Navigation Menu

Pengajuan Kartu Kredit Online

Kartu kredit dan paspor adalah dua hal paling nggak berfungsi untukku setahun belakangan ini. Ada yang sependapat dengan aku?

Pasporku udah melewati masa expired dan aku belum punya motivasi untuk bikin paspor baru. Kalau si kartu kredit sih belum lewat masa expired-nya, tapi aku sedang mempertimbangkan untuk menutup si kartu untuk sementara waktu. Nanti kalo mulai butuh kartu sakti, aku bikin pengajuan kartu kredit lagi.



Tapi, mengingat masa ribet saat pengajuan kartu kredit dulu bikin aku mikir dua kali. Hmmmm. Eh tapi tapi,, di jaman serba online begini kita bisa melakukan pengajuan kartu kredit secara online lho. Mari kita bahas soal kartu kredit dan pengajuan kartu kredit online terbaik di post ini.

Sebelum membahas soal kartu kredit, let me menjelaskan tentang paspor aku yang nggak berguna sejak 2020. 

Aku rasa nggak cuma aku yang paspornya nganggur di satu tahun belakangan ini dan nggak cuma aku yang membiarkan masa expired paspor berlalu begitu saja tanpa ada excitement untuk bikin paspor baru.

Kalo dulu, jangan ditanya. Ngurus paspor itu semacam dapat telpon dari pacar kalo dia bakal datang weekend ini. Pas paspornya udah jadi dan resmi dipegang, berasa dapat tiket pergi ke luar negeri. Kalo sekarang,, meh.

Daripada bikin paspor mendingan tidur aja lah.


Komitmen

Ya gimana, jangankan travelling ke luar negeri, untuk melakukan perjalanan di sekitar rumah aja ada banyak printilan yang perlu dipikirin. Terus terang, travelling di masa pandemi emang lebih ribet dan butuh lebih banyak komitmen.

  • Komitmen untuk tetap sehat optimal, jadi si virus nggak gampang masuk ke tubuh dan bikin gara-gara.
  • Komitmen untuk tetap konsisten melakukan protokol kesehatan; rajin cuci tangan, pakai masker, jaga jarak, bertemu dengan orang sesedikit mungkin.
  • Komitmen apabila di perjalanan atau ketika pulang dari perjalanan ternyata kita kena covid. Biaya untuk isolasi mandiri dan tes covid yang nggak cukup sekali tentu harus dipikirkan. Belum lagi biaya bukan uang seperti nggak bisa ketemu orang-orang terdekat dan nggak bisa kerja :(.

Nah, kalo ngomongin soal biaya, balik lagi deh ngomongin kartu kredit.


Ribet

Sebelumnya, let me tell you tentang motivasi aku bikin kartu kredit. Sekitar tahun 2010 urusan pembelian tiket, pesan hotel, belanja, --khususnya di luar negeri-- tanpa kartu kredit adalah hal yang ribet. Itulah sebabnya aku rela ribet melakukan pengajuan kartu kredit.


Tiket pesawat

Untuk beli tiket pesawat ke luar negeri tanpa kartu kredit itu lebih ribet dibanding beli menggunakan kartu kredit. Sepertinya sampe sekarang untuk beli tiket pesawat ke luar negeri juga lebih gampang pakai kartu kredit. Tapi berhubung udah lama nggak beli tiket pesawat mancanegara, jadi kurang update. Hehe.


Penginapan

Untuk urusan pesen penginapan tanpa kartu kredit juga sama ribetnya. Aku langganan pakai booking(dot)com atau agoda atau airbnb untuk pesen akomodasi di luar negeri. Si booking(dot)com dan agoda ini dulu cuma terima pembayaran menggunakan kartu kredit. Si airbnb sampai hari ini tetep minta pembayaran menggunakan kartu kredit. Jadi kalo nggak punya kartu kredit, ya nggak bisa pesen penginapan.

Padahal untuk negara-negara yang perlu apply visa, salah satu berkas yang dibutuhkan adalah bukti book akomodasi. Kannnn,, ribet kannnn.

Saking ribetnya, dulu kalau mau booking penginapan, aku cari-cari dulu di situs booking atau agoda, cari akun penginapannya, cari emailnya, dan berkomunikasi dengan penginapan tersebut via email untuk kemudian minta pembayaran cash saat datang. Dari sekian banyak email, ada yang nggak bales, ada yang menyarankan untuk tetap pakai layanan OTA, tapi syukurnya ada yang mau terima bookingan ku via email dan bayar di tempat.


Belanja

Pernah suatu hari aku mau beli barang di Jepang dan menggunakan kartu debit bertanda visa atau mastercard, lupa. Harapannya, tanda visa atau mastercard itu berfungsi sama seperti kartu kredit meskipun kartu tersebut adalah kartu debit. Eh, kartu debit aku ditolak dong, karena menurut mereka, mereka tidak mengenali kartu tersebut. Hiks. 

Batal beli barang, bukan karena nggak punya uang, tapi karena nggak punya kartu kredit.

Jadi ya,, buat aku kartu kredit ini meringkas semua keribetan. Jadi makanya dulu aku rela ribet datang ke bank, bikin pengajuan, melengkapi aneka berkas, ngomong sama pak bos kalo ada telpon dari bank tolong konfirmasi bahwa aku beneran kerja di situ dan mampu bayar tagihan. Belum lagi deg-degan nunggu hasil apply kartu kredit apakah diterima atau ditolak untuk beberapa waktu.

Duh, kalo mikirin ini kok jadi 'mikir' kalo mau nutup kartu kredit sekarang yaa.

Pas ngomongin ini sama temen-temen, mostly nyaranin untuk keep the credit card.


Pro & Con

Coba dianalisa itu plus minus si kartu kredit.


Cons:

  • nggak dipake karena nggak travelling ke luar negeri
  • bayar iuran tahunan


Pros:

  • Meski nggak dipake untuk beli tiket dan bayar akomodasi, tetep bisa dipake untuk belanja sehari-hari di supermarket
  • Poin rewards-nya bisa dikumpulin untuk kemudian dipakai sebagai potongan belanja
  • Promo cicilan 0%-nya bisa dimanfaatin untuk beli barang kebutuhan hidup yang nilainya tinggi.
  • Credit-nya bisa untuk jaga-jaga andai suatu hari ada peristiwa tidak menyenangkan. Ya mirip-mirip tambahan dana darurat lah.
  • Iuran tahunan bisa coba untuk request waiver supaya dihapuskan atau diganti poin


Hmmm,, ternyata pros si kartu kredit, at least untuk kehidupan aku lebih banyak daripada cons-nya. 

Jadiii,, sepertinya wacana untuk menutup si kartu kredit aku batalkan karena bikin nambah kerjaan aja. Wkwkwkwk.


Cek Aja

Eh balik lagi ke soal pengajuan kartu kredit online, ternyata ada lho situs yang menyediakan layanan pengajuan kartu kredit online. Coba deh cek situ Cek Aja.

Di Cek Aja kamu bisa dapat banyak info soal kartu kredit, termasuk pilihan kartu kredit jenis apa, dari bank apa yang paling cocok buat kamu. Yang paling asik ya bisa sekalian apply secara online. Enak banget emang jaman serba online sekarang, semua serba praktis.

Cek Aja adalah platform keuangan di mana kamu bisa mengajukan pembuatan kartu kredit, mengurus kredit pemilikan rumah, atau asuransi melalui website atau secara online. Cek Aja berada di bawah naungan PT Puncak Finansial Utama dan sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Nah, siapa tahu kamu butuh bikin kartu kredit, klik https://www.cekaja.com/kartu-kredit dan rasakan praktisnya pengajuan kartu kredit secara online. Coba Cek Aja ada dari jaman dahulu kala, sepertinya hidupku lebih mudah.

Dinilint

6 comments:

  1. Aku dulu Krn kerja di bank, CC udh pasti dibuatin kantor sebagai fasilitas. Apalagi dpt benefit no iuran tahunan, dan bunga lebih kecil drpd org biasa :D.

    Tp setelah resign aku stop dan aku ttup mba. Jujurnya cm Krn takut bablas mengingat incomeku hanya dr tradjng saham yang profitnya naik turun. Aku ga pengen gambling sih.

    Tp aku bersyukur suamj juga kerja di bank dan dpt fasilitas CC juga. Jadi ya kalo mau traveling ATO butuh CC, pake punya dia :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang CC tuh memudahkan banget untuk kita yang doyan travelling ya mbak.
      Mbak Fanny bisa tutup CC karena ada CC suami. Berarti, CC tetep berguna dong.

      Delete
  2. Aku belum pernah dapat kartu kredit, maklum pengacara (pengangguran banyak acara) jadi kalo mau mengajukan kayaknya bakal ditolak.😂

    Memang ada plus minusnya sih punya CC, yang penting bisa ngontrol pengelolaan saja. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes,, balik-baliknya ke kontrol diri emang

      Delete
  3. Very useful information. Actually same issues (banks and credit cards issues) happens here in Turkey very often.

    ReplyDelete

Thank you for reading and leaving comment :)