Navigation Menu

Makanan Favorit dan Cerita dari Hutan

Ayo ngobrol tentang makanan!


Apa makanan favorit kamu? Kalau makanan favorit aku adalah makanan yang berasal dari tumbuhan seperti sayur-mayur dan buah-buahan. Jenis makanan ini sangat mudah ditemui di daerah aku tinggal.

Thank God aku hidup di Indonesia, di mana tumbuhan sayur-mayur dan buah-buahan tumbuh subur dan beraneka ragam jenisnya.

Tanah Indonesia ini emang ajaib. Kita cuma butuh sedikit tenaga untuk masukin si bakal tanaman --bisa berupa biji, akar, potongan daun, bibit -- ke dalam tanah, siram air, dan viola,, tanaman ini akan tumbuh di tanah Indonesia. Aku udah buktiin lho.

Aku tanam akar kangkung -- yang aku dapat dari kangkung yang aku beli di pasar - dan si kangkung ini bertumbuh, hingga bisa aku konsumsi. Iyaaaa,, aku makan kangkung hasil kebun sendiri. *terharu 

Kalau ada istilah "gemah ripah loh jinawi" untuk Indonesia tercinta, ya karena memang tanah Indonesia ini subur dan membawa kemakmuran. Asal tanam tanaman ke tanah, ada kemungkinan besar untuk tumbuh. Mungkin ini sebabnya mengapa Indonesia punya banyak hutan yang rimbun dan penuh dengan tumbuh-tumbuhan. Apa aja yang ditancepin ke tanah Indonesia ini bisa bertumbuh. Thank God.



Hutan dan makanan


Kembali lagi ke makanan. Dari sekian banyak jenis tanaman di hutan Indonesia, pasti ada banyak jenis tumbuhan yang bisa dimakan. Sampai ada yang berkata padaku, 

"Jangan takut kelaparan di hutan. Hutan itu seperti supermarket, kamu tinggal ambil yang kamu butuh untuk kamu makan."


Hmmm,, sayangnya untuk hal ini aku belum bisa membuktikan sendiri. Aku baru bisa ngumpulin cerita dari temen-temen yang pernah masuk ke hutan. Banyak cerita seru tentang pengalaman masuk ke hutan, bertemu aneka ragam jenis tumbuhan dan hewan, juga pengalaman mengenali  aneka tumbuhan yang bisaa dikonsumsi manusia. Aku pengen juga lho masuk ke hutan, main ke supermarket alami, dan makan dari hasil hutan di hutannya.

Salah satu cerita hutan yang menarik minatku adalah hutan di Kalimantan Timur. Konon katanya ada singkong gajah yang singkongnya sendiri seukuran paha orang dewasa. Wow!

Singkong dan daun singkong


Kok jadi merambah ke singkong ya? Iyaaa,, karena aku suka banget sama singkong, terutama bagian daunnya. Cara menikmati daun singkong adalah dengan mengolahnya -- bisa direbus, dimasak bareng santan, atau diolah sebagai singkong tumbuk -- dan dimakan bareng nasi padang. Hahahaha.


Ada cerita menarik tentang daun singkong. Kamu pasti paham menu nasi padang kan? Kalo kebanyakan orang makanan favoritnya di warung nasi padang adalah rendang atau ayam pop, kalau aku suka banget makan sayur daun singkong.

Saking sukanya, aku sampai selalu nambah pesan sayur daun singkong ketika beli nasi padang. Bahkan, saat trip ke Jogja kemarin, aku memberanikan diri nanya ke penjual nasi padangnya, apa boleh kalau aku pesan daun singkongnya aja. 

...and he said "Yes!".
Ya ampun, aku happy banget.

Mengapa aku cuma pesen sayur daun singkong di warung nasi padang? Karena aku berencana makan junkfood bareng temen-temen. Menurutku, sayur daun singkong ditambah sambel lombok ijo adalah perpaduan paling sempurna untuk makan nasi putih dan ayam goreng.

Ketika makan junkfood yang dari namanya aja udah dianggap sampah, tambahan menu sayur daun singkong membuat aku merasa 'nggak bersalah'. Paling nggak ada serat yang aku makan siang itu. Daun singkong memang kaya serat.

Manfaat daun singkong


Selain kaya serat, ternyata daun singkong punya banyak manfaat menarik yang baik untuk kesehatan tubuh.

Daun singkong kaya nutrisi. Daun singkong mengandung vitamin B1, B2, karetonoid, dan mineral lainnya seperti fosfor, magnesium, potasium, kalsium. 

Karena kandungan nutrisinya daun singkong bisa bermanfaat untuk:
  1. Menaikkan produksi ASI, karena kandungan vitamin dan mineralnya itu bikin produksi ASI jadi melimpah. Tentunya dengan catatan, untuk ibu yang punya bayi ya,, kalo perempuan biasa meskipun makan daun singkong sebanyak apapun juga ASI-nya nggak berproduksi dong.
  2. Mecegah gizi buruk, karena daun singkong punya kandungan asam amino essensial yang jumlahnya mirip dengan yang ada di telur ayam. 
  3. Melancarkan bab. Ya tentu saja ini karena kandungan serat tinggi yang ada di daun singkong. Pencernaan sehat deh.
  4. Menurunkan kadar kolesterol. Ada penelitian yang mengatakan bahwa konsumsi daun singkong pada batas tertentu dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam darah. Yaaa asal konsumsinya nggak bareng sama santan dan daging tinggi kolesterol yaaaa.
  5. Menstabilkan kadar gula darah. Kandungan serta dalam daun singkong bisa memperlambat penyerapan gula di dalam makanan ke darah lho. Jauh-jauh deh diabetes.
  6. Mecegah kanker, karena daun singkong mengandung antioksidan, yaitu polifenol.
Makanan favoritku ini ternyata punya banyak manfaat positif. Tentunya manfaat-manfaat ini akan didapatkan apabila si daun singkong ini diolah dengan benar, dan tumbuh di lingkungan yang sehat. 

Lingkungan kesayangan


Ngomongin soal lingkungan, kalian udah tahu Walhi belum? Walhi ini adalah suatu organisasi gerakan lingkungan hidup. Walhi ada untuk mendorong upaya penyelamatan dan pemulihan lingkungan hidup di Indonesia. Tahu dong ada banyak isu tentang lingkungan hidup di Indonesia, banyak cerita tentang hutan yang makin hari makin hilang, banjir, pohon ditebang sembarangan, longsor. Nah, Walhi ini mengajak semua pihak untuk bersama-sama peduli dengan lingkungan. 

Biar bagaimana pun, kita hidup bersama-sama dengan alam. Untuk makan sehari-hari, kita manusia ini bergantung banget dengan alam. Makanan favoritku ini, si daun singkong, cuma bisa ada kalau alam sehat. Yuk, kita jaga bersama alam kesayangan ini. Boleh lho cek ke walhi.or.id untuk tahu isu-isu lingkungan dan apa peran kita untuk lingkungan.

Lingkungan yang sehat juga pastinya enak dipandang.
Credit: @olipe_oile

At the end of this post, terima kasih sudah membaca. Boleh lho ngobrol sama aku, bisa lewat komen, boleh DM di instagram, atau kirim email. Monggo.

Dinilint

18 comments:

  1. Mmg betul y mb Indonesia itu gemah Ripah loh jinawi..sama aku jg suka sayur kangkung

    ReplyDelete
  2. Setuju sekali kalau hutan itu seperti supermarket alami. Dulu pernah makan buah berry yang ada di hutan. Belajar tentang tanaman yang bisa dimakan.
    ehm. aku juga suka daun singkong. :D

    ReplyDelete
  3. daun singkong sih suka banget hehehe, suka lebih milih beli, atau beli mateng tapi belum dibumbui jadi digulai sendiri, tapi aku masih belum sanggup nanem sendiri hehehe

    ReplyDelete
  4. Daun sinhkong rnak banget apalagi makannya ama nasi padang. Aku swrahun trahir ni mulai banyak nanem di rumah ya meskipun lahannya ga luas tapi lumayan lah, liatnya juga bikin hati seger

    ReplyDelete
  5. Setuju banget untuk jaga bumi, hutan dan lingkungan. Setelah tahu kalo 1 pohon bisa kasih udara segar buat 2 manusia, aku sering lempar biji buah yang dj makan.. Semoga jadi pohon besar nantinya

    ReplyDelete
  6. Ngebayangin aja, suatu saat negara kita ini bisa swasembada pangan dari sawah dan hutan kita supaya kita punya bahan untuk melakukan pola hidup sehat. Semoga pemerintah makin serius berusaha swasembada pangan, nggak impor mulu

    ReplyDelete
  7. Aku juga doyan bgt makan daun singkong, tapi yg dimasak santen rada pedes gt mba. Ya Allah kangen dimasakin ibu daun singkong aku. Klo daun singkong di masakan padang gt aku kurang suka, hambar kan. Dan aku baru tau manfaatnya buat turunin kolestrol, dlunakubtaunya buat naikin tensi ��

    ReplyDelete
  8. Aku juga suka ke warung padang cuma buat beli daun singkongnya Aja. Bahkan zaman kerja dulu...udah bawa nasi Dan lauk dari rumah.. selalu minta dibelikan sama OB daun singkong di Warung padang terdekat. Bener banget dicocol sama sambel hijau memang Paling mak nyus.

    ReplyDelete
  9. Singkong itu semuanya bisa dimanfaatkan ya, mulai dari umbi akarnya, daun, batang. Semuanya.

    ReplyDelete
  10. Negara kita bisa kembali swasembada pangan ya kalau hutannya dipelihara lagi..

    ReplyDelete
  11. Nasi padang dengan daun singkong rebus dipadu dengan sambel ijo. Wuaaah...mevvah banget buatku. Aku tiap masak opor ayam kampung pasti juga aku kasih daun singkong rebus buat lalapan. Yummmeh *duh jadi ngiler kaaan

    ReplyDelete
  12. sesungguhnya aku sangat-sangat bersyukur bisa tinggal di indonesia dengan keragaman rasa dari tiap masakannya!!

    ReplyDelete
  13. serius deh! aku bersyukur banget tinggal di indonesia dengan banyak varian makanan serta punya sejuta bumbu yang rasanya tuh maknyussss banget

    ReplyDelete
  14. enak semuanya yang kamu sebutkan lintang, wkwkwk bikin laper ini pagi belum sarapan
    semua yang dari hutan selalu mengenyangkan dan enak.Semoga kita bisa menjaga lingkungan yang sudah memberikan kita banyak hal.

    ReplyDelete
  15. walah aneh banget menu favoritnya malah daun singkong, aku malah termasuk yg paling ngga kusukai tuh daun singkong di nasi padang ahaha.. tapi karena jarang ada sayur lain, ya tetep kumakan juga daun singkongnya wkwk..

    yup, hutan itu seperti supermarket, gratis pula.. asal kita punya kemampuan mengenali mana tumbuh2an yang aman dimakan..

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihihi,, seriously aku beneran suka sayur daun singkong. Makanan yang aku cari pertama kalo ke nasi padang itu ya malah si daun singkong ini.

      Delete
  16. Di Lombok, daun singkong juga jadi jenis sayuran yg paling banyak diolah.

    Mau sayur berkuah santan, kuah bening dengan bumbu minimalis, sampai bahan utama urap.

    Enak semua ^^

    ReplyDelete
  17. Karena aku orang Batak yaa, jd daun singkong itu udh kayak makanan sehari2 di keluargaku mba. Paling sering di jadiin daun ubi tumbuk lah , makanan fav Tapanuli :D. Tapi sesekali mama masak daun singkong di rebus biasa, lalu cocolin ke sambal terasi pedeeeees, uwaaaahhhh makan itu aja ku udh puas bangetttt mba :D.tambahin kerupuk deh :D.

    Memang yaaa kita beruntung tinggal di negara yg serba subur ini .. jenis sayurannya banyaaaaak. Sebagai penggemar sayuran, ini surga sih buatku :)

    ReplyDelete

Thank you for reading and leaving comment :)