan salah sangka apalagi takut karena rumor lagu ini dapat memanggil hantu.

3. Cidro


Arti dari lirik Cidro bikin baper tidak karuan. Arti liriknya kira-kira, kalau kamu memiliki janji tak terbalaskan dengan mantan terindah. 

Lirik lagunya, 
"Remuk ati iki yen eling janjine, Ora ngiro jebul lamis wae." 
"Hancur hati ini jika ingat janjinya, Tak terkira ternyata hanya dusta." 

Nunggu jodoh datang emang butuh perjuangan, apalagi kalau pernah dikhianati orang yang disayang. Kan, ambyar lagi.

4. Sekonyong Konyong Koder


Pernah mengalami momen tentang cinta lokasi ataupun cinta mendadak? Sepertinya harus coba mendengar Sekonyong Konyong Koder nih! 

Begini bunyi lirik lagunya, 
"Modal bensin sakliter montorku tak setater, Tak ampiri arep tak ajak muter-muter
"Modal bensin satu liter saja ku stater, buat nyamperin kamu dan kuajak berkeliling."

Namun kesan menyayat hati sangat terasa kalau mendengar lirik berikutnya,
"Tiwas aku dandan mlipit, Rambutku tak ulet ngangge pomit, Malah kore lungo plencing, Ora pamit mit mit miiit (Koyo demit)"
"Aku sudah dandan klimis, Rambut sudah kuusap minyak pomade, Eh kamu malah pergi begitu saja. Nggak pamit mit mit miiit (Kayak hantu)".

Kasihan sekali orang yang diceritakan om Didi Kempot. Di lagu ini, Didi Kempot mendapat inspirasi dari candaan untuk memberikan gambaran romansa cinta masyarakat kelas bawah.

5. Sewu Kutho


Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang sedang mencari belahan jiwanya yang tak pernah memberikan kabar padanya, orang yang diceritakan di lagu ini mencari belahan jiwanya selama bertahun-tahun tak pernah bertemu.

"Sewo kutho uwis tak liwati, Sewu ati tak takoni, Nanging kabeh, Podo ra ngerteni/ Lungamu neng endi, Pirang tahun anggonku nggoleki, seprene durung biso nemoni.
"Seribu kota sudah kulalui, seribu hati kutanya, namun semua juga tidak tahu, kau pergi kemana, berapa tahun diriku mencari."

lagu ini juga sempat dinyanyikan orang yang membantu dirinya untuk rekaman yaitu Arie Wibowo. 

Faktanya, lagu ini sudah didengar lebih dari satu juta kali di platform streaming musik. Tak heran, kalau ada orang yang mengatakan "Walaupun air mata mengalir, namun badan tak berhenti bergoyang."


Jadi jangan heran kalau Didi Kempot kemudian didapuk menjadi brand ambyarssador terbarunya Shopee. Didi Kempot jadi wajah untuk kampanye diskon Shopee 2.2 Men Sale yang berlangsung selama bulan Januari sampai Februari 2020. 

Selain menawarkan promo diskon hingga 50% dan juga tentunya yang tak pernah ketinggalan, gratis ongkir, ada pula promo spesial produk-produk pria pilihannya seperti Shopee Super Brand Day, Fashion Pria Day, Pulsa, Tagihan & Tiket Day, dan masih banyak lagi.

Hmmmm,, Didi Kempot emang legend. Berbagi cerita cinta ambyar, malah bikin namanya melejit. Setuju nggak?

0 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)