Navigation Menu

Protokol Naik Kereta Api di Masa Pandemi

Aku kangen travelling naik kereta api.

naik kereta api di masa pandemi

Aku kangen milih jam keberangkatan kereta api yang pas supaya acara travelling bisa efektif dan efisien,
Aku kangen datang ke stasiun, menikmati bangunan cagar budaya yang dialihfungsikan menjadi ruang tunggu, 
Aku kangen dengar suara kereta api yang datang bergantian ke stasiun kereta api,
Aku kangen suara tiupan peluit yang menandakan kereta api boleh berangkat,
Aku kangen masuk ke gerbong kereta api yang panjang dan lebar,
Aku kangen duduk di bangku gerbong kereta api,
Aku kangen duduk bersebelahan dengan orang asing di kereta api saat travelling sendiri,
Aku kangen duduk bersama travelmate saat travelling barengan,
Aku kangen lihat pemandangan sawah di balik jendela kereta api,
Aku kangen lihat laut lepas yang nampak dari balik jendela sisi sebelah kanan pada perjalanan Semarang-Jakarta,
Aku kangen lihat tikungan aesthetic dengan latar pepohonan, rel kereta api, dan beberapa rumah penduduk di perjalanan Semarang- Purwokerto,
Aku kangen menikmati senja dari balik jendela kereta api,
Aku kangen kedinginan di dalam gerbong kereta,
Aku kangen main ke restorasi dan jajan teh panas di sana,
Aku kangen tiba di stasiun kereta api dan mendengar lagu daerah diputar sebagai ucapan selamat datang.

5 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Jalan Kaki Pagi di Semarang

Ngejar sunrise dan ngejar penerbangan pagi adalah dua hal yang membuat aku rela bangun pagi banget. Tapi sejak Virus Corona melakukan penyerangan terhadap tubuh manusia, aku sekarang rajin bangun pagi.



15 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)

Pengalaman Ikut Kelas Virtual Menulis di Masa Pandemi

Ketika semua orang bisa melakukan perjalanan, apakah cerita perjalanan masih diperlukan?


Kalimat ini adalah kalimat pembuka dari sesi kelas virtual menulis perjalanan yang aku ikuti beberapa waktu lalu. Yes, aku ikut beberapa kelas virtual yang ada karena pandemi.

Pandemi Covid-19 yang memisahkan manusia satu dan lainnya secara fisik, malah membuat jarak semakin tak berarti. Meski secara fisik berjarak, tapi banyak hal yang bisa dilakukan bersama-sama dengan bantuan teknologi, seolah-olah jarak fisik bukanlah halangan. Salah satu contohnya adalah kelas virtual. 

Di masa pandemi ini, aku berkesempatan ikut kelas virtual menulis. Dua kelas virtual menulis yang aku ikuti, nggak akan mungkin aku datangi kalau virus Corona nggak menyerang dunia.


Nggak pernah terbayang dalam benakku aku bisa duduk satu kelas dengan manusia-manusia luar biasa dalam bidangnya. Aku duduk satu kelas dengan penulis yang karyanya sudah dijadikan beberapa buku dan bukunya difilmkan. Aku duduk satu kelas dengan penyanyi kenamaan yang lagunya didengar ribuan kali. Aku duduk satu kelas dengan editor banyak judul buku laris. Yang paling seru, aku duduk di kelas yang pengajarnya adalah penulis favoritku. 

Rasanya seperti berenang di kolam uang Paman Gober.

55 komentar:

Thank you for reading and leaving comment :)