Navigation Menu

Staycation di Wonosobo: Pondok Bamboo Sendangsari

Wonosobo biasanya cuma jadi kota transit untuk traveler yang pergi ke Dieng. Nggak banyak yang tahu bahwa menghabiskan waktu di Wonosobo sendiri menyenangkan. Coba deh baca artikelku saat main ke desa di Wonosobo. Kalau butuh suasana baru (terutama untuk orang kota macam aku), tinggal sehari dua hari di Wonosobo sangat aku rekomendasikan.

staycation wonosobo dinilint

Untuk tempat menginap di Wonosobo aku pilih di Pondok Bamboo Sendangsari.

Lokasi

Pondok Bamboo Sendangsari terletak sekitar 7 km dari pusat kota Wonosobo. Lokasinya ada di jalan menuju Dieng. Kalau mau pergi ke Dieng dari Pondok Bamboo Sendangsari butuh waktu sekitar 30 menit naik kendaraan pribadi. 

Kalau tiba di Wonosobo naik kendaraan umum, kamu bisa pesan Grab untuk menuju lokasi Pondok Bamboo Sendangsari. Grab sudah tersedia di kota Wonosobo, baik mobil maupun motor.

Aku sendiri datang ke Wonosobo menggunakan bus umum dari Semarang. Aku turun di SPBU Gontor dan bertemu Olipe Oile yang naik motor dari Purwokerto. Kami mampir dulu ke salah satu warung Mi Ongklok di tengah kota, kemudian melipir ke Desa Sendangsari, lokasi Pondok Bamboo Sendangsari.

mi ongklok wonosobo
Mi ongklok, makanan khas Wonosobo

Sepanjang perjalanan ke arah Pondok Bamboo Sendangsari, jalanan lengang dan mulus. Kami ikut petunjuk dari Google map. Sebelum sampai di Pondok Bamboo kami melewati pemukiman warga dan kebun sayuran dengan pemandangan gunung di kejauhan.


Joglo

Aku langsung tahu kalau sudah sampai di lokasi, karena di depan penginapan ada deretan bambu dengan tulisan besar-besar Pondok Bamboo Sendangsari.

pondok bamboo sendangsari
Bagian depan Pondok Bamboo Sendangsari


Begitu datang mbak Tere langsung menyambut dengan sumringah. Kami diajak masuk, melewati deretan kebun rapi dengan koleksi tanaman yang beragam dan rapi. Dari awal lihat udah siap-siap mau petik sawo dan lemon lokal.

Di tengah kebun ada joglo besar. Kalau di guest house pada umumnya joglo ini berfungsi sebagai common room, tempat semua penghuni penginapan bisa berinteraksi dan melakukan berbagai macam aktivitas. Kami pun makan siang di joglo.

pondok bamboo sendangsari
Joglo yang jadi common room atau ruang bersama

pondok bamboo sendangsari
Joglo yang jadi ruang untuk bertemu


Nantinya di joglo akan ada dapur umum, jadi tamu Pondok Bamboo Sendangsari bisa masak di situ. Saat aku ke sana, aku juga bisa masak mi instan. Di joglo ada water dispenser yang bisa digunakan untuk mendapat air mendidih. Kalau malam-malam kedinginan dan butuh kehangatan bisa banget menyeduh air lemon hangat.


Kamar

Total kamar di Pondok Bamboo Sendangsari hanya berjumlah 3 kamar. Ada kemungkinan pihak Pondok Bamboo akan menambah jumlah kamar, mungkin satu atau dua. Kalau menginap di Pondok Bamboo, kita juga tinggal bersama host, yaitu keluarganya mbak Tere.

pondok bamboo sendangsari
Kamar-kamar di Pondok Bamboo Sendangsari

pondok bamboo sendangsari
Bentuk kamar di Pondok Bamboo Sendangsari


Karena areanya luas banget, kamar-kamar di Pondok Bamboo Sendangsari bentuknya seperti pondok yang berdiri sendiri. Pondok-pondok ini dikelilingi tanaman kebun yang rapi dan buat aku atmosfer-nya menyenangkan sekali; segar, alami, dan wangi. Iya, wangi dari berbagai tanaman dan bunga-bungaan di kebon.

pondok bamboo sendangsari
Detail bambu untuk interior

pondok bamboo sendangsari
Maaf ya, barangku berantakan :P

pondok bamboo sendangsari
Kasur nyaman di Pondok Bamboo

Kamar-kamar di Pondok Bamboo Sendangsari terbuat dari bambu, kecuali bagian kamar mandinya. Nggak cuma untuk bangunan, tapi juga ke furniture dan printilannya terbuat dari bambu. Sayangnya, bangunan dari bambu di tempat dingin adalah kelemahan (IMHO), karena kalau malam udara dinginnya menyusup lewat bambu-bambu. Mbak Tere dan keluarga sadar udara di Wonosobo ini dingin, jadi untuk kenyamanan tamu, selimut tebal selalu tersedia. Nggak cuma secukupnya, tapi double.

Luas kamar di sini super luas. Saking luasnya, kamu bisa salto berkali-kali di dalam kamar. Misal kamu datang ke sana beramai-ramai, pihak Pondok Bamboo Sendangsari menyediakan extra bed, tentu saja lengkap dengan selimutnya.


Kamar mandi, toilettries, dan bunga hidup

Kamar mandi di Pondok Bamboo Sendangsari ini istimewa. Toilet dan wastafelnya menggunakan American Standard. Untuk water heater-nya pakai Ariston. Dua merk ini dikenal sebagai merk bagus dengan kualitas bagus banget. 

Di dekat wastafel diletakkan potongan bunga hidup yang membuat suasana kamar mandi semarak. 

pondok bamboo sendangsari
lantainya cakep

pondok bamboo sendangsari
Mandatory bathroom selfie

Toilettries di Pondok Bamboo Sendangsari juga beda dengan di tempat lain. Mbak Tere menyediakan waktu khusus untuk membuat sabun handmade yang kemudian jadi toiletries istimewa di Pondok Bamboo Sendangsari. 

Sabun handmade yang dibuat dari hati ini menangkal keinginan males mandi di hawa dingin Wonosobo.


Makan

Selama menginap di Pondok Bamboo Sendangsari makan selalu terjamin. Selain makan berat, aku dan kak Olip sudah siap-siap bawa cemilan frozen seperti pau dan cireng yang kemudian dimasak di dapur Pondok Bamboo Sendangsari.

kuliner wonosobo
Makan soto di joglo

masakan rumah
Masakan rumah di Pondok Bamboo Sendangsari


Kalau kelaparan malam-malam dan mager, di joglo tersedia pop mie.

Bisa juga pesan makanan dari warung di desa. Makanan akan diantar langsung ke Pondok Bamboo Sendangsari dalam keadaan fresh dan hangat.  

kuliner wonosobo
Makanan pesan antar di Desa Sendangsari


What to do

Waktu rasanya berjalan cepat di Pondok Bamboo Sendangsari. 

Udara sejuk, kabut, dan matahari yang muncul malu-malu adalah teman paling pas untuk rebahan dan berdiam. 

Sesekali sambil makan cireng atau baca buku. Kalau aku sih menghabiskan waktu dengan ngobrol berjam-jam.

pondok bamboo sendangsari
Madu, lemon, dan cireng hangat untuk udara Wonosobo yang dingin


Aku juga diajak jalan-jalan main ke desa di sekitaran Pondok Bamboo Sendangsari, bonus makan tempe kemul dan ngopi di bukit.

Kalau kamu mau menginap di Pondok Bamboo Sendangsari, bisa pesan melalui Agoda, Booking(dot)com, Traveloka, pegipegi, atau tiket(dot)com.


Psst,, siap-siap males pulang ya. Mbak Tere dan keluarganya ramah banget dan bikin kerasan.

Dinilint




33 comments:

  1. penginapannya sangat menarik mbak dini. Kalau di sini kayaknya ga cuma numpang tidur aja. Kalau sama teman bakal terlibat dalam obrolan yang panjang. Apalagi ada joglo-nya yang bisa digunakan untuk ngumpul. Fasilitas dapurnya juga bagus. Khan ga lucu kalau ngobrol tanpa makan dan minum. hahahhaaha

    Tapi kalau ke wonosobo emang langsung terfokus ke dieng sih. tapi dengan adanya penginapan pondok bambu, kita bisa lebih lama di wonosobo. Tentu saja sambil jajan di sekitaran penginapan. Duh tempe kemulnya sungguh menggoda...hahhaha

    ReplyDelete
  2. Lihat bentuk roomnya yang traditional pakai gedhek alias bambu aku langsung kepincut kapan kalau ke Dieng nyoba bermalam disitu.

    Ratenya semalem berapa kak ?.

    ReplyDelete
  3. Huhu ya ampun kenapa aku ngelihat foto-foto makanan di malem-malem beginiii? Aku mendadak laper. Haha. Kebayang banget deh gimana hangatnya minum air madu dan perasan lemon plus cemilin cireng. Duhhh ... aku pengin ke Wonosobo sekarang juga rasanya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha,, kalo laper makan dong.
      Kl belum bisa offline,, ke Wonosobo virtual dl yaaaa

      Delete
  4. Kalau kita mau menghabiskan waktu dikit, mau eksplorasi, dimana-mana pasti akan ketemu tempat unik yang layak ditulis ya. Tak terkecuali Wonosobo. Pondok Bamboo ini, sepertinya memang menyenangkan, leyeh-leyeh sejenak sebelum naik ke Dieng :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mbak Evi. Tempat2 seru itu justru didapat ketika santai,, buatku sering kejadian begini.

      Delete
  5. Asik ya Din, staycation disini. Suasananya nyaman. Alami gitu. Makanannya juga enak. Jadi kepengen Soto. Itu yg dipesen di warung itu bakso?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ih Kang Aip ngerti aja aku jajan bakso. Selain itu ada mi ayam, geprek, & tempe kemul!

      Delete
  6. Huaaaa aku kalau lihat kamar yang dari bambu-bambu gitu malah senang lho kak karena terasa asri dan adem gitu ��
    Lantai kamar mandinya benar cakep huahaha *ikutan salfok*

    ReplyDelete
  7. Terakhir nginep di penginapan dengan suasana bambu 2017 lalu di Krui, Lampung. Nah yang ini tempatnya jauuuuuh lebih cakep. Makanannya juga menggiurkan dengan sajian peralatan dari bambu. Asyik buat staycation ini :)

    ReplyDelete
  8. Ya ampun, auto mau rebahan terus kalo tempatnya kaya gini, hawa dingin plus matahari malu-malu. Mager abis hahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha benerrr.
      Emang tempat yg nyaman buat mager

      Delete
  9. Tempat penginapanya bikin betah kalo gitu, mbak.. Asyik bener nampaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget. Aku cuma nongkrong di situ aja betah.

      Delete
  10. waah namanya pondok bambu. Semua interiornya juga dari bambu. Adeem banget kayaknya nih. Apalagi hawa Wonosobo yang sejuk dan dingin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mbak, adem & bikin mager saking nyamannya

      Delete
  11. Menginap bawa makanan Frozen? Niat banget sih.

    Iya, sayang banget kalau cuma 3. Jumlah kamarnya sepertinya emang harus ditambah.

    Di penginapan ini ada free wifi-nya? Kalau ada, asik banget suasana penginapan ini untuk cari inspirasi buat menulis :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah tahu bakalan mager. Wkwkwkwk.
      Ndak ada wifi. Kebanyakan yg nginep sini nyari ketenangan, ndak mau kerja. Haha

      Delete
  12. Mbaaa diniiiiii, aku nyesel tau pas ke Dieng , cuma semalam trus ga nginep di Wonosobo pula. Padahal sebagai pecinta dingin, harusnya kota kayak Wonosobo masuk dlm bucketlistku. Udh bilang Ama suami, kalo ntr udh bisa traveling, kita hrs ke Dieng lagi, dan kali ini mampir Wonosobo bbrp hari. Sukaaaaak ih aku liat pondoknya. Aku pernah diceritain Ama temen yg ke Wonosobo dan nginep di kampung temennya juga. Udaranya sejuk banget yaaa.. akukan sukanya yg begitu, Krn ga kuat panas.

    Ngeliat penginapan ini pake bambu, duuuh udh kebayang homy nya gimana. Kesan dari bambunya udh bikin cozy ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ah semoga keadaan getting better & bisa liburan yaaa.
      Iya nih, Pondok Bamboo cocok buat kamu mbak. Ntar pasti kesampaian staycation di sini.

      Delete
  13. Aku setuju bangeeettt! Wonosobo itu cocok buat menyepi dari hiruk pikuk dan gerahnya udara kota. Aku pun udah ngincer staycation di Wonosobo dan bahkan udah ngincer hotelnya. Tapi setelah baca review kamu ini, jadi pengen ke sini aja hehe.

    Sehari dua harinya nggak dihitung sama hari ketibaan dan kepulangan ya, gempor kalo kasusnya dari Bandung kayak aku hahaha.

    Penginapannya homey bangeeettt! Terus makan tempe kemul, aduh nggak nahan nikmatnya. Sayangnya tipe shower-nya bukan favoritku wkwk. Kalau tinggal serumah sama host, berasa di AirBnB atau Couchsurfing ya. Nggak foto bareng sama mereka, Din?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah anak kota mau staycation di wonosobo!!!
      Air BnB beda sama couchsurfing. Kalo cs cuma komunitas,, bukan tempat buat nyari penginapan.
      Aku jalan2 sama host-nya,, tp fotonya nggak kutampilin. Fotonya msh di sd card temen :p

      Delete
  14. Waa...interiornya cakeep ya..nyolong pethek klo lihat bentuk luar pondok kamarnya..hihi..
    Catet aaah...pengen juga staycation di sana kapan2..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyolong pethek ki opo mbak. Aku tenanan nggak mudeng :D

      Delete
  15. Dan ku salfok akan si cireng hehehehe

    ReplyDelete
  16. Kamarnya keren banget ya
    Sederhana tapi unik dan punya nilai kesan tersendiri
    Wah saya suka banget tu

    ReplyDelete
  17. Pondok bambu ini kayaknya cocok banget buat ngadem dan melipir sejenak dari keramaian kota. Kapan-kapan tak coba mampir ah. :D Makasih sudah mengulas penginapan ini, Mbak Dini. :D

    ReplyDelete

Thank you for reading and leaving comment :)